Resmi dibuka di tengah kemeriahan pre-event Tatler Best Indonesia 2026, Cure hadir di Regent Bali Canggu sebagai manifestasi harmonis antara teknik Eropa yang presisi dan jiwa pesisir Bali yang dinamis.
Malam itu, pesisir Canggu tidak hanya riuh oleh deburan ombak Samudra Hindia, tetapi juga oleh kemeriahan yang dibawa oleh komunitas travel dan dining Tatler Indonesia. Bertepatan dengan gempita pre-event Tatler Best Indonesia 2026, sebuah babak baru dalam lanskap kuliner Pulau Dewata resmi dimulai: pembukaan Cure Bali di Regent Bali Canggu pada tanggal 6 April 2026.
Sebagai perpanjangan dari konsep orisinalnya di Singapura, Cure Bali bukan sekadar destinasi makan malam. Di bawah arahan concept founder Andrew Walsh, restoran ini merupakan sebuah dialog budaya. “Cure selalu tentang keseimbangan antara warisan dan penemuan,” ujar Walsh. Di Bali, ia menerjemahkan teknik modern Eropa melalui lensa bahan lokal yang luar biasa, menciptakan pengalaman yang hangat dengan sentuhan cita rasa Asia.

Above Cure Bali di Regent Bali Canggu

Above Nikmati sunset dan koktail dari Bar Nua, Canggu
Kehadiran komunitas Tatler malam itu menjadi saksi pertama dari kurasi menu yang dirancang khusus oleh Walsh. Di dalam ruang makan yang intim, para tamu diajak menyelami teknik kuliner Eropa yang berpadu apik dengan kedalaman rasa Asia. Cure Bali berkomitmen untuk membina hubungan erat dengan produsen lokal guna menghasilkan rasa yang jujur namun ekspresif.
Interpretasi Walsh terhadap rasa lokal juga terpancar dalam hidangan Hokkaido Scallop. Terinspirasi oleh mangut—gulai khas tradisional Yogyakarta dengan aroma kelapa asap—hidangan ini dihadirkan dalam komposisi yang lebih ringan: irisan kerang segar, semangka, dan kaldu kelapa berbumbu yang memberikan kejutan tekstur di setiap suapan. Para tamu menikmati beraneka ragam sajian utama yang lezat, mulai dari 12-Day Aged Duck hingga charcoal-grilled Fullblood Wagyu Stone Axe Striploin MB9 yang lembut.
Jangan lewatkan: Kenali restoran dan sosok-sosok terpilih di Best-In-Class Tatler Best Indonesia 2026
Keanggunan tropis Cure Bali juga terpancar dari desain dan arsitekturnya. Para tamu masuk melalui lorong temaram yang intim sebelum akhirnya disambut oleh pemandangan garis pantai Canggu yang spektakuler. Desain interiornya minimalis dengan sentuhan Nordic, memastikan bahwa fokus utama tetap berada pada piring, anggur, dan percakapan. Di sisi lain, Bar Nua—diambil dari bahasa Irlandia yang berarti "baru"—menjadi pojok bagi para penikmat koktail yang mencari ritual senja dengan koktail klasik atau progresif yang berkesan.

Above Chef Andrew Walsh

Above Chef de cuisine Arvin Tjandra
Dengan dibukanya Cure Dining Room, Bar Nua, dan menyusul Curing Room yang eksklusif, Regent Bali Canggu kini memiliki jangkar gastronomi yang kuat. Bagi para pembaca setia Tatler, Cure Bali adalah undangan untuk berhenti sejenak, meresapi kriya kuliner, dan merayakan koneksi di salah satu alamat paling prestisius di Bali.
Jangan lewatkan:
Kedamaian di pesisir Canggu: inilah debut global Regent Spa & Wellness pertama di dunia
20 Bar Terbaik Tatler Best Indonesia 2026
20 Hotel Terbaik Tatler Best Indonesia 2026












