Iwan Tirta re-opening di Pondok Indah Mall 2 membuka babak segar dalam perjalanan batik Indonesia, menghadirkan ruang yang hangat, elegan, dan relevan lintas generasi
Ada sesuatu yang istimewa ketika sebuah warisan besar berani menulis babak baru tanpa kehilangan akar. Itulah yang dirayakan dalam pembukaan kembali galeri Iwan Tirta di Pondok Indah Mall 2, Jakarta. Lebih dari sekadar butik, ruang ini hadir sebagai destinasi pengalaman, di mana batik klasik berpadu dengan ekspresi kontemporer, mencerminkan filosofi brand yang melihat batik sebagai seni hidup: berkembang, bernapas, dan selalu menemukan relevansi dalam setiap zaman.
CEO Iwan Tirta, Widiyana Sudirman, menegaskan bahwa galeri ini adalah perayaan filosofi tersebut. “Iwan Tirta selalu percaya batik adalah seni yang hidup, seni yang harus terus berkembang tanpa kehilangan jiwanya,” ujarnya.

Above Kain batik klasik Iwan Tirta, arsip motif yang menjadi incaran kolektor lintas generasi.
Desain segar dari generasi baru
Untuk merancang wajah baru galeri, Iwan Tirta mempercayakan pada Anya Putri dari Endramukti Design, desainer generasi penerus yang melanjutkan visi maestro desain interior, Hidajat Endramukti. Bagi Anya, melanjutkan bukan sekadar meneruskan. Ia harus menghadapi tantangan besar: menjaga jejak matang yang telah dibangun selama tiga dekade, sekaligus menambahkan perspektif segar yang sesuai dengan semangat masa kini.
“Banyak orang berasumsi bahwa melanjutkan adalah jalan yang lebih mudah, padahal justru sebaliknya,” jelas Anya. “Inspirasi utama saya adalah bagaimana menghadirkan sentuhan segar dan lebih kontemporer pada koleksi batik yang menjadi komponen utama galeri, sekaligus tetap menghormati warisan desain Endramukti.”
Interior hangat dengan aksen berani

Above Nuansa hangat kayu dan veneer dipadukan dengan aksen antique mirror dan motif batik yang dipajang di dinding
Konsep interior galeri didominasi oleh kayu dan veneer, material khas yang diinterpretasikan ulang untuk menciptakan suasana hangat dan homey. Palet warna soft dan muted memberi kesan modern sekaligus elegan, sementara aksen antique mirror menghadirkan karakter bold serta harmonisasi energi menurut prinsip feng shui.
Detail tak berhenti di sana. Perangkat display menggunakan antique brass buatan pengrajin Jawa Tengah, melambangkan keterhubungan Iwan Tirta dengan tradisi kriya Indonesia. Sementara itu, dekorasi berupa batik yang dipajang di atas dinding bermotif Lung Bekisar bernuansa merah, arsip motif batik, dan sketsa koleksi runway kontemporer menambah narasi visual yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Koleksi Iwan Tirta Home: tradisi yang diperbarui
Re-opening ini juga menandai perkenalan koleksi terbaru Iwan Tirta Home. Kursi Medal dengan aksen kuningan berornamen batik, sideboard dengan finishing walnut ash, hingga karpet Sawunggaling & Ceplok Teratai dengan teknik hand-tufted, semua dirancang dengan bahasa desain kontemporer, namun tetap berpijak pada akar klasik.
Koleksi ini tidak hanya menawarkan furnitur, tetapi menghadirkan karya yang menuturkan cerita. Setiap detail material menghidupkan kembali filosofi sang maestro yang percaya bahwa batik bukan sekadar motif, melainkan refleksi jiwa.
Ruang pengalaman dan identitas baru warisan batik

Above Koleksi batik kontemporer Iwan Tirta

Above Layanan Tailor-in-Store menawarkan pengalaman personal, menegaskan keunggulan craftsmanship yang menjadi ciri khas Iwan Tirta
Lebih dari tempat berbelanja, galeri ini menjadi ruang pengalaman. Layanan Tailor-in-Store memungkinkan pengunjung melihat langsung keunggulan craftsmanship batik, sementara koleksi kapsul eksklusif hanya tersedia di butik ini.
Sebagai penanda era baru, Iwan Tirta juga memperkenalkan logo dengan tipografi lebih tebal dan refined. Mahkota dan laurel wreath tetap dipertahankan, kini divisualisasikan secara sederhana untuk merepresentasikan kekuatan tradisi sekaligus keterbukaan pada generasi baru.
Dalam setiap detailnya, galeri baru Iwan Tirta di Pondok Indah Mall 2 menyampaikan pesan yang jelas: tradisi bukanlah beban, melainkan fondasi untuk melangkah ke masa depan. Dengan ruang yang hangat, koleksi yang relevan, dan identitas visual yang diperbarui, Iwan Tirta meneguhkan dirinya bukan hanya sebagai brand heritage, tetapi juga pemimpin dalam menjaga sekaligus menghidupkan kembali warisan batik Indonesia.




