Emma Stone dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Cover Emma Stone dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Emma Stone dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82

Empat duta rumah mode Louis Vuitton bersinar di karpet merah, memadukan keanggunan couture dengan kemewahan High Jewelry

Venice selalu menjadi kota dongeng—sebuah panggung abadi tempat kanal-kanal berkilau, palazzo bersejarah, dan denyut kehidupan seni berpadu dalam satu lanskap yang nyaris surealis. Setiap sudutnya menyimpan romantisme masa lalu, namun selalu terasa relevan dengan percakapan budaya masa kini. Pada gelaran 82nd Venice International Film Festival, atmosfer magis ini kembali menemukan bentuknya melalui kehadiran empat sosok ikonis: Emma Stone, Stacy Martin, Alicia Vikander, dan Julia Ducournau.

Mereka hadir bak karakter utama dalam sebuah kisah sinematik yang ditulis dengan tinta kemewahan Louis Vuitton—bukan sekadar tamu di karpet merah, melainkan perwujudan dialog antara mode, film, dan identitas personal. Balutan gaun haute couture rancangan khusus, dipadukan dengan kilauan High Jewelry yang terkurasi dengan presisi, menciptakan momen yang melampaui estetika sesaat. Setiap detail, dari siluet hingga permainan cahaya pada permata, terasa dirancang untuk meresapi ruh Venice itu sendiri: elegan, dramatis, dan penuh makna.

Hasilnya bukan hanya potret keindahan yang memikat mata, tetapi sebuah narasi visual yang membekas, momen yang tidak sekadar dirayakan di hadapan kamera, melainkan diabadikan dalam ingatan kolektif dunia sinema dan mode.

Tatler Asia
Emma Stone dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Above Emma Stone dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Emma Stone dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82

Emma Stone: puisi bordir dalam gerak

Malam itu, di pemutaran Bugonia, Emma Stone melangkah dengan keanggunan tenang, seolah gaun yang dikenakannya bernafas bersamanya. Gaun bustier tulle bordir perak dengan straps dan rok balloon twisted menghadirkan siluet yang memadukan kekuatan dan kelembutan. Bordirnya, terbuat dari 300.000 sequin dan 100.000 tabung faceted, dikerjakan selama lebih dari 2.000 jam, ditutup dengan 310 jam perakitan penuh cinta dan presisi.

Kemewahan tersebut disempurnakan dengan cincin Perception berhiaskan LV Monogram Star-cut diamond 1,07 karat dari koleksi Awakened Hands, Awakened Minds dan Rupture ear cuff dengan sembilan zircon oranye berkilau dari Deep Time. Dengan sentuhan La Beauté Louis Vuitton, Emma menjelma jadi sosok yang tak hanya hadir di karpet merah, tapi seakan melayang di atasnya.

Tatler Asia
Stacy Martin dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Above Stacy Martin dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Stacy Martin dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82

Stacy Martin: pesona dalam biru malam

Sementara itu, Stacy Martin bagaikan melodi tenang di antara hiruk-pikuk kamera. Dalam gaun biru tengah malam berleher bulat, dengan top crêpe jersey dan lengan balloon yang dramatis, ia memancarkan aura klasik yang sekaligus modern. Rok satin sutra yang lembut menambah fluiditas, seakan mengikuti langkahnya di karpet merah.

Gaun ini lahir dari 300 jam kerja tangan yang penuh dedikasi, menggunakan teknik quilting halus untuk menciptakan bentuk lengan yang penuh definisi. Dipadukan dengan Myriad earrings, Origin ring, dan Origin bracelet dari koleksi High Jewelry Deep Time, Stacy tampil sebagai perwujudan harmoni antara seni couture dan keanggunan alami. Sentuhan La Beauté Louis Vuitton dalam palet Nude Mirage dan Rouge Nude Nécessaire menambahkan kesan tak terhapuskan.

Tatler Asia
Alicia Vikander dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Above Alicia Vikander dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Alicia Vikander dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82

Alicia Vikander: drama dalam siluet pita

Di pemutaran The Wizard of The Kremlin, Alicia Vikander hadir bagaikan sosok yang lahir dari layar perak: dramatis, namun memikat. Gaun bustier biru navy dengan lengan maxi bow menciptakan ilusi pita raksasa yang melingkari bahunya, sementara ekor panjang gaun seakan menyapu setiap langkah dengan grasi. Proses pembuatannya memakan waktu 240 jam, setiap jahitan menjadi pernyataan keabadian.

Keanggunan Alicia diperkuat dengan Perception ring berhiaskan LV Monogram Star-cut diamond 1,07 karat dan Elan Vital earrings dengan empat LV Monogram Star-cut diamond dari koleksi High Jewelry Louis Vuitton. Dengan riasan La Beauté Louis Vuitton dalam nuansa Monogram Rouge, ia menjadi definisi elegansi kontemporer.

Tatler Asia
Julia Ducornau dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Above Julia Ducornau dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82
Julia Ducornau dalam balutan gaun Louis Vuitton di Venice International Film Festival yang ke-82

Julia Ducournau: elegansi yang berani

Sebagai presiden juri Orizzonti, Julia Ducournau menutup festival dengan penampilan penuh keberanian. Gaun slip black silk mousseline dengan embroidered top dan multilayered frills skirt, berpadu dengan sandal perak dan tas Petite Malle kulit hitam, memadukan sensualitas lembut dan kekuatan avant-garde.

Bordir gaun tersebut—terbuat dari 6.500 manik iridescent dengan teknik Aari crochet—dikerjakan oleh enam artisan selama 125 jam, menghadirkan tekstur yang berkilau seperti refleksi cahaya Venice di malam hari. Julia memadukannya dengan Tumbler earrings dan bracelet dari koleksi High Jewelry Louis Vuitton, kilauan white gold dan berlian yang menggemakan pesona bintang-bintang di laguna.


Baca juga:

Perayaan gaya yang autentik: malam Asia’s Most Stylish 2025 di Jakarta

Jenna Ortega menghidupkan kembali gaya goth: momen terbaiknya dalam berbusana saat tidak berperan sebagai Wednesday

Dari Rhode hingga Fenty: 9 kemenangan pemasaran kecantikan yang tak terlupakan dalam dekade terakhir

Topics