Epson dan Tulola menghadirkan instalasi multidimensional, menghidupkan jejak narasi budaya lewat teknologi canggih
Di tengah hangatnya senandung budaya yang terus mencari makna di zaman modern, sebuah kolaborasi elegan antara seni, teknologi, dan warisan lokal hadir untuk mengingatkan bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan akar. Di penghujung Juli 2025, Epson Indonesia mempersembahkan sebuah pengalaman seni yang memikat dalam pameran bertajuk Kawan Nusantara: Identitas—sebuah instalasi visual yang bukan hanya memanjakan mata, namun menyentuh jiwa.
Berpadu dalam sinergi yang memukau, Epson menggandeng Tulola, jenama perhiasan dan seni asal Indonesia yang dikenal akan dedikasinya terhadap nilai-nilai budaya lokal. Bersama, keduanya menghadirkan instalasi multidimensional yang tak hanya menampilkan teknologi proyeksi tercanggih, tetapi juga menghidupkan kembali jejak-jejak narasi budaya yang tertanam dalam setiap detail karya.

Dibangun di atas fondasi teknologi proyeksi 3LCD milik Epson, pameran ini bukan sekadar pertunjukan visual. Ia menjadi ruang perenungan—sebuah panggung tempat sejarah, estetika, dan inovasi menyatu dalam bahasa cahaya. Visual yang diproyeksikan dalam karya-karya Tulola menjelma menjadi perpanjangan tangan para seniman, menyampaikan pesan dan emosi dengan kedalaman yang tak bisa disuarakan dengan kata.
“Teknologi seharusnya memperkaya kehidupan dan melestarikan nilai-nilai budaya Nusantara,” ungkap Zanipar S.A. Siadari, Head of Visual Instrument and Corporate Product Marketing, Epson Indonesia. “Kolaborasi ini membuktikan bagaimana proyeksi visual dapat menjadi jembatan lintas generasi—baik di ruang seni, edukasi, maupun diskusi.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Epson menghadirkan beragam perangkat mutakhir: mulai dari Epson EV-115, bagian dari seri Lightscene yang menghadirkan pencahayaan artistik, hingga proyektor short-throw seperti EB-L210SF, EB-L210SW, dan EB-L210W, serta ultra short-throw EB-760Wi untuk instalasi dengan ruang terbatas. Setiap alat dirancang tidak hanya untuk menyatu dengan ruang pamer, tetapi juga memperkuat karya yang ditampilkan—tanpa mengganggu estetika yang melekat padanya.
Teknologi ini tidak hanya efisien dalam konsumsi daya dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan instalasi, namun juga menghadirkan warna-warna yang tajam dan hidup, menjadikannya mitra ideal dalam merayakan keberagaman identitas budaya Indonesia.
Lewat kolaborasi ini, Epson menegaskan perannya bukan hanya sebagai pelopor teknologi visual, melainkan sebagai mitra sejati dalam dunia seni dan pelestarian budaya. Sebuah bukti bahwa inovasi sejati tak hanya soal kecanggihan, tapi juga tentang keberanian untuk menoleh ke masa lalu—dan menjadikannya relevan kembali di masa kini.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, Kawan Nusantara adalah jeda yang menyejukkan. Sebuah pengingat lembut bahwa akar budaya, ketika dipadukan dengan teknologi yang tepat, dapat tumbuh kembali—lebih terang, lebih kuat, dan lebih bermakna.
Baca juga:
Dari gaun perban hingga sandal jepit: tren mode milenial yang kembali menjadi gaya
Koleksi perhiasan pria dari MONDIAL: Simbol gaya, martabat, dan eksplorasi diri







