G-Dragon at Chanel’s collaboration with Frieze in Seoul (Photo: X / @WhiteTamar1)
Cover G-Dragon di acara kolaborasi Chanel dengan Frieze di Seoul (Foto: X / @WhiteTamar1)
G-Dragon at Chanel’s collaboration with Frieze in Seoul (Photo: X / @WhiteTamar1)

Dengan setiap penampilan Chanel, G-Dragon menata ulang batasan mode, memadukan gaya haute couture dan streetwear dengan keunggulan yang hanya bisa ia yang berikan

Begitu G-Dragon melangkah keluar, dunia langsung memperhatikannya. Dikenal tidak hanya karena kejeniusannya dalam bermusik sebagai anggota BIGBANG tetapi juga karena gayanya yang avant-garde, ia memiliki bakat unik yang membuatnya menjadi inspirasi tetap untuk mode kelas atas—terutama Chanel.

Dari perpaduan gaya jalanan dan haute couture yang mudah, hingga kemampuannya dalam menampilkan gaya yang hanya sedikit orang berani melakukannya, penyanyi Power ini telah mengukir namanya sebagai salah satu ikon mode yang paling tidak terduga tetapi selalu menarik perhatian.

Kami menyelami beberapa penampilan Chanel G-Dragon yang menonjol, menangkap esensi setiap penampilan dan pengaruh yang terpancar dari setiap penampilan.

Lebih lanjut dari Tatler: Mendobrak batasan mode: Munculnya mode netral gender di K-pop

Pertunjukan Chanel Cruise 2024/25

Penampilan G-Dragon baru-baru ini di acara Chanel Cruise di Hong Kong merupakan kelas master dalam gaya yang melampaui batas. Mengenakan jaket wol merah muda yang dihiasi dengan aksesori rumit dan bros yang mencolok, ia menarik perhatian sejak ia tiba.

Dengan rambut merah acak-acakan dan kacamata mencolok, ia sekali lagi membuktikan mengapa ia adalah seorang trendsetter. Reaksi di dunia maya beragam—ada yang memuji penampilannya yang tak kenal takut, sementara yang lain mengkritiknya karena terlalu berani untuk usianya. Namun, bukankah itu esensi G-Dragon? Gaya yang tidak pernah berubah.

Chanel dan Frieze

Tatler Asia
G-Dragon at Chanel’s collaboration with Frieze in Seoul (Photo: X / @WhiteTamar1)
Above G-Dragon di acara kolaborasi Chanel dengan Frieze di Seoul (Foto: X / @WhiteTamar1)
G-Dragon at Chanel’s collaboration with Frieze in Seoul (Photo: X / @WhiteTamar1)

Pada kolaborasi Chanel dengan Frieze di Seoul, G-Dragon menunjukkan mengapa ia dikenal sebagai inspirasi Chanel. Ia memadukan kemeja berkerah tinggi dengan jaket kulit vintage, yang menjembatani keanggunan klasik dengan gaya pemberontak. Penampilan ini mengukuhkan statusnya sebagai duta merek, menjadikannya ikon sekaligus orang yang berbeda, yang dengan mudah memadukan mode kelas atas dengan gaya khasnya.

Terkait: Benar-benar berbentuk tabung! Berikut 7 maskara berbentuk tabung yang tahan lama dan mudah dilepas

Tampilan Keberangkatan Bandara

Kepiawaian G-Dragon dalam berbusana dimulai jauh sebelum acara itu sendiri. Setelah terlihat mengenakan kardigan Chanel merah yang dipadukan dengan tas maxi hitam beraksen grafiti, ia benar-benar menjadi bintang avant-garde. Aksesori yang cerah—syal warna-warni, dan kacamata berwarna jingga—mengingatkan kita pada gaya ‘Bojagi’, yang merupakan penghormatan kepada budaya Korea. Penampilannya di bandara langsung menjadi sensasi, sebuah pengingat bahwa G-Dragon tidak hanya mengenakan busana; ia menciptakannya kembali.

Pertunjukan Haute Couture Chanel Spring/Summer 2020

Kembalinya G-Dragon ke dunia mode setelah wajib militer pada tahun 2020 sungguh ikonik. Di peragaan busana haute couture Chanel, ia mengenakan jaket tweed lavender dari koleksi resor, menambahkan sentuhan eklektiknya sendiri: topi Breton dan kemeja bermotif. Dipadukan dengan tas flap Chanel klasik dan sepatu loafer hitam dengan kaus kaki putih, ia menciptakan tampilan yang memadukan feminitas dengan pendekatan avant-garde-nya.

Pameran Chanel Mademoiselle Privé

Tatler Asia
G-Dragon at the Chanel Mademoiselle Privé Exhibit (Photo: WireImage)
Above G-Dragon di Pameran Chanel Mademoiselle Privé (Foto: WireImage)
G-Dragon at the Chanel Mademoiselle Privé Exhibit (Photo: WireImage)

Di pameran Mademoiselle Privé Chanel di Seoul, G-Dragon menunjukkan penguasaan awalnya terhadap mode wanita. Mengenakan jaket wol hijau dan beanie hitam, ia menjelajahi pameran dengan kamera di tangannya, mewujudkan estetika Chanel yang anggun. Penampilan ini menjadi ciri khas hubungannya yang telah lama terjalin dengan merek tersebut, menjadikannya salah satu dari sedikit selebritas pria yang merangkul busana wanita Chanel dengan mudah dan percaya diri.


This story was originally written in English by Angela Nicole Guirral.

Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Angela Nicole Guirral dan diterbitkan pada 6 November 2024. Read the original story here.


BACA SEKARANG

Botol untuk kerutan Anda: Dior Prestige La Micro-Huile de Rose, Clinique Smart Clinical Repair, dan masih banyak lagi

Khas Italia: Pengabdian Dolce&Gabbana Eau de Parfum Intense

Berikut adalah 9 krim tangan terbaik untuk preferensi apa pun

Topics