Cover Mamahami mengapa perempuan elit di Inggris selalu mengenakan Fascinator saat mendatangi acara formal. Image: Hearstapps

Dalam tiap event kerajaan atau momen penting para bangsawan, hiasan kepala yang semarak akan selalu digunakan oleh para tamu perempuan di Inggris. Kenapa? Berikut sejarah singkatnya.

Ya, ​fascinator namanya. Merupakan jenis topi yang sangat menarik perhatian, topi indah ini benar-benar berbeda dengan hal lain di dunia fashion dan selalu sukses menghasilkan beberapa foto menarik seperti yang terlihat pada foto-foto dan video penobatan Raja Charles III, kemarin.

Lalu ingat kembali pada pernikahan kerajaan Duke dan Duchess of Cambridge pada tahun 2011 silam, di mana hampir setiap tamu perempuan memakai hiasan rambut yang mencolok. Putri Beatrice dan Eugenie pun membuat sensasi dengan fascinator rancangan Philip Treacy yang ikonik. Putri Marie-Chantal dari Yunani memakai rangkaian mawar abu-abu-biru yang diletakkan di atas kepalanya. Di samping itu, Victoria Beckham justru memilih hatinator yang relatif lebih sederhana - gabungan antara topi dan fascinator - sementara sosialita Tara Palmer-Tomkinson mencuri perhatian dengan fascinator berbentuk perahu kano yang mengingatkan pada lukisan Georgia O'Keeffe.

Tak dapat dipungkiri bahwa aristokrasi Inggris kini jadi lebih terbatas dalam memakai pakaian yang mencolok selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, fascinators dan hatinator menjadi salah satu opsi mode terakhir yang dipilih oleh kalangan elit dari lingkungan pemerintahan Inggris. Keduanya memungkinkan para aristokrat untuk menunjukkan kesan eksentrik dan gaya mereka secara halus dan elegan tanpa harus memakai pakaian yang berlebihan seperti pada masa lalu. 

Baca lagi: Operation Golden Orb is On: Menyambut Upacara Penobatan Raja Charles III

Tatler Asia
Above Putri Beatrice dan Eugenie saat mengenakan fascinator rancangan Philip Treacy yang ikonik & sensasional. Image: People

Apa itu Fascinator?

Tatler Asia
Above Katy Perry pada penobatan King Charles III. Foto: ENews!
Tatler Asia
Above Suella Braverman pada penobatan King Charles III. Foto: ENews!

Secara singkat, fascinator adalah salah satu jenis topi. Namun, topi ini sangat khas karena desainnya yang unik. Ketertarikan pada topi ini pun meningkat sejak rangkaian royal wedding dan tentu akan meningkat lagi di waktu yang akan datang ketika para aristokrat berkumpul dengan menggunakan topi elegan. Salah satunya ialah pada momen penobatan raja dan ratu.

Namun demikian, ternyata nama fascinator tidak berasal dari fakta bahwa topi ini menarik perhatian (fascinating) melainkan dari kata yang mengacu pada kain renda perempuan Eropa yang biasa dikenakan di sekitar kepala pada abad ke-17 (fastenator)

Teori lain mengatakan bahwa nama tersebut berasal dari kata Latin yaitu "fascinatus", yang berarti 'menggoda' atau 'membuat terpesona'.

Terakhir, ensiklopedia Britannica menggambarkan fascinator sebagai syal kepala yang dirancang untuk menambahkan rasa 'misteri menggoda' pada mode era Victoria. Kata ini pertama kali tercatat di AS pada tahun 1860-an. Pada tahun 1943, kata fascinator muncul di musikal 'Oklahoma!'. Namun, kata tersebut jarang digunakan dalam kosakata bahasa Inggris selama setengah akhir abad ke-20

Baca lagi: Tatlergram: Princess Diana’s Memorable Moments

Siapa yang menciptakan Fascinator?

Tatler Asia
Above Philip Treacy. Image: Beautifulmag
Tatler Asia
Above Stephen Jones. Image: Dazed

Di Eropa, topi boneka muncul pada tahun 1940-an sebagai karya terbaik dalam melawan kemiskinan saat pendudukan Nazi. Oleh sebab itu, menurut perkiraan, fascinator dalam bentuknya yang sekarang dibuat oleh dua perancang topi bernama Stephen Jones dan Philip Treacy. Meski demikian, mereka tidak memberikan nama yang sekarang umum digunakan untuk desain tersebut. Pada tahun 1980-an, Stephen Jones dan Philip Treacy yang berbasis di London mempopulerkan fascinator seperti yang kita kenal sekarang di kalangan elit. Sepanjang dekade itu, salon Covent Garden milik Jones menarik klien kerajaan dan selebritas seperti Putri Diana, Grace Jones, dan Isabella Blow. Baik Jones maupun Treacy masih terkenal dan aktif sebagai perancang topi sampai saat ini (Jones baru-baru ini merancang topi untuk acara runway Marc Jacobs musim gugur 2017). Banyak desain mereka yang dipamerkan pada saat pernikahan kerajaan. Fascinator, yang asal usulnya dapat ditelusuri kembali ke era Victoria di Inggris, ditemukan pada tahun 1990-an sebagai hiasan rambut sederhana yang terdiri dari bulu, klip, dan ikat kepala.

“England is the home of the hats. They’re part of the social fabric of special occasions in British society.” - Philip Treacy,

Sejak kemunculannya kembali, fascinator kemudian telah menjadi bagian penting dari pakaian formal di Inggris dan kerap ditemukan di acara-acara seperti pernikahan kerajaan, Ascot, dan sejenisnya. Menurut pihak berwenang di Ascot, yang dianggap sebagai penilai kualifikasi, fascinator secara resmi adalah bagian dekoratif dari topi. Oleh karena itu, topi yang memiliki hiasan lebih dari 4 inci tidak dapat diklasifikasikan sebagai fascinator.

Dari mana fascinator berasal?

Tatler Asia
Above Marie Antionette yang jadi ikon mode pada abad ke-18. Image: ThoughtCo
Tatler Asia
Above Kemewahan yang selalu ditunjukkan pada pakaian dan hiasan kepala. Image: National Geographic

Fascinator memiliki asal-usul yang dapat ditelusuri kembali hingga abad ke-17 ketika perempuan Inggris terpapar dan mulai mengadopsi banyak prinsip mode Prancis nan elit. Fascinator berevolusi sepanjang tahun 1600 an saat pakaian dengan banyak detail dan mencolok menjadi lebih populer. Charles II pun kembali naik takhta pada tahun 1660, saat itu, ia membawa hasrat penggunaan wig mewah ke Inggris yang membuat kalangan kelas atas terkagum-kagum.

Selama abad ke-18, gaya rambut extravaganza milik Marie Antoinette ternyata memengaruhi mode di seluruh Eropa. Namun pada abad ke-19 saat kondisi perang, resesi, dan kekacauan politik umum terjadi, penampilan Marie Antoinette seketika keluar dari favorit, bahkan di kalangan kelas atas. Hingga saat itu, perempuan Inggris jadi lebih suka dengan gaya rambut 'Belanda', yang menampilkan ikat rambut di atas kepala yang juga dikenal sebagai 'pompom' (terdiri dari pita dan bulu yang diikat pada bagian depan dan samping). Inilah cikal bakal dari hatinator.

Baca lagi: Fabulous Summer Hats to Elevate Your Style

Kapan Mengenakan Fascinator?

Tatler Asia
Above Zara Tindall pada penobatan King Charles III. Image: ENews!
Tatler Asia
Above Lady Gabriella Windsor pada penobatan King Charles III. Image: ENews!
Tatler Asia
Above Lady Louise Windsor pada penobatan King Charles III. Image: Tatler
Tatler Asia
Above Lady Louise Windsor pada penobatan King Charles III. Image: Italy24

Fascinator biasanya hanya dikenakan pada acara formal, terutama pernikahan dan penobatan kenegaraan. Di luar pernikahan, satu-satunya tempat di mana fascinator muncul secara prominent adalah di Ascot. Kenapa? Karena fascinator terlalu mewah untuk dipakai secara santai.

Bagaimana cara Memakai Fascinator?

Tatler Asia
Above Memakai fascinator pun ada cara dan etikanya. Image: stephenjonesmillinery

Fascinator, seperti topi pada acara lainnya, sebaiknya dikenakan di sisi kepala. Tidak masalah memilih sisi mana yang kamu inginkan; kamu bisa memilih sisi manapun yang paling cocok dengan penampilanmu. Terkadang, malah ada fascinator yang digunakan di depan kepala! Tetapi sebaiknya, tempatkan fascinator di atas alis kiri atau kanan.

Apa yang Cocok Dipadukan dengan Fascinator?

Tatler Asia
Above Queen Rania of Jordan pada penobatan King Charles III. Image: ENews!
Tatler Asia
Above Princess Mary of Denmark pada penobatan King Charles III. Image: ENews!

Fascinator harus dipadukan dengan pakaian formal. Namun, di luar itu, kamu bebas memilih apa saja yang cocok dipadukan dengannya. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan saat memilih busana, tergantung acara apa yang akan kamu hadiri. Namun jika kamu melihat bagaimana para tamu di royal wedding atau penobatan kerajaan memadukannya, mereka pasti akan memilih gaun elegan namun sederhana, di mana fascinator disikapi sebagai aksen tambahan yang sempurna untuk memewahkan kesederhanaan pakaian yang dipilih.

Kapan Melepas Fascinator di Pernikahan?

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 4 Sophie Grégoire Trudeau pada penobatan King Charles III. Image: ENews!
Photo 2 of 4 Lady Helen Taylor pada penobatan King Charles III. Image: ENews!
Photo 3 of 4 Pippa Middleton pada penobatan King Charles III. Image: ENews!
Photo 4 of 4 Queen Letizia of Spain pada penobatan King Charles III. Image: ENews!

Ada mitos umum tentang fascinator yang mengatakan bahwa mereka hanya bisa dipakai pada siang hari. Aturan umum penggunaan topi ialah semakin kecil tepinya, semakin siang hari topi itu bisa dipakai. Sebagai contoh, topi tepi lebar paling cocok untuk pagi atau awal siang. Fascinator hampir tidak memiliki tepi dan sering dipakai sebagai cocktail hat. Mereka dapat dipakai kapan saja selama acara pernikahan dan tetap dikenakan sepanjang waktu.

When it comes to an aristocratic or royal wedding, a hat is an absolute essential for a lady. Tradition calls for a morning dress, and morning dress calls for a hat. A royal wedding is upon us” - British etiquette expert William Hanson, “

Baca lagi:

Simplicity and Respectfulness: Princess of Jordan's Royal Wedding

The most eligible royals across the globe

The Evolution of Dress at Kensington Palace

Topics