Melihat kembali evolusi gaun, perhiasan, dan busana lintas zaman di Pameran Crown and Couture Istana Kensington.
Sebagai salah satu pilihan busana, gaun merupakan bentuk pakaian yang sudah ada sejak dahulu. Umumnya, gaun merupakan busana sehari-hari para perempuan, baik itu masyarakat biasa atau sekelas pejabat kerajaan. Perbedaannya terletak pada pilihan kain, ornamen, hingga warna. Namun, di masa kini gaun tak lagi menjadi pilihan busana sehari-hari, mengingat pemakaian gaun dirasa kurang praktis. Umumnya gaun kini digunakan hanya saat acara-acara resmi, agar terlihat lebih anggun dan menawan. Gaun juga tak lagi hanya digunakan oleh perempuan, tetapi juga para lelaki. Pemakaian gaun dan bentuk kreativitas lainnya dapat ditemukan ketika acara-acara tertentu. Seperti misalnya pada rangkaian acara seperti Met Gala, Grammy, atau acara penghargaan lain yang menjadi ajang bergengsi kaum selebritas untuk memamerkan gaya berbusananya. Setiap tahun, acara-acara tersebut memiliki tema kostum yang unik dan nyentrik.

Above Lizzo's Met Gala 2022 dress by Thom Browne. Foto: Historic Royal Palaces.
Salah satunya, seperti yang dikenakan Beyoncé pada ajang Grammy Awards 2017. Gaun berwarna emas dan kerah v-neck itu dirancang oleh Peter Dundas dan dengan cantiknya menampilkan siluet tubuh Beyoncé yang saat itu tengah mengandung. Gaun ini begitu ikonik karena membuat tampilan Beyoncé seolah-olah seperti seorang dewi. Atau ketika Lizzo menghadiri Met Gala 2022 dengan gaun dengan mantel berwarna hitam dan sulaman emas dari Thom Browne sembari membawa flute miliknya. Gaun hijau bervolume dari Christopher John Rogers yang dikenakan oleh Lady Gaga di VMAs MTV 2020, juga layak menjadi salah satu gaun yang ikonik.
Dari keseluruhan tampilan gaun yang dikenakan para selebritis dalam acara-acara penting ini memiliki siluet dan kemiripan dengan gaya busana Istana Kerajaan Inggris pada abad pertengahan.
Untuk mengetahui perjalanan evolusi gaun, perhiasan, dan busana lainnya, Istana Kensington membuka pameran mode bertajuk Crown to Couture yang telah dibuka untuk umum sejak 5 April 2023. Koleksi mode lintas zaman yang disponsori oleh Garrard London, Blavatnik Family Foundation, dan Cunard Line ini, akan dipamerkan hingga 29 Oktober 2023. Mari bersama-sama menelusuri sejarah mode di bawah ini.
Mengenal Koleksi Mode dari Era Georgia hingga Met Gala

Above Gaun Chandelier karya Moscchino yang dipakai oleh Katy Perry saat Met Gala 2019. Foto: Historic Royal Palaces.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, lebih dari 200 karya busana dipajang di pameran mode Istana Kensington. Pameran mode itu menarik perhatian karena menggabungkan budaya mode selebritas masa kini dengan budaya mode masa lalu. Crown to Couture merupakan pameran terbesar Istana Kensington sampai saat ini dan ia menampilkan mode kaum bangsawan pada abad ke-18. Pada masa itu, mereka menggunakan gaun mewah, bentuk rambut yang unik, serta beragam memakai perhiasan dengan batu-batuan mahal untuk meningkatkan status.
Hal ini terlihat dalam gaya busana dari gaun yang dikenakan oleh selebritas dunia, seperti Lizzo, Lady Gaga, hingga Beyonce. Crown to Couture menghadirkan berbagai gaun, pakaian istana, tas tangan, hingga perhiasan. Tidak terkecuali gaun mantua kuning cerah berbahan sutra, yang dianggap sebagai gaun Istana terluas di Inggris sepanjang tiga meter. Kala itu, gaun tersebut dikenakan oleh Lady Helen Robertson dari Ladykirk di tahun 1760 silam. Tidak ketinggalan, koleksi gaun lampu gantung ringan karya Moschino yang dipakai oleh Katy Perry atau gaun Tulle Oscar de La Renta yang dikenakan Billie Eilish di Met Gala 2021.
Menjelajahi Ruangan Pameran dari Satu Tema ke Tema Lain

Above Dress Audrey Hepburn saat Penghargaan Oscar 1954. Foto: Historic Royal Palaces.

Above Queen Victoria's Emerald Tiara.
Ruangan pameran di Istana Kensington membuat pengunjung takjub karena setiap ruang memiliki tema tertentu. Perjalanan dimulai dengan gaun Silver Tissue bersejarah, yang diyakini dipakai oleh Lady Theophila Harris pada 1660-an atau gaun putih anggun yang dikenakan Audrey Hepburn ke Oscar di tahun 1954. Gaun-gaun tersebut menjadi peninggalan bersejarah yang mempengaruhi perkembangan mode dari masa ke masa.
Sejumlah perhiasan yang menjadi penunjang juga turut ditampilkan seperti cincin berlian rancangan Thelma West yang dikenakan Rihanna ke Met Gala 2021 dan anting Fernando Jorge 'Disco' yang dipakai Emily Blunt ke Festival Film Palm Springs 2019. Yang menjadi sorotan di ruang perhiasan adalah Emerald Tiara milik Ratu Victoria yang dibuat oleh Joseph Kitching yang bekerja sama dengan sang suami, Pangeran Albert.
Menengok Mode Glamor di sekitar Galeri Raja

Above Spitalfields Mantua (kanan). Foto: Historic Royal Palaces.

Above Gaun Beyoncé pada Grammy Awards 2017 karya Peter Dundas. Foto: Historic Royal Palaces/Peter Dundas for Dundas
Sebenarnya, terdapat banyak highlight di pameran ini, termasuk tampilan di Galeri Raja yang memperlihatkan beberapa mode busana paling glamor yang pernah dikenakan oleh kaum selebritas dunia. Saat melihatnya, mungkin kamu yang senang dengan dunia mode atau gemar menonton perhelatan akbar Met Gala sudah bisa menebak siapa pemakai gaun tersebut. Busana Billie Eilish, Blake Lively, Timothée Chalamet, dan Iris Law menjadi deretan busana yang diabadikan dalam galeri Raja.
Di sisi lain galeri Raja, terdapat ruangan King’s Presence Chamber yang menampilkan gaun fenomenal dari Beyonce saat hamil di Grammy Awards 2017. Gaun emas itu dirancang oleh Peter Dundas. Sementara di Galeri Ratu, disuguhkan penampilan mode dari abad ke-18 yang terinspirasi dari potongan gaun Jean Paul Gaultier, Edward Crutchley, Simone Rocha, Erdem hingga Moschino.




