Mengusung filosofi minimalisme elegan, COS merayakan materialitas, desain, dan koleksi Spring Summer 2026
Di tengah denyut gaya hidup urban Jakarta yang semakin dinamis, COS akhirnya resmi membuka pintu pertamanya di Indonesia—menandai babak baru dalam lanskap fashion kontemporer di ibu kota. Berlokasi di Plaza Indonesia, butik ini tidak sekadar menjadi destinasi belanja, tetapi juga sebuah ruang yang merayakan desain, materialitas, dan ketenangan estetika khas COS.
Mengambil area seluas 501 meter persegi, toko ini dirancang langsung oleh tim interior internal COS, menghadirkan pendekatan yang menggabungkan arsitektur modern dengan keanggunan yang understated. Fasad luar dilapisi clay lime plaster yang memberikan kesan alami, sementara interiornya didominasi palet warna netral yang menciptakan latar subtil bagi koleksi Spring Summer 2026—mulai dari womenswear hingga menswear serta aksesori.

Above Mengusung filosofi minimalisme elegan, COS merayakan materialitas, desain, dan koleksi Spring Summer 2026

Above Mengusung filosofi minimalisme elegan, COS merayakan materialitas, desain, dan koleksi Spring Summer 2026
Begitu melangkah masuk, pengunjung disambut oleh harmoni material yang dipilih dengan cermat. Lantai terrazzo berpadu dengan karpet wol hasil hand-tufted dari Kasthall, menciptakan fondasi visual yang hangat dan bertekstur. Koleksi ditampilkan melalui rail aluminium yang sleek, serta vitrines dengan rak daur ulang dari Smile Plastics—menegaskan komitmen COS terhadap keberlanjutan.
Elemen desain semakin diperkaya dengan kehadiran meja dari PAPER FACTOR, yang dibuat menggunakan pigmen alami dari bumi, menghadirkan sentuhan taktil yang organik. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah bagaimana ruang ini merangkul kreativitas lokal.

Above Mengusung filosofi minimalisme elegan, COS merayakan materialitas, desain, dan koleksi Spring Summer 2026

Above Mengusung filosofi minimalisme elegan, COS merayakan materialitas, desain, dan koleksi Spring Summer 2026
Salah satunya melalui Raja Chair dari A Toko—kursi ikonik yang dibuat secara handmade menggunakan kayu jati dan rotan, menghadirkan nuansa Indonesia yang autentik di tengah estetika global. Pilihan furnitur lainnya, seperti pouf dan sofa dari NORR11, menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan dan desain yang playful, sementara Cubism Coffee Table mengeksplorasi keindahan alami batu dengan segala ketidaksempurnaannya.
Detail-detail kecil pun tak luput dari perhatian. Sebuah kursi dari Goons—dirancang di Paris dan dibuat dari kayu birch—menambahkan sentuhan kontemporer yang presisi. Di ruang fitting, lampu dinding Bon Bon karya Helle Mardahl menghadirkan siluet menyerupai permen, memberikan aksen playful yang halus namun berkarakter.
Pembukaan ini tidak hanya menjadi debut COS di Indonesia, tetapi juga bagian dari ekspansi strategis brand di kawasan Asia Pasifik, setelah sebelumnya memperluas kehadiran di China, Jepang, dan India. Dengan pendekatan desain yang mengedepankan kualitas, fungsi, dan gaya yang tak lekang waktu, COS membawa perspektif baru dalam cara berpakaian—yang tidak mengikuti tren sesaat, melainkan membangun wardrobe yang bertahan.
Di Jakarta, kehadiran COS terasa seperti sebuah pernyataan: bahwa di tengah hiruk pikuk kota, selalu ada ruang untuk ketenangan, kejelasan, dan keindahan yang sederhana namun bermakna.
BACA JUGA:
Dari Baignoire hingga Roadster, Cartier menghidupkan ikon-kon legendaris pada Watches & Wonders 2026
Onitsuka Tiger Indonesia rayakan warisan lokal lewat kaos edisi spesial dan MEXICO 66™️ PARATY
Longchamp Spring/Summer 2026: saat jiwa Paris berselancar dalam kultur surfing
Topics








