Di BTL Regional Summit & Award Gala 2025, estetika kini dibicarakan sebagai sistem yang melibatkan tubuh, pikiran, dan cara kita merawat keduanya secara berkelanjutan
Selamat datang di era mindful beauty! Data global menunjukkan bahwa 50 persen orang dewasa melaporkan merasa kelelahan secara emosional atau kewalahan secara mental. Angka ini menjelaskan satu hal yang pasti: wellness tidak lagi bisa didefinisikan semata-mata oleh peningkatan penampilan fisik. Kesejahteraan fisik dan mental selalu berkaitan satu sama lain.
BTL Regional Summit & Award Gala 2025 di Phu Quoc, Vietnam, yang berlangsung di JW Marriott Phu Quoc Emerald Bay Resort & Spa pada 29 November - 2 Desember 2025 lalu mengusung tema mindful beauty, sebuah pendekatan yang menempatkan perhatian penuh terhadap tubuh dan pikiran sebagai dasar perawatan estetika. Dalam praktiknya, mindful berarti memahami kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk pola hidup, tingkat stres, dan fase kehidupan yang sedang dijalani.
Baca juga: EXOMIND hadir di Indonesia: teknologi mental wellness untuk hidup urban yang lebih fokus
Above BTL Regional Summit & Award Gala 2025 di Phu Quoc, Vietnam, mengusung tema 'Mindful Beauty'
Above Miss (Dr) Sherina Balaratnam, MBBS, MRCS, MSc memberikan beberapa sesi workshop dan seminar pada BTL Regional Summit & Award Gala 2025
Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari lebih 14 negara—memperlihatkan bagaimana evolusi industri estetika telah berkembang secara global. Para dokter, dermatolog, dan pemilik klinik yang hadir memperoleh wawasan dari pembicara ahli berpengalaman secara internasional mengenai praktik klinis, teknik terbaru, serta bagaimana keseimbangan mental dan emosional berperan dalam mencapai hasil estetika yang optimal.
Above Dr. Sam R. Patel, M.D. MBA menjadi moderator sekaligus pembicara, memberi ruang bagi pertukaran ide yang lebih personal antara dokter, dermatolog, dan para pemilik klinik
Above Para ahli dari berbagai latar belakang berbagi pandangan tentang peran kesejahteraan mental dalam pendekatan estetika yang lebih menyeluruh
Praktik klinis dan sains di balik EMFACE
Salah satu sesi utama adalah EMFACE Scientific Workshop yang dipandu oleh Miss (Dr) Sherina Balaratnam, MBBS, MRCS, MSc dan Dr. Darren Ng, MBBS, FRACGP, FACP, dengan moderator Dr. Sam R. Patel, M.D. MBA. Workshop ini membahas hasil klinis jangka panjang serta integrasi EMFACE dalam praktik sehari-hari.
Seiring bertambahnya usia, wajah tidak hanya mengalami perubahan pada kulit, tetapi juga kehilangan massa otot dan kekuatan jaringan penopang. EMFACE bekerja dengan menggabungkan dua energi, RF (Radiofrekuensi) tersinkronisasi yang menstimulasi kulit dan jaringan konektif untuk kulit dan HIFES™ (Stimulasi Elektromagnetik Terfokus Intensitas Tinggi) untuk mengaktifkan otot wajah. Pendekatan ini dilakukan tanpa downtime dan telah digunakan secara luas, termasuk dalam konteks medis tertentu seperti pemulihan pasien Bell’s palsy atau kelumpuhan sementara pada satu sisi wajah akibat gangguan saraf wajah (saraf fasialis) yang biasanya terjadi secara tiba-tiba.
EMFACE sendiri sudah tersedia di Indonesia, mencerminkan bagaimana teknologi berbasis sains semakin cepat diadopsi dalam praktik estetika lokal.
Above Suasana hari kedua sesi workshop BTL Regional Summit & Award Gala 2025 yang berlangsung di JW Marriott Phu Quoc Emerald Bay Resort & Spa
Above Salah satu sesi utama, EMFACE Scientific Workshop yang menghadirkan Dr. Darren Ng, MBBS, FRACGP, FACP
Psychodermatology dan peran EXOMIND
Sesi sore hari berfokus pada psychodermatology, sebuah pendekatan yang membahas keterkaitan antara kesejahteraan mental, emosi, dan kondisi kulit. Selama bertahun-tahun, sebagian besar pendekatan perawatan berfokus pada tubuh. EXOMIND hadir untuk menantang pola tersebut. Teknologi ini membawa perspektif baru dengan membantu individu merasa lebih baik, tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam. Perangkat non-invasif ini bekerja dengan menstimulasi area otak bernama left dorsolateral prefrontal cortex (L-DLPFC), wilayah yang berperan dalam fokus, regulasi emosi, dan respons terhadap stres. Stimulasi dilakukan secara lembut dan terkontrol, dengan tujuan membantu sistem saraf berada dalam kondisi yang lebih seimbang.
Teknologi ini membawa perspektif baru dengan membantu individu merasa lebih baik, tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam. Dirancang untuk mendukung penanganan kondisi seperti depresi dan kecemasan, perilaku obsesif-kompulsif, hingga binge eating, EXOMIND menempatkan kesehatan mental sebagai fondasi kualitas hidup, bukan sekadar pelengkap.
Bagi banyak dokter dan pemilik klinik, pendekatan ini membuka kemungkinan baru dalam mendukung pasien yang datang dengan keluhan estetika sekaligus kelelahan mental, burnout, atau gangguan tidur. EXOMIND bakal meramaikan pasar Indonesia pada 2026.

Above BTL menghadirkan beragam teknologi yang digunakan tidak hanya dalam estetika, tetapi juga medis dan rehabilitasi. Pendekatan teknologi-teknologi dari BTL ini berfokus pada hubungan antara fungsi tubuh, sistem saraf, dan kualitas hidup—menjadikannya semakin relevan di era mindful beauty
Lebih dari sekadar konferensi
Di luar sesi ilmiah, BTL Summit & Award Gala 2025 juga dirancang sebagai ruang interaksi. VIP Lounge, beach dinner, hingga award gala memberi kesempatan bagi para peserta untuk bertukar pandangan secara informal. Diskusi sering berlanjut di luar ruangan konferensi, memperkuat rasa komunitas di antara para dokter dan praktisi. Beberapa pembicara seperti Prof. Sebastian Cotofana, M.D.,PhD.,Ph.D., Miss (Dr) Sherina Balaratnam, MBBS, MRCS, MSc, Dr. Darren Ng, MBBS, FRACGP, FACP, Dr. Sam R. Patel, M.D. MBA, dan Prof. Calvin Cheng MBBS, FHKAM, FHKCPsych turut menghadirkan sesi mendalam tentang berbagai isu penting yang berkaitan dengan dunia estetika dan kesejahteraan mental.
Awarding ceremony menjadi penutup yang merayakan kontribusi klinisi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam mendorong praktik estetika yang bertanggung jawab dan berbasis sains. Para dokter dan praktisi kecantikan dari Indonesia yang hadir di antaranya, dr. Richard Lee, MARS, AAAM (Athena Beauty Clinic), dr. Reni Effendi (Athena Beauty Clinic), dr. Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, FICS (The Clinic Beautylosophy), dr. Arini Widodo, SM, SpDVE, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG (Klinik Utama Health 360 Indonesia), dr. Ronald Yulianto, M.Biomed (AAM) (Jakarta Derma Clinic), dr. Olivia Wibisono, Sp.DVE (FLORA House of Beauty), dr. Martha, Sp.DVE, M.Kes, FINSDV, dr. Sintha Cahaya Bena (VZUU Clinic), dr. Indira Eka Alisa, Sp.KK, M.Kes (Alisa Skin Clinic), dr. Nuri Usman, Sp.DV (Ri-U SKIN CENTER), Dr. dr. Yulia Siskawati, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV (Lumi Clinic), dan Yuli Yuwono (LOVLOV House of Beauty). Hadir pula Jan Valacai selaku Country Manager BTL Aesthetics Indonesia mendampingi para peserta di setiap sesi dalam BTL Summit & Award Gala 2025.
Mindful Beauty: BTL Regional Summit & Award Gala 2025 di Phu Quoc, Vietnam menunjukkan bahwa estetika terus bergerak menuju pendekatan yang lebih menyeluruh. Kulit, otot wajah, dan kesehatan mental tidak lagi dipahami sebagai entitas terpisah. Melalui diskusi klinis, teknologi, dan pengalaman bersama, pertemuan ini menegaskan satu hal: masa depan estetika terletak pada perhatian yang lebih sadar terhadap tubuh dan pikiran.



