Cover Kemitraan ini secara resmi dijalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada hari Minggu, 18 Mei 2025 (Foto: Paragon Wardah)

Kolaborasi antara Wardah dan Al Mujadilah Qatar Foundation berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pendidikan, komunitas, dan kepemimpinan berbasis nilai-nilai keimanan

Untuk perempuan, oleh perempuan—kolaborasi ini berakar pada misi bersama untuk memberdayakan perempuan.

ParagonCorp Wardah dan Al Mujadilah merayakan momen bersejarah pada 18 Mei 2025. Kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam komitmen bersama untuk memberdayakan perempuan Muslim melalui kepemimpinan yang berorientasi pada tujuan, dialog kebijakan global, dan keterlibatan berbasis komunitas dalam Ekosistem Halal Global.

Baca selengkapnya: Berencana jalan-jalan ke Doha? Berikut cara menikmati Qatar ala Tatler

Bersama-sama, ParagonCorp Wardah dan Al Mujadilah bertujuan untuk menyediakan ruang dan platform yang aman bagi kepemimpinan pemikiran, membina para pemimpin perempuan baru dalam keimanan, kebijakan, dan dampak sosial, serta memperkuat hubungan Indonesia–Qatar melalui nilai-nilai dan visi bersama.

Tatler Asia
Above Retno Marsudi, Dr. Sari Chairunnisa, Amalia Sarah Santi, Elfira Loy, Dewi Sandra, dan Prof. Dr. Sohaira Siddiqui di Pusat dan Masjid Al-Mujadilah (Foto: Paragon Wardah)

Sebagai lembaga perintis yang berlokasi di Doha, Qatar, Pusat dan Masjid Al-Mujadilah untuk wanita didedikasikan untuk memberdayakan wanita Muslim melalui program keagamaan, pendidikan, dan sosial. Didirikan pada tahun 2024 oleh Yang Mulia Sheikha Moza binti Nasser, Ketua Qatar Foundation, pusat ini bertujuan untuk memperkuat identitas Islam di kalangan wanita dan menyediakan platform bagi partisipasi aktif mereka dalam wacana publik.

Lihat juga: 7 Keajaiban Arsitektur di Qatar

Al-Mujadilah menawarkan lebih dari 100 program, termasuk kursus menghafal Al-Quran, refleksi tentang Hadits, lokakarya pengembangan pribadi, dan inisiatif penelitian. Program-program ini dirancang dengan berkonsultasi dengan para wanita Muslim untuk mengatasi isu-isu kontemporer dan mendorong keterlibatan intelektual.

Kemitraan ini dirayakan oleh tokoh-tokoh perempuan terkemuka dari bidang diplomasi, kepemimpinan global, industri kecantikan halal, dan pemberdayaan perempuan yang hadir. Mereka termasuk Retno Marsudi, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia dan anggota Dewan Wardah; Dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE, Wakil CEO ParagonCorp; Amalia Sarah Santi, EVP & CMO ParagonCorp; Elfira Loy, Duta Merek Wardah Malaysia; Dewi Sandra, Duta Merek Wardah Indonesia dan tokoh masyarakat; dan Prof. Dr. Sohaira Siddiqui, Direktur Eksekutif Al Mujadilah QF.

Tatler Asia
Above Elfira Loy, Brand Ambassador Wardah Malaysia (Foto: Paragon Wardah)

Wardah hadir di Malaysia pada tahun 2017 dan sejak saat itu telah menjadi merek kecantikan halal yang digemari. Sebagai bagian dari delegasi Malaysia, Elfira Loy juga hadir untuk menyaksikan acara penting tersebut.

This journey isn’t just about makeup or appearances. It’s about how we as women learn to be independent, love ourselves, and be an inspiration to other women.

- Elfira Loy -

Acara ini juga menandai penunjukan Dr. Sohaira Siddiqui sebagai Penasihat Strategis untuk Paragon Wardah. Dr. Siddiqui adalah seorang advokat yang berdedikasi untuk pendidikan dan kepemimpinan dan akan memainkan peran penting dalam memajukan ekosistem halal global dan memperkuat inisiatif Paragon Wardah dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan kepemimpinan.

Lihat juga: Di balik merek: Sacha Mitic tentang filosofi kesederhanaan Sachajuan

“Seiring kita mengarungi dunia yang semakin saling terhubung dan kompleks, diplomasi tidak lagi hanya tentang urusan negara, tetapi juga tentang orang-orang, empati, dan kemajuan kolektif. Sepanjang perjalanan saya dalam diplomasi, saya telah melihat bagaimana perempuan membawa gaya kepemimpinan transformatif yang berakar pada empati, ketahanan, dan kolaborasi. Melalui kolaborasi seperti ini, kita dapat membuka jalur baru bagi perempuan Muslim untuk memimpin secara global, tidak hanya dalam politik dan diplomasi, tetapi juga dalam bisnis, pendidikan, dan budaya. Kemitraan ini merupakan langkah yang berarti dalam membangun jembatan lintas negara dan menciptakan platform inklusif tempat perempuan dapat tumbuh dan memimpin dengan tujuan,” kata HE Retno Marsudi, yang duduk di Dewan Paragon Wardah Stewardship for Global Impact.

Melalui Paragon Wardah, ParagonCorp terus memperjuangkan kemajuan peran perempuan dengan menciptakan ruang inklusif untuk pertumbuhan dan kepemimpinan. Prakarsa seperti House of W (HoW) dan program pembelajaran, kepemimpinan, dan sosial perempuan global lainnya mencerminkan komitmen kuat merek tersebut untuk mengangkat derajat perempuan Muslim di Indonesia sekaligus berkontribusi pada gerakan global yang lebih luas untuk kepemimpinan perempuan.

Seiring dengan ekspansi internasionalnya, Paragon Wardah tetap berkomitmen untuk mengembangkan platform tempat wanita dapat memimpin dengan iman dan tujuan, serta menginspirasi perubahan transformatif lintas batas.


This story was originally written in English by Aina Nur Sarah.

Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Aina Nur Sarah dan diterbitkan pada 26 Mei 2025. Read the original story here.

BACA SEKARANG

Dokter bedah perintis, Dr. Harjit Kaur mengatakan seperti inilah prioritas kesehatan payudara wanita

Eksklusif: Temui Jess Khan-Lee, aktris yang membuat Hong Kong bersinar dalam film terbaru 'Mission: Impossible'

Jadikan belajar bahasa Mandarin menyenangkan: Dragon Academy milik Cheryl Mainland menggunakan cerita dan teknologi untuk merevolusi pendidikan bahasa Mandarin

 

Topics