Cover Ika Permatasari Olsen, perempuan Indonesia yang berlayar mengarungi Laut Mediterania.

Ekspedisi perempuan asal Surabaya dalam mengarungi Laut Mediterania.

Manusia punya banyak cara untuk menikmati hidup. Tak melulu harus mengikuti preferensi terbanyak yang dianut orang lain, seseorang justru bisa menonjol karena cara hidup unik yang dijalaninya. Barangkali itulah yang terjadi pada Ika Permatasari-Olsen. Perempuan asal Surabaya tersebut telah menjalani kehidupan nomaden di lautan sejak 2018. Bersama suaminya, Oyvind Olsen, ia menjelajah perairan Mediterania, melintasi berbagai negara, hingga mendedikasikan diri sebagai relawan untuk membersihkan sampah di pantai-pantai Norwegia.

Dalam perjalanan berlayarnya tersebut, Ika banyak menemui hal-hal menarik sekaligus menantang. Ia membagikan kehidupan sehari-harinya sebagai seorang pelayar melalui sosial media pribadinya. Foto-foto lautan yang cantik, matahari terbenam, hingga tempat-tempat baru yang jarang dikunjungi orang bisa dengan mudah ditemukan pada akun Instagramnya yang diberi nama @janedoeisliving. Ika juga tak segan menceritakan pengalaman atau hal yang dipikirkannya dalam caption.

Pengalaman yang dibagikan Ika tersebut lantas menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya netizen yang mengikuti akunnya. Ika tak segan memberikan beragam informasi terkait dunia pelayaran, hingga perjalanan ke lokasi-lokasi yang bisa menjadi destinasi wisata. Perannya sebagai seorang perempuan Indonesia yang menjelajah lintas benua juga menuai banyak decak kagum. Bahkan dalam beberapa kesempatan Ika senantiasa mengenalkan budaya Indonesia dengan mengenakan kebaya atau memasak makanan Indonesia.

Simak kisah perjalanannya dalam tulisan di bawah ini.

Berlayar dengan yacht North Eagle

Tatler Asia
Above Yacht North Eagle, tempat tinggal Ika selama 5 tahun terakhir. Foto: Instagram @janedoeisliving.
Tatler Asia
Above Bagian dapur dari yacht milik Ika. Foto: Instagram @janedoeisliving.

Kapal yang ditinggali Ika dan sang suami merupakan yacht bernama North Eagle (NE), yang memiliki model Beneteau 57 keluaran 2004. Ika sempat memaparkan beberapa area dalam yacht tersebut, seperti area deck belakang tempat berjemur, deck depan dipergunakan sebagai tempat untuk menyimpan kapal kecil, hingga area saloon yang menjadi tempat favoritnya karena ada televisi di area tersebut. Tak lupa, ada area galley yang difungsikan sebagai dapur tempat Ika menghasilkan “makanan-makanan ajaib”. Untuk mengakali kondisi kapal ketika diterpa angin kencang atau miring, Ika melengkapi kompornya dengan gimbal agar posisinya tetap stabil. 

Mahir mengoperasikan dan memelihara bagian kapal

Tatler Asia
Above Telah berlayar sejak tahun 2018, Ika handal dalam mengoperasikan yacht. Foto: Instagram @janedoeisliving.

Tak hanya tinggal di dalam kapal, Ika juga handal dalam mengemudi dan memelihara bagian-bagian kapal tersebut. Meski terdapat opsi untuk mengandalkan jasa profesional, Ika dan suami merasakan kepuasan sendiri ketika berhasil membenahi bagian kapal yang bermasalah. Ia pun rajin membaca buku manual. Bahkan bertemu dengan badai di tengah laut Corfu, Yunani, tak menyurutkan semangatnya untuk terus berkelana di lautan luas. Bagi Ika, badai hanyalah sebuah bagian kecil untuk menjadikannya seorang pelaut andal.

Tetap bekerja kantoran dari jarak jauh

Tatler Asia
Above Meskipun hidup secara nomaden, Ika memiliki pekerjaan di sebuah perusahaan IT Surabaya. Foto: Instagram @janedoeisliving.

Tak hanya menjadi pelayar handal, Ika juga bekerja secara remote untuk sebuah perusahaan IT di Surabaya. Untuk membangun suasana hati yang baik dalam bekerja, Ika punya rutinitasnya sendiri.  Setelah bangun di pagi hari, ia akan berdandan dengan lipstick dan mengenakan setelan formal favoritnya. Selanjutnya, ia akan menyeduh kopi dan duduk untuk bekerja di “kantor”nya. Tak jarang ia juga mengenakan heels untuk semakin meningkatkan semangatnya dalam bekerja meskipun tengah berada di tengah lautan. Meski begitu, ketika cuaca sedang tak bersahabat, Ika memilih mengenakan pakaian yang nyaman untuk bekerja dari dalam kapal.

Aktif jadi relawan

Tatler Asia
Above Dalam pelayarannya, Ika juga seringkali membersihkan limbah plastik di tepi pantai. Foto: Instagram @janedoeisliving.

Kala pandemi Covid-19 memuncak, Ika menghabiskan waktu untuk membersihkan limbah plastik di pantai-pantai Norwegia. Tidak sendiri, ia bekerja di bawah payung organisasi nirlaba bernama In the Same Boat. Organisasi tersebut memang punya misi untuk membebaskan pantai Norwegia dari limbah plastik.  Ika menuturkan bahwa ia dan rekan-rekan relawannya di In the Same Boat pernah mengumpulkan 1,7 ton sampah selama 2,5 hari saja di area Tromso. Ia berharap ke depannya tak ada lagi burung yang memakan botol plastik atau domba yang terjebak dalam limbah jaring-jaring.

Bangga berbudaya Indonesia

Tatler Asia
Above Merayakan International Women's Day dengan mengenakan kebaya. Foto: Instagram @janedoeisliving.
Tatler Asia
Above Ika membuktikan bahwa kebaya dapat dipakai dalam situasi apapun. Foto: Instagram @janedoeisliving.

Mengarungi lautan Mediterania tak lantas membuat Ika menanggalkan jati dirinya sebagai warga negara Indonesia. Beberapa kali ia berlayar mengenakan sembari memperkenalkan budaya Indonesia, yaitu dengan mengenakan kebaya. Ika membuktikan bahwa kebaya telah menjadi jati diri yang khas bagi perempuan Indonesia dan meski berkebaya, tidak membuatnya kesulitan dalam bergerak juga mengoperasikan kapal.

Topics