Superyacht dengan gaya interior art deco berpadu kemewahan ala karakter Jay Gatsby
Dalam film The Great Gatsby, karakter Jay Gatsby begitu lekat dengan kemewahan. Ia selalu dikelilingi dengan pesta silih berganti, jamuan makan malam, dan beragam benda mewah. Meski tidak bersinggungan langsung, Jay Gatsby adalah sosok ikonik yang sedikit banyak memberi peran dalam desain superyacht mewah terbaru karya Christian Leyk ini. Seandainya superyacht Steamer 888 telah ada di masa itu, maka kendaraan ini tentu akan menjadi salah satu benda favorit Jay Gatsby.
Seperti yang telah disebutkan, Steamer 888 dirancang oleh Christian Leyk dari Coquine![design] dan untuk bagian interior, studio desain Silvia Iraghi adalah sosok kuncinya. Dengan panjang mencapai 88 meter, Steamer 888 ini merupakan superyacht yang tak hanya mewah, tetapi juga memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut ada pada desainnya yang mengadaptasi gaya art deco yang biasanya diaplikasikan dalam bentuk bangunan. Sebagai gambaran, kamu dapat menemukan gaya art deco dalam beberapa bangunan terkenal di Indonesia, seperti bangunan halte Museum Fatahillah (Jakarta), Villa Isola (Bandung), dan Hotel Bidakara Grand Savoy Homann (Bandung). Steamer 888 juga mengadaptasi desain dari sebuah bangunan, yaitu Gedung Chrysler yang telah berdiri di Manhattan, New York sejak 1930. Sempat menjadi gedung tertinggi di dunia selama 11 bulan, Gedung Chrysler termasuk salah satu karya art deco terfenomenal.
Steamer 888 mampu menampung hingga delapan tamu dan menawarkan tiga dek luar yang dapat dinikmati oleh tamu dengan fasilitas kolam renang, pusat kebugaran, dan area beach club yang luas. Selain itu, tersedia juga garasi besar untuk menyimpan kapal karet dan peralatan laut, serta opsi untuk mendaratkan dan menyimpan helikopter di hanggar yang disediakan.
Simak detail kemewahannya berikut ini.

Above Foto: Coquine![design]
Adaptasi gaya yang jauh dari kesan kuno
Meski mengadaptasi sebuah gaya yang telah ada sejak hampir seabad yang lalu, Steamer 888 tetap jauh dari kesan kuno. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, sebab sang perancang memadukan gaya art deco dengan proporsi badan kapal yang ramping dan efisien. Hal itu menimbulkan kesan modern dan glamor dalam keseimbangan yang tepat, tak terlalu berlebihan. Secara eksplisit, Leyk memaparkan bahwa desain kapal ini merupakan perpaduan dari desain kereta uap New York Central Hudson, jet Lockheed L-1049 Super Constellation, dan pemanggang roti Dualit. Uniknya, meskipun menggabungkan banyak referensi, desain akhir Steamer 888 tetap terlihat ringkas, simpel, namun berkesan.
Desain interior yang berkesan

Above Foto: Coquine![design]

Above Foto: Coquine![design]
Beralih ke desain interior, panjang lambung kapal ini mencapai 290 kaki, namun volume interiornya seakan seperti sebuah superyacht dengan panjang lambung hanya 200 kaki. Bukan tanpa alasan, hal ini dimaksudkan agar ruangan dalam kapal tidak terlalu banyak dijejali fasilitas yang berlebihan dan dek.
Hasil akhirnya, kapal ini memiliki area salon dan suite utama yang luas, lounge kedua, hingga sebuah kabin yang bisa memuat delapan tamu. Iraghi dengan berani menegaskan gaya art deco dengan bentuk-bentuk geometris yang berani serta detail yang dekaden. Pilihan warna yang ia gunakan juga seakan ingin membangkitkan kekayaan warna di era 1920-an.
Totalitas kemewahan luar-dalam

Above Foto: Coquine![design]

Above Foto: Coquine![design]
Lebih lanjut, sang desainer menjatuhkan pilihan pada furnitur dan ornamen berbentuk bulat untuk menciptakan kesan fluiditas dan beberapa bahan mewah untuk menghubungkan satu ruangan dengan ruangan lainnya. Puncak kemegahan desainnya ada pada langit-langit kapal yang terbuat dari panel resin yang telah diberi cahaya. Tujuannya untuk menciptakan tampilan seperti sehelai kain yang tersampir. Kesan mewah masih berlanjut pada desain eksterior kapal. Tiga dek eksterior Steamer 888 dilengkapi dengan kolam renang, klub pantai, dan garasi. Leyk bahkan memiliki ide-ide cemerlang untuk runabout yang cocok melengkapi kapal garapannya, yakni sesuatu yang menampilkan aluminium dan paku keling yang dipoles beserta mesin pesawat yang dialihfungsikan.
Baca Juga
Tatler Luxury Report: From the Newest Hotels to Grand Yachts
Tatler Luxury Tour: Keliling Presidential Suite Bareng Influencers, Cindy Karmoko
The Suite Spot: Inside a Luxurious Balinese Resort That Is The Epitome of Conscious Living




