'Jalan kaki ala Jepang' memimpin gelombang tren yang menunjukkan bagaimana teknik dan rutinitas mengubah cara orang berjalan saat ini
Berjalan telah berevolusi dari gerakan dasar manusia menjadi serangkaian praktik yang ditentukan oleh budaya, tren kebugaran , dan media sosial. Apa yang dulunya merupakan cara sederhana untuk menjernihkan pikiran atau menempuh jarak pendek kini hadir dalam berbagai bentuk yang menarik bagi berbagai tujuan. Beberapa berfokus pada postur dan teknik, yang lain berfokus pada kecepatan atau kemiringan. Orang-orang memilih versi yang sesuai dengan jadwal atau preferensi mereka, baik mereka menginginkan struktur, variasi, atau cara yang lebih santai untuk tetap aktif. Hasilnya adalah beragam gaya berjalan, mulai dari jalan kaki ala Jepang hingga metode 12-3-30, yang dapat diadaptasi untuk rutinitas harian tanpa peralatan khusus.
Baca selengkapnya: Bagaimana berjalan kaki dapat menghasilkan kota yang lebih berkelanjutan
Jalan kaki ala orang Jepang

Above Jalan kaki ala Jepang adalah metode yang didukung oleh sains yang menggabungkan postur, kecepatan, dan interval waktu untuk latihan berdampak rendah dan melibatkan seluruh tubuh (Foto: Freepik)
Jalan kaki ala Jepang mengacu pada metode interval berbasis penelitian yang dikembangkan di Jepang, yang bergantian antara tiga menit jalan cepat dengan tiga menit pemulihan yang lebih lambat. Pendekatan ini berasal dari Universitas Shinshu, tempat para ilmuwan merancangnya untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan kaki, dan kesehatan metabolisme dengan cara yang tetap ramah sendi. Metode ini kembali menjadi tren karena tidak memerlukan peralatan dan mudah dimasukkan ke dalam rutinitas 30 menit.
Studi terbaru menunjukkan bahwa jalan kaki ala Jepang dapat memberikan manfaat yang lebih besar daripada jalan kaki sedang yang berkelanjutan. Pergeseran kecepatan yang terstruktur membantu meningkatkan detak jantung tanpa dampak yang tinggi, sekaligus tetap mudah diakses oleh berbagai usia. Banyak orang menggunakannya sebagai alternatif yang efisien waktu dibandingkan target berbasis langkah, karena intervalnya memberikan manfaat yang terukur bahkan ketika jadwal padat.
Teknik adalah kuncinya. Jalan kaki ala Jepang mendorong postur tubuh yang tegak, gerakan tumit-ke-ujung kaki yang terkontrol, dan ayunan lengan yang disengaja selama fase-fase yang lebih cepat. Beberapa sumber mengaitkan isyarat-isyarat ini dengan filosofi jalan kaki Jepang kuno yang menekankan gerakan halus dan efisien. Popularitasnya mencerminkan minat pada praktik-praktik sederhana dan berulang yang menambah intensitas tanpa kerumitan.
Hot girls walk
Jalan-jalan santai ala cewek seksi berawal di media sosial sebagai praktik untuk membangkitkan suasana hati, yang berfokus pada jalan-jalan santai di luar ruangan yang dipadukan dengan self-talk positif atau penetapan niat. Tren ini dipopulerkan oleh kreatornya, Mia Lind, di awal pandemi, ketika jalan kaki harian menjadi cara praktis untuk memecah waktu berjam-jam di dalam ruangan. Tren ini menyebar melalui video-video pendek yang menampilkan jalan-jalan santai tanpa gangguan di lingkungan sekitar, taman, atau tepi laut, yang seringkali dibingkai sebagai waktu untuk berpikir jernih tanpa gangguan digital. Fokusnya bukanlah performa atletik, melainkan gerakan yang stabil dan pola pikir yang tenang.
Banyak yang menganggapnya sebagai cara untuk menciptakan struktur waktu dalam keseharian, terutama bagi mereka yang bekerja dari rumah atau memiliki jadwal yang tidak teratur. Aktivitas ini menarik bagi mereka yang menginginkan aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di sela waktu istirahat makan siang atau malam hari. Popularitasnya berasal dari hambatan masuk yang rendah dan rasa rutinitas yang muncul karena mengulang rute yang sama dari waktu ke waktu, serta unsur sosial berupa berbagi kemajuan atau pemandangan secara daring.
Teknik 12-3-30

Above 12-3-30 adalah rutinitas treadmill yang memadukan tanjakan curam dengan kecepatan tetap untuk latihan seluruh tubuh yang efisien dan berdampak rendah (Foto: Tawatchai07/Freepik)
12-3-30 menjadi terkenal sebagai rutinitas treadmill setelah penciptanya, Lauren Giraldo, membagikannya di YouTube dan kemudian TikTok. Pengaturan tetapnya membuatnya mudah diikuti dan ditiru. Rutinitas ini melibatkan berjalan dengan kemiringan 12 persen dan kecepatan 3 mil per jam selama 30 menit, kombinasi yang meningkatkan kebutuhan kardiovaskular tanpa memerlukan pengalaman berlari. Tanjakan yang curam menantang kaki dan inti tubuh sekaligus menjaga gerakan tetap rendah dampak, sehingga banyak orang menerapkannya saat berjalan di luar ruangan terbatas karena cuaca atau kualitas udara.
Daya tariknya terletak pada strukturnya. Rutinitas ini menghilangkan keraguan, sehingga pengguna dapat memantau konsistensi dan merasakan peningkatan stamina atau kenyamanan seiring waktu. Karena pengaturannya tetap sama, program ini cocok bagi mereka yang lebih menyukai sesi latihan yang mudah dan praktis tanpa perlu menyesuaikan kecepatan atau gradien selama latihan. Bagi pengunjung pusat kebugaran yang menginginkan opsi efisien yang sesuai dengan kunjungan standar, 12-3-30 berfungsi sebagai format yang mudah diprediksi dan dapat diulang, sehingga terasa nyaman bahkan di hari-hari sibuk.
Jalan kaki 6-6-6

Above Jalan kaki 6-6-6 adalah rutinitas terstruktur dan berbasis waktu yang meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan konsistensi dengan jalan kaki harian yang dapat diatur (Foto: Freepik)
Tren jalan kaki 6-6-6 adalah rutinitas terstruktur yang populer di media sosial karena kesederhanaan dan konsistensinya. Rutinitas ini berfokus pada jalan cepat selama 60 menit, enam kali seminggu, yang dibarengi dengan pemanasan dan pendinginan selama enam menit. Beberapa versi juga menyarankan untuk memulai pukul enam pagi atau enam sore, sehingga latihan ini memiliki waktu yang dapat diprediksi. Format ini dirancang untuk menjaga upaya dalam rentang aerobik sedang yang dapat dipertahankan bagi kebanyakan orang.
Daya tariknya terletak pada kecepatan yang stabil dan durasi yang panjang, yang dapat mendukung kesehatan kardiovaskular tanpa tekanan yang berdampak tinggi. Para pelatih sering menekankan keselarasannya dengan latihan gaya Zona 2, di mana tubuh dapat mempertahankan gerakan sambil tetap melatih jantung dan paru-paru. Strukturnya cukup sederhana untuk pemula namun cukup konsisten bagi mereka yang ingin membangun rutinitas sepanjang minggu. Banyak juga yang menggunakan sesi malam untuk melepas lelah setelah bekerja, karena satu jam tanpa gangguan dapat berfungsi sebagai jeda antara latihan siang hari dan sisa latihan di malam hari.
Karena mengandalkan waktu, alih-alih kecepatan atau kemiringan, jalan kaki 6-6-6 mudah beradaptasi dengan berbagai tingkat kebugaran. Beberapa orang menggunakannya di luar ruangan pada rute datar, sementara yang lain melakukannya di atas treadmill selama musim ramai. Kejelasan dan pengulangan rutinitas ini menjadi inti popularitasnya, memberikan orang tujuan yang mudah dicapai dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Posture walking
Berjalan dengan postur berfokus pada penyelarasan dan gerakan terkontrol, berdasarkan prinsip-prinsip yang umum digunakan dalam fisioterapi dan pelatihan gaya berjalan. Para praktisi menjaga tulang belakang tetap tegak, panggul tetap netral, dan bahu tetap rileks, sambil memperhatikan bagaimana kaki mendarat dan mendorong. Tujuannya adalah untuk mendorong pola gerakan yang efisien dan mengurangi ketegangan akibat kebiasaan seperti membungkuk atau melangkah terlalu jauh. Beberapa pelatih menganjurkan langkah awal yang lebih lambat untuk membantu orang mengenali perubahan postur saat mereka mempercepat langkah, membawa tas, atau berjalan di permukaan yang tidak rata.
Gaya ini sering dikaitkan dengan ergonomi tempat kerja, di mana duduk terlalu lama berkontribusi pada pinggul yang kaku dan bahu yang membulat. Berjalan dengan postur tubuh yang benar dapat membantu mengatasi kecenderungan tersebut dengan memperkuat postur tegak selama aktivitas rutin. Gaya ini dapat diadaptasi untuk istirahat pendek di siang hari atau dimasukkan ke dalam sesi yang lebih panjang, dan banyak orang menggunakannya sebagai cara berintensitas rendah untuk membangun kesadaran tubuh sebelum beralih ke jalan yang lebih cepat atau lebih bervariasi. Metode ini tetap sederhana dan hanya memerlukan pemeriksaan postur tubuh secara berkala, alih-alih peralatan eksternal atau petunjuk arah.
Gaya berjalan ini mencerminkan beragam tujuan, mulai dari teknik, rutinitas, hingga latihan tanjakan. Semuanya dapat disesuaikan dengan jadwal individu dan dapat menjadi cara yang stabil dan mudah diakses untuk memasukkan aktivitas ke dalam kehidupan sehari-hari.
This story was originally written in English by Chonx Tibajia.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Chonx Tibajia dan diterbitkan pada 17 November 2025. Read the original story here.
Topics




