Pada April 2026 mendatang, COMO Hotels and Resorts mengajak para pencinta fotografi dan perjalanan bermakna untuk menyelami Kerajaan Himalaya ini melalui COMO Journey: Bhutan Through the Lens
Di antara pegunungan Himalaya yang menjulang dan doa-doa yang berembus bersama angin, Bhutan menawarkan pengalaman perjalanan yang tak sekadar tentang destinasi, melainkan tentang cara melihat. Pada April 2026 mendatang, COMO Hotels and Resorts mengajak para pencinta fotografi dan perjalanan bermakna untuk menyelami Kerajaan Himalaya ini melalui COMO Journey: Bhutan Through the Lens—sebuah retret fotografi eksklusif selama enam hari yang dipimpin oleh fotografer perjalanan ternama sekaligus Leica Ambassador, Christina Tan, bekerja sama dengan Leica Store Jakarta.
Diselenggarakan pada 14–19 April 2026, program ini menjadi perwujudan komitmen COMO terhadap pengalaman yang berakar pada tempat dan waktu—perjalanan yang mengajak tamu untuk melambat, mengamati dengan lebih jernih, dan terhubung secara lebih dalam dengan lanskap maupun budaya lokal. Melalui perpaduan eksplorasi kreatif, bimbingan fotografi, dan keramahan khas COMO, Bhutan disajikan bukan sebagai latar, melainkan sebagai pengalaman hidup yang utuh.

Above Melihat Bhutan dengan Cara yang Berbeda bersama COMO Journey: Bhutan Through the Lens
Perjalanan ini berlabuh di dua properti ikonis COMO di Bhutan: COMO Uma Paro dan COMO Uma Punakha. Keduanya menjadi titik keseimbangan antara eksplorasi dan peristirahatan, dengan pemandangan pegunungan yang dramatis, desain yang menenangkan, serta sajian kuliner yang merefleksikan cita rasa lokal dan filosofi hidup sehat.
“COMO Journeys dirancang untuk membawa tamu lebih dekat ke jiwa sebuah destinasi—bukan sekadar berkunjung, tetapi benar-benar melihat,” ujar Sonam Wangchuk, General Manager COMO Uma Bhutan. “Bhutan memiliki ritme dan spiritualitas yang berjalan dengan kecepatannya sendiri. Dipandu oleh visi artistik Christina Tan, perjalanan ini membuka ruang bagi tamu untuk menemukan Bhutan melalui rasa ingin tahu, keheningan, dan ekspresi kreatif.”

Above Melihat Bhutan dengan Cara yang Berbeda bersama COMO Journey: Bhutan Through the Lens
Sebagai fotografer perjalanan yang karyanya kerap tampil di Condé Nast Traveller dan Forbes Travel Guide, Christina Tan dikenal lewat pendekatan visual yang puitis dan emosional. Dengan basis penggemar global melalui akun @sassychris1, ia membawa kepekaan visualnya ke Bhutan melalui lokakarya praktis dan sesi pemotretan terpandu—membantu peserta mengasah teknik sekaligus membangun narasi visual yang lebih personal dan bermakna.
Itinerary selama enam hari ini menyingkap kontras epik Bhutan, dimulai dari Paro Valley, dengan hamparan sawah, kuil-kuil lokal, dan kehidupan sehari-hari yang tenang. Perjalanan berlanjut ke Thimphu dan Dochu La Pass, di mana para peserta memotret Buddha Dordenma yang monumental serta panorama Himalaya yang membentang di balik 108 chorten ikonis.

Above Melihat Bhutan dengan Cara yang Berbeda bersama COMO Journey: Bhutan Through the Lens
Di Punakha Valley, pengalaman visual semakin kaya. Dari kemegahan Punakha Dzong hingga Chimmi Lhakhang yang legendaris, lembah ini menyuguhkan potret budaya Bhutan yang hidup—para biksu berjubah merah, terasering hijau, dan vegetasi tropis yang kontras dengan latar pegunungan.
Puncak perjalanan ditandai dengan pendakian pagi hari menuju Taktsang Tiger’s Nest, biara paling ikonis di Bhutan yang bertengger dramatis di tebing setinggi 3.100 meter. Para tamu dapat memilih untuk mendaki atau berkendara hingga titik pandang tertentu, sebelum mengabadikan mural, air terjun, dan bentang lembah yang membentang luas—sebuah momen kontemplatif yang menutup perjalanan dengan kesan mendalam.

Above Melihat Bhutan dengan Cara yang Berbeda bersama COMO Journey: Bhutan Through the Lens
Setiap malam, setelah hari yang sarat eksplorasi visual, para tamu kembali ke kenyamanan COMO Uma Paro atau COMO Uma Punakha untuk menjalani ritual pemulihan—mulai dari Bhutanese Hot Stone Bath, terapi COMO Shambhala, hingga santapan bergizi yang terinspirasi dari cita rasa lokal. Di sinilah tubuh beristirahat, pikiran menenangkan diri, dan pengalaman hari itu menemukan resonansinya.
COMO Journey: Bhutan Through the Lens bukan sekadar perjalanan fotografi. Ia adalah undangan untuk melihat dunia dengan lebih perlahan, lebih sadar, dan lebih dalam—melalui lensa, tetapi juga melalui kehadiran penuh di salah satu destinasi paling spiritual di dunia.
Baca juga:
Buku masak COMO Simple: Merayakan rasa, warisan, dan keintiman kuliner
COMO Uma Ubud: Oasis keanggunan dan keseimbangan di jantung budaya Ubud
COMO Uma Canggu: Harmoni antara karya seni, wellness, dan kehidupan pantai modern




