Tersebutlah pendatang baru, yang bukan merupakan Y2K atau McBling microtrend
Coba berpikir mengenai sesuatu yang sifatnya medieval dan luks tapi tetap punya kesan modern serta masa kini – Inilah kiranya kalimat terbaik yang bisa menggambarkan mikrotren terbaru bertajuk Enyacore. Mirip dengan Y2K dan McBling, hal ini boleh dibilang jadi semacam ‘blast from the past’ dengan sebuah twist. Well, dunia mode, biar bagaimana pun, akan terulang dengan sendirinya, kan?
Mengulang bahasan mengenai Y2K, ia merupakan karakter utama dalam koleksi musim semi 2022 yang sukses jadi inspirasi bagi sejumlah gaya home furniture saat McBling mengambil alih perhatian secara terang-terangan dengan tracksuits, trucker hats, dan baby tees. Oleh sebab itu, Enyacore punya identitas sendiri yang begitu berbeda dengan kedua ‘saudaranya’. Bayangkan jika mereka adalah saudara kandung dan Enyacore merupakan kayak tertua. Karena secara gaya, ia begitu mirip dengan Y2K dan McBling sang inspirator, namun dengan pandangan lebih jauh ke depan, moodier, dan lebih gothic.
Baca lagi: AW2023 Fashion Week: yang dinantikan dari New York, London, Milan, dan Paris
Oleh sebab itu, sebagai dua pendahulu yang ‘menguasai’ panggung tahun lalu, kritik-kritik yang dilontarkan pun pada akhirnya tak membantu apa-apa selain pada akhirnya dapat memberi prediksi mengenai bagaimana Enyacore dapat melakukan sesuatu yang sama tahun ini atau tahun-tahun setelahnya.
Fokus pada segala sesuatu yang bersifat medieval
Jelas ini semua hanya masalah waktu karena masyarakat mulai bosan pada bublegum tees dan rok yang dibuat sedemikian rupa untuk peragaan di atas runway, campaigns, dan di rumah-rumah penduduk pada tahun 2022. Beberapa malah sudah tak pernah memakainya sama sekali.
Menurut Vice, masyarakat New York kini malah sedang coba mengembangkan selera Y2K-revival mereka dari yang sudah ada tahun lalu, mengkurasi, sambil mengolaborasikan dengan mode tahun 90-an dan juga 1920-an. Terinspirasi dari lagu ‘Orinoco Flow’ milik Enya yang rilis pada tahun 1998, masyarakat kini sedang coba pula mengaplikasikan material furnitur Brutalist dengan sentuhan medieval bent.
Baca lagi: Gucci Memperkenalkan Creative Director Baru, Sabato De Sarno
Lalu, kata lain yang bisa dugunakan untuk mendeskripsikan Enyacore ialah “whimsigothic”
Berdasarkan Consumer Aesthetics Research Institute (CARI), “whimsigothic” ialah sebuah ke-esetetik-an yang sifatnya kontemporer dengan puncak kepopuleran dari gothic-inspired pop/rock music, Tim Burton, dan karya grafik desain milik Margo Chase Vrontikis, dan sedikit sentuhan Vaughan Oliver. Vice menjelaskan “Enyacore adalah tentang menyampur-padukan stark-contrasts dan material brut. Ini juga tentang menyesap anggur dalam gelasmu dan mengunci matamu dengan seekor tikus”
Sangat lucrative pada furnitur, produk, desain interior, bahkan dunia mode.
Baca lagi: Mengulik pesona futuristik dan alam dari koleksi Louis Vuitton Cruise 2023
Siapakah Enya?

Enya adalah seorang penyanyi sekaligus penulis lagu asal Irlandia yang terkenal dengan dengan musik Celtic-nya. Ia pun merupakan salah satu pemusik paling sukses secara finansial sejak dulu meski sempat hilang dari peredaran dan jarang melakukan wawancara atau tampil di muka publik.
Bagi publik, lagu-lagu Enya merupakan aural equivalent dari astrologi, terasa mistikal namun fun dalam waktu yang bersamaan. Salah satu lagunya yaitu, Only Time, bahkan bak menyuguhkan suasana yoga retreats, momen perawatan wajah, dan pembacaan kartu tarot. Ia hadir seperti epitome yang misterius, gothic, sekaligus amat menyenangkan. Ia juga makin dikenal secara global saat menyanyikan lagu untuk Peter Jackson dalam The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring.
Baca lagi:
Babymonster: Berkenalan dengan 7 Anggota ‘Girl Group’ Anyar Besutan YG Entertainment
Merayakan Debut Filmnya, Rich Brian Merilis Lagu Baru di Sundance Film Festival




