Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Cover Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya

Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya

Ada restoran yang datang dengan ambisi besar lalu cepat kehilangan arah. Ada juga yang memilih bergerak pelan—mengasah identitas sedikit demi sedikit hingga akhirnya menemukan suaranya sendiri. Di Canggu yang semakin padat dengan restoran baru dan konsep yang saling berlomba menarik perhatian, Sazón tampaknya memilih jalan kedua.

Memasuki babak terbarunya di tahun 2026, restoran Mediterranean Bar & Grill ini tidak sedang mencoba menjadi lebih besar. Mereka justru menjadi lebih bermakna.

Di bawah arahan Chef Andrew Walsh—nama yang dikenal lewat restoran berbintang Michelin di Singapura—bersama Executive Sous Chef asal Bali, I Putu Gede Gunarta, Sazón memperkenalkan evolusi yang terasa lebih matang: menu baru, pengalaman Chef’s Counter, program koktail yang terinspirasi dari angin Mediterania.

Yang berubah bukan hanya daftar hidangan, melainkan cara restoran ini berbicara.

Tatler Asia
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Above Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya

Mediterania yang Tidak Berisik

Alih-alih menumpuk referensi dari berbagai negara, dapur Sazón mengambil pendekatan yang lebih tenang. Pengaruh Yunani, Italia, hingga Timur Tengah hadir tanpa terasa dipaksakan. Greek Salad tampil sederhana namun presisi—mentimun segar, tomat, feta mousse, dan oregano yang terasa bersih di lidah. Beetroot dengan jeruk dan almond bermain pada kontras rasa dan tekstur yang ringan. Dari Italia, rigatoni dengan spicy vodka sauce mendapat kedalaman rasa lewat confit duck, sementara lasagna wagyu beef cheek dan comté membawa karakter yang lebih lambat, kaya, dan terstruktur.

Di bagian yang lebih ringan, pilihan crudo hadir dengan pendekatan yang mengandalkan kesegaran dan kejelasan rasa: tuna segar dengan aksen citrus yang tidak berlebihan.

Lalu ada sentuhan Timur Tengah yang masuk secara halus—ayam panggang dengan harissa dan tahini, atau roasted duck yang diberi lapisan aroma za’atar.

Di balik semuanya, Sazón juga membawa pendekatan zero-waste, sebuah filosofi yang memastikan setiap bahan diperlakukan dengan perhatian dan digunakan secara maksimal.

Namun pusat gravitasi restoran ini tetap berada pada satu hidangan yang telah menjadi identitas mereka sejak awal: paella. Disusun dengan seafood, scallop, udang, dan sofrito tinta cumi, hidangan ini menjadi pengingat bahwa meskipun Sazón terus berkembang, mereka tidak pernah benar-benar meninggalkan akarnya.

Tatler Asia
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Above Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya

Ketika Dapur Menjadi Panggung

Untuk tamu yang ingin melihat ritme restoran dari jarak yang lebih dekat, Sazón memperkenalkan Chef’s Counter Experience. Di sini, makan malam terasa lebih seperti pertunjukan yang berlangsung tanpa naskah.

Perjalanan dimulai dengan potato bread dari tungku kayu dan anchovy butter, lalu bergerak ke crudo tuna dengan mandarin kosho, jamón croquettes, hingga ceviche dari tangkapan harian.

Hidangan utama berkembang perlahan—pumpkin risotto dengan grilled prawns, lalu roasted duck bersama romanesco—sebelum ditutup dengan sticky toffee dan burnt milk ice cream. Tidak banyak gestur teatrikal. Tidak ada penjelasan panjang. Yang ditawarkan adalah sesuatu yang semakin jarang ditemukan: kedekatan antara tamu dan dapur.

Tatler Asia
Tatler Asia

Delapan Angin, Delapan Koktail

Jika makanan di Sazón bergerak melalui wilayah Mediterania, maka program koktail mereka bergerak lewat arah angin. Setiap minuman mengambil inspirasi dari angin yang melintasi kawasan tersebut.

Levant terasa terang dengan fermentasi rum, stroberi, dan lime. Sciroccino membawa karakter hangat melalui tequila, smoked vanilla, dan grapefruit. Sementara Sirocco menghadirkan lapisan rasa yang lebih kompleks melalui gin, Campari, vermouth dengan infus kakao, dan sentuhan Moroccan mint. Bar tetap menjadi pusat ruang—bukan sekadar tempat memesan minuman, tetapi titik yang mengatur ritme malam.

 

Tatler Asia
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Above Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Tatler Asia
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Above Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya
Di bawah arahan Chef Andrew Walsh, Sazón memperkenalkan menu barunya

Sebuah Tempat yang Mengerti Ritme Canggu

Dengan teras terbuka, pencahayaan hangat, dan ruang yang mengalir tanpa sekat yang kaku, Sazón memahami sesuatu yang sering dilupakan banyak restoran baru di Bali: orang datang bukan hanya untuk makan, tetapi untuk tinggal sedikit lebih lama.

Di fase terbarunya ini, Sazón tidak sedang mencoba menjadi restoran Mediterania paling trendi di Canggu. Mereka hanya sedang menjadi versi paling bermakna dari dirinya sendiri—tempat di mana api, rasa, dan meja panjang bertemu dalam ritme yang terasa hidup.


BACA JUGA:

Rasakan seni hidup perlahan di Regent Bali Canggu

Eksplorasi gastronomi Andrew Walsh di Cure Bali

Regent Bali Canggu membuka babak baru wellness mewah lewat Regent Spa & Wellness pertama di dunia

Topics