The Singleton Gourmand Collection
Cover Koleksi Singleton Gourmand
The Singleton Gourmand Collection

Gourmand Collection dari The Singleton menghadirkan tiga whisky premium bercita rasa unik—fig dan chocolate ganache, crème brûlée karamel, serta black cherry gâteau—yang dipadukan sempurna dengan kue edisi terbatas karya pastry chef asal Prancis, Nicolas Rouzad.

Untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa, Anda perlu belajar menantang tradisi. Dan itulah yang dilakukan oleh The Singleton, single malt whisky yang berasal dari dataran tinggi Skotlandia sejak tahun 1980-an. Di masa itu, para penikmat whisky lebih menyukai profil rasa yang berat dan kompleks. Namun, The Singleton justru menghadirkan gaya single malt whisky yang lebih ringan dan mudah dinikmati, sehingga menarik minat generasi baru pecinta whisky dan mengubah cara kita menikmati whisky hingga sekarang.

Semangat inovasi The Singleton tetap hidup sampai hari ini, dipimpin oleh master blender Dr. Craig Wilson dan timnya, yang terus mengeksplorasi cara-cara baru untuk menghadirkan rasa yang tak terduga dan nuansa halus dalam whisky. Dengan tiga tempat penyulingan legendaris yang menjadi rumahnya—Glen Ord (didirikan tahun 1838), Dufftown (1896), dan Glendullan (1897)—Wilson memiliki akses langka ke ribuan tong penyimpanan, memberinya kebebasan untuk bereksperimen dan mendorong batas rasa whisky.

Kreativitas yang telah menjadi bagian dari DNA merek inilah yang mendorong The Singleton berkembang dari whisky yang mudah dinikmati sehari-hari menjadi ikon mewah di dunia single malt.

Jika Anda melewatkannya: Bagaimana Diageo World Class meningkatkan standar bar koktail di Asia Tenggara

Tatler Asia
The Singleton Gourmand Collection
Above Koleksi Singleton Gourmand terdiri dari tiga wiski berusia tinggi
Tatler Asia
Creme brule
Above Ekspresi creme brûlée karamel dari koleksi Gourmand
The Singleton Gourmand Collection
Creme brule

Pada bulan April ini, The Singleton meluncurkan The Singleton Gourmand Collection, tiga varian single malt berusia 42 tahun yang menghadirkan cita rasa mewah dari hidangan penutup. “The Gourmand Collection mencerminkan selera para penikmat whisky masa kini yang semakin berkembang,” ungkap Wilson. Ia juga membagikan bahwa The Singleton of Glen Ord 42-Year-Old, vintage 1981, yang telah dimatangkan selama 12 tahun dalam tong kayu ek Amerika dan Eropa, menjadi dasar dari koleksi edisi terbatas ini.

“Dalam upaya menghadirkan kenikmatan tak tertandingi, koleksi ini mendorong batas proses pematangan whisky,” ujar Wilson, yang memperkenalkan tahap pematangan kedua selama 29 tahun di berbagai tong pilihan dengan sangat hati-hati. Ini merupakan proses pematangan kedua terlama dalam sejarah The Singleton, sekaligus sesuatu yang sangat langka di industri whisky dan menghasilkan single malt dengan tekstur yang luar biasa lembut serta profil rasa yang kaya dan berlapis.

Jika Anda melewatkannya: Mencicipi Mortlach 50-Year-Old terbukti menjadi impian pecinta wiski yang menjadi kenyataan

Tatler Asia
Rouzad's limited-edition pastries which complement the Gourmand Collection from The Singleton
Above Kue edisi terbatas Rouzad yang melengkapi Koleksi Gourmand
Rouzad's limited-edition pastries which complement the Gourmand Collection from The Singleton

Tiga whisky dalam The Singleton Gourmand memiliki tiga rasa unik yang mendefinisikan karakter mereka: rasa dari fig dan chocolate ganache (46% ABV); rasa dari crème brûlée karamel (45,3% ABV); dan rasa dari black cherry gâteau (45,5% ABV). Dalam menciptakan rasa fig dan cokelat, Wilson mematangkan spirit baru di tong kayu Eropa sebelum menyelesaikan pematangannya di tong anggur Priorat untuk menyempurnakan rasa. Hasilnya adalah cairan berwarna amber yang memancarkan kekayaan rasa dark chocolate yang meleleh, dipadu dengan lapisan rasa kakao, rempah, dan buah beri.

Dimatangkan dalam tong kayu ek bekas bourbon dan grand cru yang terbakar dengan intens, varian crème brûlée karamel ini menawarkan rasa lembut karamel dan custard vanila, dengan sentuhan rasa kacang dan akhir yang halus. Melengkapi trio ini adalah whisky black cherry gâteau, yang dimatangkan dalam tong kayu ek bekas bourbon yang dibakar dengan kuat, lalu diselesaikan dalam tong anggur amarone. Varian ini dipenuhi dengan rasa gelap dan matang yang mengingatkan pada rasa cake klasik.

Jangan lewatkan: Diageo dan Tatler memamerkan empat single malt berharga dalam kelas master eksklusif di Como Metropolitan Singapore

Tatler Asia
French pastry chef Nicolas Rouzad
Above Singleton bermitra dengan koki pastry Prancis Nicolas Rouzad untuk menciptakan cake edisi terbatas
French pastry chef Nicolas Rouzad

Berbicara tentang cake, The Singleton bekerja sama dengan pastry chef kenamaan, Nicolas Rouzad, pemilik patisserie yang bernama sama di The Connaught Hotel, London, untuk menciptakan tiga kreasi edisi terbatas yang “dirancang untuk melengkapi pengalaman menikmati whisky.” Misalnya, pada varian fig dan cokelat, cake ini terdiri dari sponge ringan dengan mousse lembut dan dasar yang renyah, sementara pada crème brûlée karamel, flan pastry puff menyembunyikan krim karamel mewah dan inti vanila. Adapun untuk black cherry gâteau, dasar cokelat yang kaya membungkus ceri griottines lezat yang tersembunyi di tengahnya.

Peluncuran The Singleton Gourmand menandakan babak baru bagi merek ini, yang terus mengejar rasa baru dalam pembuatan whisky dan memperkenalkan cara-cara baru yang menyenangkan untuk menikmati whisky. Ini benar-benar layak untuk dirayakan dengan segelas whisky.


Hanya tersedia 136 unit The Singleton Gourmand Collection di seluruh dunia. Di Asia Tenggara, koleksi ini tersedia di Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Harap minum dengan bijak.


This story was originally written in English by Dudi Aureus.

Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Dudi Aureus dan diterbitkan pada 30 April 2025. Read the original story here.

Credits

Gambar: The Singleton

Topics