Inilah 6 brand asal Asia yang menghadirkan produk perawatan wajah yang sesuai dengan kebutuhan kulit orang Asia
Foto: Dok. Unsplash
Industri kecantikan tidak akan menjadi seperti sekarang ini tanpa pengaruh brand kecantikan Asia. Dari tren riasan Korea seperti glass skin dan pipi kemerahan, hingga praktik perawatan kulit kuno yang menggunakan alat gua sha dan bahan-bahan Pengobatan Tradisional China (TCM), tidak dapat disangkal bahwa ritual kecantikan Asia berperan besar dalam membentuk industri ini.
Pada kesempatan kali ini,. kami mengulas berbagai brand kecantikan yang bisa ditemukan seluruh Asia. Mulai dari Tatcha hingga Youthforia, berikut adalah beberapa brand Asia terkemuka yang wajib dicoba saat ini.
1/6 Tatcha
Sebagai seseorang yang menderita dermatitis akut, Vicky Tsai sangat mengerti bagaimana rasanya menderita penyakit kulit tersebut. Ia kemudian mendirikan Tatcha dan berusaha keras untuk menyembuhkan kulit tersebut melalui rangkaian produk miliknya. Ia pun juga berharap agar kepercayaan diri para penderitanya dapat tumbuh kembali dan menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Dilansir dari percakapan dengan Tatler Asia, Vicky menyebutkan bahwa proses penyembuhan kulitnya di Jepang menjadi inspirasi di balik berdirinya perusahaan tersebut.
“Saya membuat Tatcha karena proses penyembuhan kulit yang saya lakukan di Jepang telah berhasil mengembalikan kondisi kulit saya menjadi sehat sekaligus mengembalikan kepercayaan diri saya yang telah hilang. Sebelum Tatcha, saya menghabiskan karir saya di dunia korporat. Saya menjadi kecewa dengan pekerjaan yang saya lakukan karena saya tidak melihat secara jelas bagaimana bekerja di industri tersebut membuat dampak positif di dunia” jelasnya
Tatcha sendiri merupakan salah satu merek perawatan kulit kecantikan Asia yang paling populer di pasaran saat ini. Terkenal dengan kombinasi unik dari ritual kecantikan Jepang kuno dan teknologi modern, brand ini telah mencuri hati para pecinta skincare dengan rangkaian produk mewah yang menampilkan bahan-bahan berkualitas tinggi. Salah satu produk populernya adalah Dewy Skin Cream terlaris dan The Rice Wash.
2/6 Youthforia
Fiona Co Chan mendirikan Youthforia pada tahun 2020 dengan ide untuk membuat riasan yang ramah untuk kulit dan sangat menyenangkan untuk dikenakan, bahkan ketika penggunanya tidur. Tidak hanya itu, sang owner turut berkontribusi dalam tes cruelty-free dengan menguji semua sampel lab di kulit sendiri, serta mengajak suaminya untuk turut mengambil bagian dalam rangkaian penelitiannya.
Dipandu oleh prinsip-prinsip kimia hijau, Co Chan menghindari penggunaan polimer sintetis dalam formulasinya, termasuk ke dalam produk best-sellingnya yaitu BYO Colour Changing blush oil dan primer Pregame.
3/6 Pop Neutral
Terinspirasi dari pengalamannya sendiri ketika mengalami perubahan fisik selama kehamilan, Nadia Nasimuddin meluncurkan Pop Neutral pada tahun 2020. Pop Neutral adalah sebuah produk perawatan tubuh alami yang dibuat dengan satu tujuan: mendorong gaya hidup dan pola pikir yang lebih sehat, dengan perawatan diri sebagai prioritas nomor satu.
Ibu empat anak ini mengembangkan rangkaian lulur, krim, dan minyak yang menutrisi dan mengencangkan kulit. Salah satu produk terbaiknya adalah Stretch Mark oilnya yang khas, dimana produk minyak tersebut menggunakan bahan-bahan minimal dan cruelty-free. Produk tersebut juga menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi sehingga sangat cocok untuk kulit yang paling sensitif sekalipun.
4/6 B.Y.O.B (Blend Your Own Beauty)
Setelah berhasil mendirikan Skin Need, Christal Leung melebarkan sayapnya di dunia kecantikan dengan mendirikan Blend Your Own Beauty. B.Y.O.B sendiri merupakan label perawatan tubuh asal Hong Kong yang memberikan solusi untuk semua jenis kulit orang Asia. Menonjolkan produk cruelty-free dan formulasi mutakhir, rangkaian produk tersebut sangatlah cocok bagi para kaum urban yang sangat sibuk. Lini produknya menampilkan dua perawatan dasar, yaitu masker dan serum wajah, yang secara efektif dapat meningkatkan kualitas kulit dengan hasil yang bisa terlihat dalam periode waktu yang cukup singkat.
Leung juga ingin membawa perspektif baru di dunia kecantikan dan mendidik masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga individualitas dalam rutinitas kecantikan. “Anda perlu berpikir lebih kritis. Selain memilih produk dengan bijak, jangan lupa untuk mempraktikkan rutinitas kecantikan yang dipersonalisasi untuk meningkatkan kesehatan kulit serta mentalitas yang lebih baik. Saya ingin orang-orang merasa lebih berharga seperti apa adanya dan merayakan individualitas kulit mereka,” jelasnya dalam interview yang dilakukan oleh Tatler Asia.
5/6 Lanshin
Sandra Lanshin memiliki semangat besar dalam menyebarkan pengetahuan mengenai Traditional Chinese Medicine atau Pengobatan Tradisional Cina. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai ahli akupuntur dan herbalis Cina, owner dari brand kecantikan Lanshin memiliki misi untuk mendorong orang untuk memasukkan pengobatan tradisional Cina ke dalam kehidupan sehari-hari melalui rangkaian produk perawatan yang inovatif.
Selain menerapkan penggunaan alat gua sha yang dapat membantu memfasilitasi drainase limfatik dan memperbaiki tampilan kulit yang tersumbat, Lanshin juga dengan bangga menawarkan konsumen mereka dengan rangkaian lengkap sebagai solusi dari segala permasalahan kulit: mulai dari pembersih hingga minyak wajah dan serum yang sangat baik untuk semua jenis kulit.'
6/6 Superegg
Superegg merupakan brand kecantikan asal Asia yang didirikan oleh ahli kecantikan berlisensi bernama Erica Choi. Terinspirasi oleh praktik kecantikan tradisional Asia yang menggunakan masker telur mentah untuk meningkatkan elastisitas kulit, produk Superegg dirancang secara cermat dengan menggunakan bahan dan teknologi yang ramah lingkungan. Lini produk tersebut juga memiliki formulasi setara dengan nilai gizi sebuah telur dengan menggunakan 100 persen bahan vegan alami agar kulit menjadi lebih sehat dan bercahaya.
Sebagai bentuk dukungan untuk meraih masa depan berkelanjutan, Choi telah berjanji untuk mengupayakan opsi kemasan yang dapat diisi ulang di tahun 2025 mendatang.



