Cover Perhelatan Met Gala menghadirkan tema yang ikonik tiap tahunnya. Foto; Evan Agostini.

Tema ikonik Met Gala yang mengukir sejarah di dunia fashion

Perhelatan Met Gala selalu menarik perhatian para pemerhati fashion dengan tema unik yang diangkat setiap tahunnya. Tahun ini, acara fundraising fashion terbesar ini mengangkat tema “In honor of Karl” sebagai tribut terhadap Karl Lagerfeld yang wafat pada 2019 silam. Sebagai salah satu figur berpengaruh di dunia fashion, fashion designer berkebangsaan Jerman ini mengepalai berbagai fashion house terbesar dunia seperti FENDI, Chloe dan Chanel semasa hidupnya. Tahun ini, Met Gala diprediksi akan menampilkan busana dengan monogram ‘CC’ yang diciptakan Karl, suits dan tweed yang menjadi signature Chanel.

Selain sebagai tribute terhadap figure berpengaruh, tema Met Gala juga dipilih berdasarkan sejarah dan cerita menarik dibaliknya. Dari tema berunsur glamor seperti “Fashion Plate” hingga “Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination” yang sarat unsur religi, berikut 5 tema Met Gala yang ikonik dan menjadi bagian sejarah penting di dunia fashion.

Baca Juga: 5 Unique Dresses at Met Gala 2022

“Fashion Plate” (1971)

Tatler Asia
Above Acara Met Gala pertama mengangkat tema "Fashion Plate". Foto: AP.

Acara Met Gala diadakan pertama kali pada tahun 1971 dan digagas oleh legenda fashion, Diana Vreeland. Mengangkat tema “Fashion Plate”, seluruh tamu undangan yang hadir mengenakan fashion style terbaik mereka sesuai dengan tema yang berarti seseorang yang tampil fashionable. Perhelatan ini dihadiri oleh sederet nama besar dunia hiburan seperti Elton John, Elizabeth Taylor, Diana Ross dan Cher yang didaulat menjadi salah satu best-dressed celebrities dengan gaun see-through beraksen fur karya desainer asal Amerika Serikat, Bob Mackie.

“China: Through the Looking Glass” (2015)

Tatler Asia
Above Rihanna mengenakan gaun kuning dengan unsur Tiongkok karya Guo Pei. Foto: Evan Agostini.

Sebagai salah satu negara terbesar di Asia, China memiliki sejarah yang kaya, termasuk di dunia fashion. Menampilkan palet warna hitam, merah dan emas khas negeri tirai bambu, unsur oriental kental terlihat di ajang Met Gala kali ini. Tampilan fashion ikonik dari perhelatan ini adalah gaun panjang berwarna emas kekuningan karya desainer asal Tiongkok, Guo Pei, yang dikenakan oleh Rihanna. Gaun yang menampilkan ciri khas fashion zaman imperial Tiongkok berupa bordir dan warna khas dinasti kerajaan ini menjadi standar baru dresscode di dalam berbagai ajang fashion.

Baca Juga: Met Gala 2022 Everything You Need to Know

“Manus x Machina: Fashion in an Age of Technology” (2016)

Tatler Asia
Above Gaun karya Zac Posen yang dikenakan Claire Danes didaulat menjadi gaun terbaik Met Gala 2016. Foto: Star Traks.

“Manus x Machina”: yang berarti “manusia dan mesin” menggabungkan dua unsur yang bertolak belakang di dunia fashion – handmade dan machine-made. Memiliki arti lain berupa teknologi dan robot, banyak selebriti yang menampilkan berbagai unsur futuristik seperti warna silver, hitam dan bahan logam. Taylor Swift yang juga menjadi host tampil sederhana dengan gaun pendek metallic dari Louis Vuitton. Berbeda dengan Taylor, aktris Claire Danes menampilkan tema dengan sempurna melalui gaun glow-in-the-dark karya Zac Posen di antara banyak tamu yang menghadirkan gaya futuristik.

“Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination” (2018)

Tatler Asia
Lana Del Rey, left, and Jared Leto attend The Metropolitan Museum of Art's Costume Institute benefit gala celebrating the opening of the Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination exhibition on Monday, May 7, 2018, in New York. (Photo by Evan Agostini/Invision/AP)
Above Lana Del Rey dan Jared Leto tampil kompak dalam balutan busana Gucci. Foto: Evan Agostini.
Lana Del Rey, left, and Jared Leto attend The Metropolitan Museum of Art's Costume Institute benefit gala celebrating the opening of the Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination exhibition on Monday, May 7, 2018, in New York. (Photo by Evan Agostini/Invision/AP)

Tema Met Gala di tahun 2018 mengangkat unsur religi yang diterjemahkan secara sempurna serta appropriate melalui unsur desain fashion seperti aksesoris dan cutting. Pieces seperti topi Paus, armor dari pahlawan wanita religious, Joan of Arc serta aksen salib dan sayap malaikat menghiasi red carpet dan membuat Met Gala 2018 didaulat menjadi salah satu Met Gala terbaik. Fashion style ikonik dan paling memorable di acara tersebut ditampilkan oleh Lana Del Rey dan Jared Leto yang mengenakan busana dari Gucci dengan aksesoris berunsur religius dengan aksen anti mainstream.

Baca Juga: Best Dressed Female Celebrities at Met Gala 2022

“In America: The Lexicon of Fashion” (2021)

Tatler Asia
Above Bodysuit Balenciaga yang dikenakan Kim Kardashian merepresentasikan kebebasan beridentitas. Foto: AP.

Sebagai negara tempat diadakannya Met Gala, Amerika Serikat memiliki banyak variasi style yang menjadi benchmark di dunia fashion. Tema “In America: The Lexicon of Fashion” menampilkan evolusi fashion Amerika Serikat, unsur politis dan sejumlah figur penting yang menjadi style icon dari negara tersebut. Sejarah juga tercipta melalui Billie Eilish yang mencengangkan publik dengan penampilan glamor ala Old Hollywood melalui gaun tulle berwarna nude karya Oscar de la Renta dan look iconik Kim Kardashian dengan bodysuit hitam Balenciaga yang merepresentasikan kebebasan identitas di Amerika Serikat.

Topics