Solusi bagi yang ingin berbelanja tanpa merasa bersalah.
Fashion adalah salah satu bisnis terbesar di dunia. Menurut Statista, pendapatan global dari bisnis ini mencapai 1,5 triliun USD pada 2021. Di balik semua itu, ada berbagai faktor yang sebaiknya menjadi pertimbangan dalam berbelanja, seperti membeli dari pengusaha kecil agar akses bisnis fashion bisa merata. Selain itu, bisnis fashion haruslah memiliki kesadaran lingkungan agar sampah baju tidak terpakai tidaklah terus menumpuk di planet ini. Berikut adalah 5 fashion startups yang patut dilirik karena memiliki prinsip bisnis yang beretika.
Foto:dok.https://unsplash.com/
1/5 Pocket High Street
Foto:dok.https://pockethighstreet/
Salah satu kelebihan dari peritel fashion independen berskala kecil adalah karyanya yang eksperimental dan tidak terbuai oleh tren global. Namun, akses menuju brand kecil kadang terasa sulit karena tersebar di seluruh dunia. Pocket High Street memiliki tujuan untuk memajukan peritel kecil agar bisa bersaing di antara para e-commerce raksasa. Online open platform ini menyatukan pembeli dan penjual di seluruh dunia agar bisa dengan mudah terkoneksi.
2/5 Hurr Collective
Mungkin kita pernah melihat seseorang memiliki baju yang kita suka. Mungkin orang itu adalah teman kita yang terkenal memiliki selera fashion bagus dan diyakini adalah seseorang yang menyimpan bajunya dengan rapi dan higienis. Bisa jadi, karena tidak memiliki hubungan dekat, kita tidak enak bila ingin meminjam baju tersebut, walau sebenarnya rela untuk mengeluarkan uang sewa. Solusinya? Peer-to-peer wardrobe rental platform seperti Hurr Collective. Selain bisa menyewa baju langsung ke pemiliknya, startup yang berbasis di London ini juga memiliki fasilitas fashion stylist berbasis online.
3/5 The Fabricant
Startup asal Belanda ini tidak akan menambah sampah baju di dunia. Lihat saja slogan bombastis mereka: “Showing the world that clothing does not need to be physical to exist.” Sebagai sebuah digital fashion house, startup ini menawarkan desain fashion berupa foto 3 dimensi dan animasi yang bisa digunakan di digital fashion editorial.
4/5 Wardrobe of Tomorrow
Faktor yang harus diperhatikan dalam ethical buying adalah produk yang peduli terhadap planet bumi dan seisi makhluknya. Di antaranya adalah cruelty-free, vegan, dan sustainable. Untuk mencari produk fashion tersebut, coba cari di sustainable fashion marketplace seperti Wardrobe of Tomorrow. Tak hanya itu, startup asal London ini juga meluncurkan model bisnis yang memungkinkan pembelinya untuk menjual kembali, menyewakan, atau menukar barang fashion mereka.
5/5 Depop
Depop adalah salah satu peer-to-peer selling platform paling populer di dunia, dengan lebih dari 10 juta pengguna. Konsepnya sederhana, yaitu sebagai platform penjualan dan pembelian barang fashion. Namun, keunikan platform yang populer di antara micro-influencers dan pebisnis fashion berskala kecil ini adalah tampilannya yang unik, seperti layaknya media sosial, karena memang awalnya bermula dari situ.




