Yeoh berbicara tentang perjalanan karir aktingnya sebagai wanita Asia
Aktris cantik asal Malaysia, Michelle Yeoh berhasil menjadi orang Asia pertama yang memenangkan penghargaan Best Actress di Golden Globes. Dirinya memenangkan award ini usai memerankan karakter Evelyn Quan Wang pada film “Everything Everywhere All At Once”. Film musikal-komedi tersebut ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan & Daniel Scheinert serta diproduseri oleh Anthony & Joe Russo.
Aktris dengan sederet judul film & tv show; Michelle Yeoh, terlihat amat bahagia usai menerima penghargaan atas perannya pada film yang berhasil membawanya ke panggung Golden Globes. A well deserved recognition after decades long of her acting career.

Above Michelle Yeoh saat menyampaikan pidato.
Foto: Dok. Getty Images
Dalam pidatonya, Yeoh memulai dengan merefleksikan karirnya serta berterima kasih pada kedua sutradara; The Daniels juga para co-star Stephanie Hsu, Key Huy Quan, and Jamie Lee Curtis. "Wah! Oke. Aku akan berdiri di sini dan menerima semua ini. Empat puluh tahun, saya tidak akan melepaskan ini," sambutnya sebelum menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Hollywood Foreign Press.

Above Michelle Yeoh berpose dengan piala Golden Globe Awards-nya.
Foto: Dok. Getty Images
"Merupakan perjalanan dan perjuangan yang luar biasa untuk berada di sini hari ini, tetapi menurut saya ini sepadan. Saya ingat ketika saya pertama kali datang ke Hollywood, hal itu ialah mimpi yang menjadi kenyataan sampai saya tiba di sini," ia kemudian menambahkan bahwa dirinya pernah diberitahu bahwa menurut orang-orang ia masuk dalam kelompok ‘minoritas’ di Amerika, namun Yeoh tidak memperdulikannya, “Tidak, saya tidak akan mempercayai itu”. Karena jika ia mempercayai itu, berarti Yeoh setuju bahwa kesempatannya di industri entertainment lebih sulit dibandingkan dengan warga negara asli.
Baca Juga: Momen Istimewa Pembukaan Piala Dunia 2022
Yeoh kemudian lanjut berbicara tentang diskriminasi yang dialami pada awal karirnya sebagai seorang aktris muda “Seseorang berkata kepada saya: 'Kamu bisa berbicara bahasa Inggris?' - Maksud saya, lupakan tentang mereka yang tidak mengenal Korea, Jepang, Malaysia, Asia, India. Dan kemudian saya berkata, 'Ya, penerbangan di sini memakan waktu sekitar 13 jam, jadi saya belajar saat di perjalanan”, ucapnya sarkastis.
Ia juga menyebutkan bahwa kini dirinya telah berusia 60 tahun dan dengan berjalannya waktu, ia menyadari bahwa hampir semua wanita pasti paham bahwa seiring dengan pergantian hari, tahun, dan angka yang semakin besar, peluang yang tersedia pun menjadi semakin kecil. “Saya mungkin sedang berpikir, 'Baiklah, karirmu cukup baik, kamu juga sudah bekerja dengan beberapa orang terbaik… Semuanya baik-baik saja.’ Lalu datanglah hadiah terbaik: Everything, Everywhere All at Once.'” Judul ini membuktikan bahwa kesempatan selalu akan ada, tidak peduli berapa umur kita.
Dengan sedikit candaan, Yeoh meminta untuk memelankan lantunan musik yang mengiringinya. Ia kemudian melanjutkan pidato dengan menyampaikan kebahagiaannya dalam memerankan karakter wanita yang amat sejalan dengan dirinya dan banyak orang. “At the end of the day, no matter what universe she was at, she was just fighting for love, for her family.”



