Cover Presiden Joko Widodo memulai KTT Asean di Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo. Foto: ASEAN2023 Host Photographer.

Presidensi Indonesia dalam KTT ASEAN ke-42 memamerkan keindahan alam dan kekayaan budaya dari Labuan Bajo.

Indonesia sekali lagi menunjukan kebolehannya dalam mengadakan acara bertaraf internasional pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023. Setelah rangkaian acara G20 pada tahun lalu, sudah bukan menjadi rahasia bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang ahli dalam menyambut negara-negara sahabat dengan perjamuan unik nan megah. Untuk kedua kalinya, sebagai tuan rumah dari konferensi tertinggi ASEAN yang mengumpulkan pemimpin dari negara-negara Asia Tenggara ini, Indonesia menunjukan hospitality yang tiada bandingnya. 

Menyambut ke-11 negara anggota ASEAN, jajaran pemerintah Indonesia merancang acara yang sederhana namun tetap megah dan berkesan. Untuk itu, Presiden Joko Widodo memilih sepetak surga yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo untuk menjadi tuan rumah. Melihat penyelenggaraan yang telah diadakan pada 9 hingga 11 Mei lalu, Labuan Bajo membuktikan bahwa ialah pilihan sempurna bagi KTT ASEAN tahun ini. 

Baca lagi: Yogyakarta Named ASEAN City Of Culture

Labuan Bajo, Sepetak Surga yang Dipilih Menjadi Tuan Rumah KTT ASEAN Ke-42

Tatler Asia
Above Pulau Padar, salah satu destinasi utama di Labuan Bajo. Foto: Unsplash.

Seperti yang kita ketahui, dalam beberapa tahun terakhir Labuan Bajo sedang naik daun dan menjadi salah satu destinasi premium yang diincar oleh wisatawan domestik maupun internasional. Diadakannya konferensi tingkat regional seperti KTT ASEAN menjadi momentum yang sangat tepat untuk menaruh lebih banyak sorotan pada wilayah yang sangat indah ini. Dipilihnya Labuan Bajo juga membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Wilayah yang sebelumnya mengandalkan investasi asing untuk berkembang kini menjadi semakin maju dengan banyaknya fasilitas dan infrastruktur yang dibangun untuk mengakomodasi pertemuan ini.

Venue Indah di Labuan Bajo

Tatler Asia
Above Pemimpin negara anggota ASEAN. Foto: ASEAN2023 Host Photographer.

Dengan wilayah yang cukup luas, Labuan Bajo memiliki memiliki sebuah wilayah pusat di pinggir pantai. Mendekati pelabuhan penyeberangan, semakin banyak hotel dan fasilitas dibangun untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, lima diantaranya digunakan untuk KTT ASEAN kali ini. Untuk menjamu para pemimpin Asia Tenggara, KTT ASEAN kali ini diadakan di Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo, Hotel Ayana Komodo Waecicu Beach, Hotel Sudamala Komodo Resort, Labuan Bajo Waterfront Marina, dan Creative Hub Puncak Waringin.

Pemimpin Negara ASEAN Menikmati Senja di atas Kapal Pinisi

Tatler Asia
Above Menikmati matahari terbenam di atas Kapal Pinisi. Foto: ASEAN2023 Host Photographer.
Tatler Asia
Above Presiden Jokowi dan Ibu Iriana berbincang bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: ASEAN2023 Host Photographer.

Di hari kedua KTT ASEAN, Presiden Joko Widodo mengajak para pemimpin negara menikmati matahari terbenam di atas kapal pinisi. Sembari mengarungi hamparan samudra biru, mereka berbincang di atas kapal yang diramaikan oleh pertunjukan alat musik tradisional sasando dari seniman lokal. “Saya sudah melihat foto-foto (Labuan Bajo), tetapi melihatnya secara langsung lebih baik lagi,” sebut Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Persatuan Alam dan Budaya Timur

Labuan Bajo menawarkan pengalaman menyeluruh bagi mereka yang mencari petualangan unik. Tidak hanya keindahan alam dan hayati, kota yang terletak di Nusa Tenggara Timur ini juga dipenuhi dengan keragaman budaya. Budaya Nusa Tenggara Timur menjadi sorotan pada KTT ASEAN kali ini. Sesi gala dinner yang dirancang oleh Wishnutama berhasil mendapatkan apresiasi penuh dari seluruh negara anggota ASEAN. Salah satu kejadian paling menarik terjadi pada akhir acara, di saat musisi dan seniman lokal yang mengenakan kain tenun tradisional NTT tampil bersama-sama untuk menyanyikan lagu “Gemu Fa Mi Re” yang juga dikenal sebagai lagu Maumere. Tidak hanya pada gala dinner, sang ibu negara, Ibu Iriana, juga mengajak ibu negara ASEAN lainnya untuk merasakan budaya timur di Puncak Waringin melalui pertunjukan budaya hingga produk UMKM.

Topics