Perjalanan The Clique dan Para Desainernya merambah Hollywood
Belakangan ini, kamu mungkin sering mendengar berita atau bahkan melihat karya desainer Indonesia yang dikenakan oleh selebriti dunia papan atas. Madonna dan Kendall Jenner misalnya, adalah sederet nama artis internasional yang bekerja sama dengan designer dari The Clique.
Faye Liu, Pendiri sekaligus Direktur Kreatif perusahaan PR, Brand Management dan Brand Consulting, The Clique mengembangkan kecintaannya terhadap mode yang dicita-citakannya sejak muda. Faye kecil belajar melalui observasi dan menonton program fashion di televisi sejak usia sepuluh tahun. “Fashion adalah jenis seni visual yang dapat diekspresikan dalam berbagai cara kreatif. Gairah terbesar saya adalah membina bakat fashion dan menampilkan karya mereka di platform internasional,” kata Faye. “Saya senang ketika para desainer The Clique diakui secara internasional,” lanjutnya.

Above Foto: Hendra Kusuma
Faye menggunakan fashion sebagai bentuk aktivisme; di matanya, itu merupakan kunci yang ampuh untuk membuat perubahan. Memberdayakan wanita di dunia fashion adalah passion terdalam Faye. Apakah melalui kegiatan fashion styling untuk memberikan identitas kuat kepada seorang wanita, ataupun membantu mereka mencari pekerjaan. Sebelum memulai The Clique, Faye sempat bergabung dan bekerja di perusahaan pakaian milik keluarganya, tepat setelah lulus dari Universitas. Pengalaman berharga tersebut mengembangkan ketajaman bisnis dan keahliannya dalam industri pakaian global, termasuk jaringan di sektor yang terkait.
Baginya, The Clique merupakan salah satu cara untuk menggali potensi fashion di Indonesia. Setelah berkolaborasi dengan accessory couturier Indonesia Rinaldy Yunardi pada tahun 2014 lalu, The Clique dan Rinaldy Yunardi membawa kerjasama mereka ke level berikutnya. Saat Faye bertanya kepada Rinaldy, “Apa yang kamu inginkan selanjutnya?”, Rinaldy menjawab “Saya tidak tahu”, maka Faye kemudian menantangnya dengan sebuah ajakan besar “Ayo, go international!” Setelah perjalanan internasional Rinaldy berhasil, ia menginisiasi Faye untuk mendirikan perusahaan yang bekerja untuk mempromosikan perancang busana Indonesia ke kancah dunia; 'The Clique'.
Sebagai butik yang dikenal memiliki selera tinggi dengan segudang talenta di dunia fashion, tujuan utama The Clique adalah mendorong talenta fashion Indonesia menuju industri fashion global. “Meskipun kami bergerak di bidang PR, namun dapat dipastikan bahwa semua talent dibawah naungan The Clique sesuai dengan selera dan demand internasional. Ini yang menjadi keunikan The Clique saat Faye berbicara tentang visi dan misi perusahaannya.

Above Foto: Mark Tantrum
Rinaldy Yunardi, Monica Ivena dan Maison Met by Mety Choa adalah tiga desainer Indonesia dibawah naungan The Clique yang berhasil menembus kancah dunia; kreasi mereka selalu dipakai oleh selebriti dan klien internasional. Selain itu, desain couture perancang senior Didi Budiardjo dan Adrian Gan juga dipamerkan di America's Next Top Model yang dibantu oleh Nicola Formichetti sebagai stylist-nya. Tidak hanya itu, Thang Shoes juga merancang sepatu khusus untuk Katy Perry.
The Clique memperluas jaringan ke bidang mode lainnya. Pada tahun 2020 mereka mencoba kesempatan untuk menciptakan brand baru top luxury couture fabric yang telah memiliki pengalaman selama 20 tahun di dunia mode untuk membuka galeri bernama “f[AB]bric Society” yang berlokasi di Pondok Indah Mall 2, Jakarta. Desainer Clique telah menciptakan couture luar biasa untuk selebriti dan pelanggan internasional yang juga menggunakan kain mereka.
“Elemen yang membuat talenta kreatif ini semakin bersinar adalah, mereka memiliki DNA yang cukup kuat sehingga mampu memvisualisasikan ide mereka secara konkrit. Selain kreativitas, para desainer harus memahami bahwa fashion merupakan suatu bisnis yang menjanjikan dan mengumpulkan tim yang kuat untuk membantu mereka dalam aspek bisnis non-kreatif lainnya.” Sang Direktur Kreatif berbicara tentang elemen penting bagi para kreator dan desainer untuk menggapai panggung dunia.
Baru-baru ini The Clique berkolaborasi dengan Lady Gaga, Madonna, Paris Hilton, Nicole Scherzinger, Kimora Lee Simmons, Lizzo dan superstar Hong Kong Kelly Chen. Mereka membuat hiasan kepala yang dipesan khusus untuk Ratu Pop Madonna yang dikenakan di berbagai acara, selain itu Rinaldy Yunardi merupakan salah satu penggemar beratnya. “Saya berkomunikasi dengan timnya di LA yang membuat mood board berdasarkan permintaannya”. Nicole Scherzinger juga mengenakan aksesori dan gaun yang dibuat khusus oleh desainer couture The Clique yaitu, Maison Met dan Monica Ivena.

Above Foto: Hendra Kusuma
Didirikan di Hong Kong saat Faye tengah mengandung tiga bulan, merupakan salah satu momen menantang yang harus dihadapinya saat merintis bisnis. Namun ia mampu meyakinkan orang banyak bahwa fashion di Indonesia memiliki kekuatan yang patut diperhitungkan. “Awalnya, ketika saya mencoba menjangkau orang-orang di Hollywood atau negara Asia lainnya, mereka sering berprasangka bahwa satu-satunya tempat di Indonesia adalah Bali dan fashion di Indonesia tidak terlalu menarik,” katanya. Sekarang, The Clique telah membuktikan dengan mengembangkan bisnis ini sehingga menjadi perusahaan yang memasok gaun couture dan aksesori fashion di level yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
The Clique telah berhasil mempromosikan desainer dibawah naungannya kepada kalangan selebriti Hollywood, Bollywood, dan Asia. Mereka telah mendandani lebih dari 150 selebriti internasional dan public figures. Salah satu momen yang tak terlupakan baginya adalah Met Gala, saat Rinaldy Yunardi menjadi desainer Indonesia pertama yang mana aksesorisnya dipakai oleh selebriti di ajang fashion bergengsi tersebut. Rinaldy juga memenangkan hadiah utama yaitu World of Wearable Art sebanyak dua kali pada tahun 2017 dan 2019. Ciara, Madonna, dan Laverne Cox mengenakan aksesoris Rinaldy di red carpet Met Gala. Menaklukkan Hollywood, Bollywood hingga China merupakan pencapaian besar, lewat kolaborasi The Clique dan rumah produksi terbesar di China dimulai dengan [The Mask Singer Season 2] yang ditayangkan di salah satu jaringan TV terbesar. Menjadikannya acara TV No.1 di China dengan 1,2 miliar penonton asal China dan internasional yang tayang melalui televisi dan media online.
Mengikuti perubahan tren, Faye Liu menggambarkan fashion masa kini di Asia Tenggara merupakan penggabungan ragam budaya yang dikombinasikan dengan pengaruh Barat yang sudah tertanam kuat dalam sejarah, menjadi landasan yang bagus untuk diterjemahkan dan dimodernisasi pada bisnis mode. Ia juga mengatakan bahwa desainer Asia Tenggara akan memainkan peran penting dalam industri fashion karena negara-negara tersebut dapat meningkatkan sektor kreatif dan manufaktur.




