Cerita Berharga Kehidupan dari Filosofi Tango
Di ranah tango Indonesia, nama Ratih Soe Kosasie sudah melanglang buana. Sebagai wanita inspiratif yang aktif terlibat dalam ranah tari tango Indonesia, Ia menjadi bukti prestasi wanita di usia golden age dengan terus menginspirasi perempuan di tanah air dengan segala pencapaian yang diraihnya.
Sebagai bentuk kesetiaan nya terhadap tari tango, Ratih sendiri mengadopsi gaya hidup yang aktif. Ia juga membuktikan manfaat dari tango melalui fisik yang prima dan sehat serta pikiran-pikiran yang positif. “Saya lebih mampu menerapkan self-control, lebih sabar dan menyatu dengan sekitar. Tango bukan hanya sekadar lifestyle bagi saya, tango adalah jalan hidup,” jelas Ratih dengan nada gembira.

Above Ratih Soe aktif menjalani berbagai aktivitas di golden age. Foto: Aji Joe Imagenes.
Ratih juga menjelaskan signifikansi tango setelah mempelajarinya lebih dalam. Bukan hanya sekadar lifestyle, Ratih melihat tarian asal Argentina tersebut dari segi filosofi. Ketika menari tango, sang pria akan memimpin sementara sang wanita akan mengikutinya. “Walaupun kita sudah mahir menari tango, wanita tidak dapat memprediksi apa yang akan dilakukan pria. Pria, di sisi lain, harus dapat memimpin partner mereka agar segala hal dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Ratih juga menerapkan filosofi tarian tersebut di dalam rumah tangganya dengan sang suami, yang juga mahir berdansa tango dan menjadi orang pertama yang menyemangati Ratih untuk terjun ke dunia tango. Sang entrepreneur percaya tango telah membantunya untuk mengontrol ego dan meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan partnernya demi mencapai sebuah hubungan yang harmonis.
Baca Juga: Happy Salma and Laura Basuki are the perfect pair in the movie Before, Now and Then

Above Ratih menjalani hidup dengan filosofi tarian tango. Foto: Aji Joe Imagenes.
Ia menjelaskan bahwa ego manusia tidak akan pernah terpuaskan. Maka dari itu, jika seorang individu dapat mengontrol egonya, mereka dapat mengetahui kapan harus menyerah dan mencoba lagi.
Memiliki penampilan yang awet muda dan vibrant serta tetap aktif di usia emas, Ratih mengatakan jika Sang Ibu yang sudah menginjak usia 95 tahun selalu menginspirasinya agar selalu aktif. Berkaitan dengan hal tersebut, Ia menambahkan jika umur hanyalah angka semata. “Age is just a number. Tidak masalah jika kamu masih muda atau lanjut usia, kamu harus tetap aktif. Bagi saya, tidak ada istilah retirement,” pungkasnya. Seperti sang Ibu yang memotivasi dan menginspirasinya, Ratih juga melakukan hal yang sama bagi dirinya dan orang sekitarnya. Bagi dirinya, sangat penting untuk memotivasi diri sendiri terlebih dahulu sebelum memotivasi orang lain. Ia yakin jika seseorang tidak dapat menginspirasi dan membuat orang lain Bahagia jika diri mereka sendiri tidak bahagia.

Above Ratih menanggap usia hanyalah sebatas angka. Foto: Aji Joe Imagenes.
“Membuat dirimu bahagia adalah sebuah prioritas, bukan sebuah tindakan egois. Dan hal ini penting jika tujuanmu adalah meningkatkan well-being orang lain. Sebelum kamu berbagi kebahagiaan dengan orang lain, kamu harus tau apa arti dari kebahagiaan itu sendiri,” jelasnya lebih detail. Hal penting lainnya adalah energi positif yang dapat menyebar ke siapapun. Bagi sang professional dancer, sangat penting unutk memiliki mindset positif, menjadi diri sendiri dan selalu menunjukan rasa percaya diri karena energi kita dapat memperlihatkan diri kita bahkan sebelum kita bersuara. Orang sekitar dapat menangkap energi negatif dari pertemuan pertama.
Baca Juga: Dr Widya: Keindahan yang Tak Terhentikan

Above Membahagiakan diri sendiri adalah sebuah prioritas utama menurut Ratih. Foto: Aji Joe Imagenes.
Ratih berpendapat jika salah satu kekuatan wanita adalah kemampuan mereka dalam mengerjakan berbagai hal di dalam waktu yang bersamaan. Berkaitan dengan hal itu, sumber kebahagiaan terbesar Ratih dating dari menyemangati para wanita untuk menerima perubahan dan tidak pernah berhenti belajar. Selain itu, kekuatan wanita datang dari komitmen teguh, konsistensi, rasa percaya diri, dan determinasi untuk berpegang teguh dengan prinsip.
Selain itu, Ia juga selalu mendorong para wanita untuk menemukan definisi suksesnya masing-masing, yaitu yang sesuai dengan tingkat kebahagiaan dan prinsip yang mereka pegang. Bagi Ratih, Ia percaya menjadi seorang Ibu yang baik berarti dapat menyediakan anak-anak rasa nyaman, aman dan membebaskan mereka menjadi apa yang mereka impikan. “Sukses bagi saya adalah melihat anak-anak saya menjadi mandiri, percaya diri, baik dan bahagia dengan diri sendiri serta memiliki kehidupan yang cemerlang,” tutupnya.
Fotografi: Aji Joe Imagenes
Styling: Raphael Soeroyo
Wardrobe: Accanto by Espen Salberg, Yon Yulizar, Arturro Eggo, Kiky Adam
Jewellery: Private Collection




