Para ahli ini menciptakan cara yang lebih aman untuk mengelola aset digital cryptocurrency yang sangat populer
Foto: Dok. Unsplash
Dengan berbagai platform trading, global exchange, dan dompet fisik yang didedikasikan untuk aset digital, para visioner teknologi yang berada di dalam list Tatler Asia’s Most Influential mempercepat pertumbuhan pengadopsian cryptocurrency di dunia. Melalui perusahaan mereka, kelima CEO ini menciptakan cara yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih mudah untuk mengirim, menerima, dan memperdagangkan mata uang kripto sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan mata uang tersebut di seluruh dunia.
1/5 CEO of CoolBitX: Michael Ou, Taiwan
Foto: Dok. Tatler Asia
Michael Ou menemukan blindspot yang terdapat di dalam dunia cryptocurrency, yaitu keamanan dan kompliansi. Sang CEO berusaha mengatasinya dengan mendirikan perusahaan teknologi CoolBitX yang berbasis di Taiwan. Perusahaan tersebut menciptakan CoolWallet, sebuah crypto hardware wallets yang dapat mengirim, menerima, dan memperdagangkan mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan XRP kapan saja dan di mana saja.
Dalam perilisan versi pronya yang dikenal dengan sebutan CoolWallet Pro, crypto wallet ini memungkinkan pengguna kripto profesional melakukan lebih banyak aktivitas lagi di dunia cryptocurrency. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperoleh pendapatan pasif serta kemampuan untuk membeli dan menjual NFT di Rarible dan OpenSea. CoolBitX dari Ou juga sedang mengeksplorasi proyek “metaverse-like”, NAO NFT, yang berkolaborasi dengan aktris Jepang Jinguji Nao.
2/5 CEO of Crypto.com: Kris Marszalek, Hong Kong

Foto: Dok. Paul Yeung/Bloomberg/Getty Images
Sebagai salah satu pendiri Crypto.com, Kris Marszalek bekerja untuk mempercepat adopsi cryptocurrency di seluruh dunia. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong tersebut memiliki lebih dari 10 juta pengguna dan mempekerjakan lebih dari seribu orang. Crypto.com menawarkan sejumlah produk dan layanan seperti kartu debit Visa yang mendukung kripto, Crypto.com Pay, aplikasi, pertukaran, dompet dan banyak lagi.
Untuk meningkatkan jangkauannya, Crypto.com baru-baru ini menjadi sponsor resmi Piala Dunia FIFA Qatar 2022—menjadikannya sebuah platform perdagangan cryptocurrency pertama yang mensponsori acara tersebut. Mereka juga bermitra dengan Komite Internasional Palang Merah, dimana mereka menayangkan iklan selama siaran Oscar 2022 dengan harapan mendorong pemirsa dari berbagai belahan dunia untuk turut menyumbang ke Ukraina dengan crypto atau NFT. Terlebih lagi, kampanye ini sukses mengumpulkan $1 juta dollar, atau setara dengan Rp14 miliar, untuk tujuan kemanusiaan tersebut.
3/5 CEO of Amber Group: Michael Wu, Singapore
Foto: Dok. Linkedin.com/Michael Wu
Pada bulan Februari, perusahaan aset digital Michael Wu, Amber Group, mencapai valuation sebesar $3 miliar dollar, atau setara dengan Rp42 miliar, berkat putaran pembiayaan swasta senilai $200 juta yang dipimpin oleh perusahaan investasi Singapura Temasek, serta di antaranya termasuk Sequoia China, Tiger Global Management, danPantera Capital. Tentang pendanaan, Wu mengatakan bahwa mereka ingin melakukan lebih dari sekadar memungkinkan mengadopsikan mainstream digital asset. Dilansir dari Tatler Asia, sang CEO ingin membantu menciptakan masa depan digital di mana aset digital memberdayakan orang-orang dengan peluang dan instansi untuk membentuk dunia yang lebih baik bagi sesama
Amber Group, yang didirikan pada tahun 2017, memperdagangkan dan melindungi produk mata uang kripto yang kompleks. Platform aset digital andalannya Whalefin memungkinkan penggunanya untuk melakukan pembelian, perolehan, pertukaran aset, bersama dengan fitur perdagangan yang lebih canggih. Perusahaan ini memiliki lebih dari $1 triliun dollar dalam volume perdagangan, lebih dari $5 miliar dollar aset di platformnya, dan lebih dari seribu klien institusional di seluruh dunia.
4/5 CEO of OwlTing: Darren Wang, Taiwan
Foto: Dok. Tatler Asia
Dengan memajukan teknologi blockchain, Darren Wang turut berkontribusi dalam membantu meningkatkan perdagangan cryptocurrency, terutama di bagian keamanannya. Perusahaan Wang, OwlTing, mendorong bisnis untuk mengamankan transaksi di blockchain sehingga membuat proses lebih transparan dan dapat dilacak. Di antara layanannya adalah OwlPay, yang bertujuan untuk memodernisasi pembayaran B2B dengan teknologi blockchain, dan Owlcheck yang berfungsi sebagai sistem anti-pemalsuan blockchain.
Baru-baru ini, perusahaan tersebut meningkatkan sistem pertahanan terhadap anti-money laundering dan counter-terrorist financing defences dengan teknologi AI dari Napier. Langkah ini akan membantu OwlTing meningkatkan skala bisnisnya lebih jauh di seluruh dunia. OwlTing telah hadir di Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, AS, dan UEA.
5/5 CEO of FTX: Sam Bankman-Fried, Hong Kong
Foto: Dok. Lam Yik/Bloomberg/Getty Images
Pada tahun 2019, Sam Bankman-Fried mendirikan perusahaan cryptocurrency exchange bernama FTX. Perusahaan tersebut merupakan sebuah platform pialang dengan motto “dibangun oleh pedagang, untuk pedagang”, dimana menghadirkan produk-produk seperti industry-first derivatives, opsi, token leverage, dan banyak lagi. Sampai hari ini, FTX menjadi salah satu pertukaran mata uang kripto utama di dunia, yang digunakan oleh pemula kripto dan pedagang tingkat lanjut dengan volume harian sekitar $10 miliar dollar.
Keberhasilan FTX mendorong sang CEO masuk ke posisi ke-60 dalam Daftar Miliarder Forbes 2022 dengan kekayaan bersih $24 miliar dollar. Bankman-Fried adalah salah satu orang terkaya di dunia crypto dan juga salah satu orang terkaya di bawah 30 tahun dalam sejarah. Baru-baru ini, miliarder itu mengatakan dia akan menyumbangkan semua kekayaannya dan meninggalkan satu persen untuk dirinya.



