Retail

Berluti

Jakarta, Indonesia

The Art of Leather, The Elegance of Legacy

 

Merayakan 130 tahun warisan gaya, Berluti mengusung konsep Phylogeny—sebuah filosofi tentang cabang-cabang baru yang tumbuh dari satu akar—untuk menegaskan kembali keahliannya dalam seni kulit. Di ruang bersejarah Fondation Simone & Cino Del Duca di Paris, Maison ini menampilkan perjalanan panjang yang terus berevolusi, dari sepatu ikonis hingga aksesori kontemporer.

Kisah Berluti dimulai pada 1895, saat Alessandro Berluti merancang sepatu lace-up pertamanya di Paris. Dari sanalah lahir filosofi Démesure, semangat bereksperimen yang diwariskan turun-temurun hingga kini. Tahun ini, Mont Thabor menjadi pewaris terbaru, memamerkan patina hitam dalam ribuan gradasi, hasil olahan tangan artisan yang menakjubkan.

Warisan gaya Berluti juga terwujud pada Forestière, jaket yang lahir tahun 1947 untuk arsitek visioner Le Corbusier. Elegan sekaligus fungsional, jaket ini kini di-reinterpretasi dengan sentuhan modern, menghadirkan siluet hybrid yang bisa menemani dari siang hingga malam.

Menambah dimensi baru, Maison memperkenalkan Périple, tas dari kulit Venezia Softy yang lembut sekaligus kokoh. Dirancang untuk mobilitas urban, detail konstruksinya tetap setia pada DNA Berluti, dari inspirasi sol sepatu hingga saku bergaya klasik. Fungsional namun penuh karakter, Périple melambangkan semangat perjalanan di era modern.

Seperti pohon yang telah berdiri selama 130 tahun, Berluti terus menumbuhkan cabang baru tanpa meninggalkan akarnya: tradisi, inovasi, dan keahlian luar biasa. Dari alas kaki hingga pakaian, dari bespoke tailoring hingga aksesori, Berluti merayakan perjalanan panjangnya menuju harmoni antara warisan dan masa depan.