Singgih S. Kartono

Designer & Social Innovator

Tatler Asia

Singgih S. Kartono menjadikan desain sebagai katalis bagi inovasi berkelanjutan dan pembangunan komunitas pedesaan

Singgih S. Kartono terus mendefinisikan ulang hubungan antara desain, keberlanjutan, dan pembangunan pedesaan di Indonesia. Desainer yang dikenal secara internasional melalui radio kayu Magno dan sepeda bambu Spedagi ini berhasil mengolah material serta keahlian lokal menjadi produk yang mendapat pengakuan dari berbagai institusi terkemuka, termasuk Design Museum di London, Good Design Award di Jepang, dan Design for Asia Award di Hong Kong. Karya terbarunya mencakup sepeda Spedagi Dalantrasah dan Trengginas (2024), serta LemPit (2025), sepeda lipat bambu pertama di dunia.

Bagi Kartono, desain tidak berhenti pada penciptaan produk, tetapi juga dapat menjadi katalis bagi pembangunan berbasis komunitas. Sejak 2019, ia menginisiasi Murakabi Movement, sebuah gerakan kolaboratif yang mempertemukan seniman, desainer, arsitek, perajin, serta pegiat literasi pangan lokal. Pada 2026, ia mendirikan Daya Temanggung, lembaga riset dan pengembangan independen yang berfungsi sebagai laboratorium sosial untuk menjembatani kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, dengan fokus pada solusi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Visiting Professor di Tokyo Zokei University, Jepang. Melalui inisiatif seperti Pasar Papringan dan Spedagi Movement, Kartono terus menunjukkan bagaimana desain dapat menghidupkan kembali komunitas pedesaan sekaligus mendorong cara hidup yang lebih berkelanjutan.

Impacted Industries


  • Architecture & Design

Social Media