E. Aminudin Aziz

Kepala Perpustakaan Nasional RI

Tatler Asia
Prof. E. Aminudin Aziz, MA., Ph.D.

Salah satu pencapaian diplomasi budaya yang patut dicatat dari Endang adalah keberhasilannya mendorong bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi dalam Konferensi Umum UNESCO

Nama Professor Endang Aminudin Aziz, MA., Ph.D. belakangan ini menjadi sorotan tidak hanya di dalam negeri namun juga internasional. Ia terpilih sebagai satu-satunya orang Indonesia dalam daftar TIME 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Bidang Kecerdasan Buatan (AI) tahun 2024. Pengakuan dunia ini diberikan atas dedikasinya memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melindungi dan mengembangkan bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Tak lama setelah itu, Aminudin diangkat sebagai Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia oleh Mendikbudristek menggenapi peran strategisnya di bidang pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.


Ia menyelesaikan studi S1 (Diploma IV) Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia pada 1991, lalu meraih gelar Magister dan Doktor Linguistik di Monash University, Australia. Kariernya dimulai sebagai guru bahasa Inggris di SMP Islam Al-Falah, Bandung. Ia kemudian menjadi dosen dan profesor bidang pragmatik linguistik di UPI serta Wakil Rektor Bidang Akademik. Setelah itu, Endang mengabdi sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di London (2016–2020) sebelum dipercaya memimpin Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2020–2024).


Gagasan cemerlang Endang adalah menggabungkan kekayaan bahasa daerah dengan inovasi AI. Di bawah kepemimpinannya, Badan Bahasa mengembangkan model bahasa besar (LLM) untuk mendokumentasikan dan melestarikan lebih dari 700 bahasa daerah Pendekatan ini melibatkan kolaborasi dengan universitas, pegiat bahasa, dan komunitas lokal. Hasilnya, terbangunlah ratusan kamus digital dan perangkat AI yang mampu memantau vitalitas bahasa-bahasa lokal. Sejauh ini Badan Bahasa juga tengah mengembangkan alat khusus untuk mengukur “kehidupan” bahasa-bahasa tersebut. Pendekatan progresif inilah yang akhirnya menempatkannya dalam radar global.


Salah satu pencapaian diplomasi budaya yang patut dicatat dari Aminudin adalah keberhasilannya mendorong bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi dalam Konferensi Umum UNESCO. Bahasa Indonesia kini tercatat sebagai bagian dari sepuluh bahasa resmi konferensi tersebut, bersama enam bahasa resmi PBB (Inggris, Prancis, Arab, Mandarin, Rusia, Spanyol) serta tiga bahasa lain yang diakui UNESCO, yaitu Hindi, Portugis, dan Italia.

Impacted Industries


  • Education