Najwa Shihab

Journalist, Founder, Narasi

Tatler Asia
Najwa Shihab

Najwa Shihab dikenal luas sebagai salah satu jurnalis paling berpengaruh di Indonesia

Najwa Shihab dikenal luas sebagai salah satu jurnalis paling berpengaruh di Indonesia. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini memulai kariernya di dunia media sebagai reporter magang di RCTI, sebelum bergabung dengan Metro TV pada tahun 2000. Di sana, ia menjadi presenter berbagai program berita primetime. Ia kemudian dipercaya memandu Mata Najwa, program talk show politik yang banyak menjadi acuan baru dalam jurnalisme televisi Indonesia. Ketajaman pertanyaannya, dikombinasikan dengan gestur yang tenang dan ekspresi yang terkendali, menjadikan Najwa sosok yang ikonik sekaligus kritis.

Setelah lebih dari satu dekade berkarier di televisi konvensional, Najwa mengambil langkah baru dengan mendirikan Narasi pada 2018. Platform digital ini dibangun dengan semangat jurnalisme independen dan partisipatif, memberi ruang bagi kolaborasi antara jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat sipil. Narasi menjadi wadah bagi isu-isu sosial, politik, dan budaya yang sering kali luput dari pemberitaan arus utama. Di bawah kepemimpinannya, Narasi berkembang menjadi salah satu media digital paling berpengaruh di Indonesia, dikenal karena keberanian editorial dan pendekatan yang inklusif terhadap publik muda.

Seiring dengan kiprahnya sebagai pendiri Narasi, Najwa juga membawa jurnalisme Indonesia ke tingkat global. Ia berkesempatan mewawancarai sejumlah tokoh dunia, termasuk Bill Gates dalam forum Goalskeepers 2025 di New York. Ia juga berbincang dengan mendiang Susan Wojcicki, mantan CEO YouTube, mengenai perempuan dan kepemimpinan di dunia teknologi, serta Chris Martin dari Coldplay dalam sesi yang menampilkan sisi kreatif dan kemanusiaan di balik sosok musisi dunia. Melalui wawancara-wawancara tersebut, Najwa menegaskan posisinya sebagai jurnalis yang mampu menjembatani isu global dan perspektif lokal dengan pendekatan yang relevan bagi penonton Indonesia.

Reputasinya di dunia internasional mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan bergengsi. Pada 2011, World Economic Forum menobatkannya sebagai Young Global Leader atas kontribusinya dalam jurnalisme publik. Ia juga terpilih sebagai Australian Alumni of the Year pada 2022, sebagai pengakuan atas kiprahnya dalam memperjuangkan kebebasan pers dan pemberdayaan masyarakat melalui media. Di dalam negeri, berbagai survei menempatkannya sebagai tokoh perempuan paling berpengaruh dan disukai publik, mempertegas kehadirannya sebagai figur yang dihormati lintas generasi.

Di luar layar, Najwa memegang peran penting dalam mendorong budaya literasi nasional. Sejak 2016, ia dipercaya sebagai Duta Baca Indonesia oleh Perpustakaan Nasional, tugas yang dijalankannya dengan konsisten melalui kampanye membaca di berbagai daerah.

Dengan pengalaman hampir dua dekade, Najwa Shihab tetap menjadi simbol integritas dan keteguhan dalam lanskap media yang terus berubah. Ia membangun kepercayaan publik melalui keberanian, konsistensi, dan komitmen terhadap kebenaran.

Impacted Industries


  • Media & Marketing