Founder, LeBoYe
Ignatius Hermawan Tanzil mengeksplorasi warisan visual Indonesia melalui desain, seni, dan riset sejarah, sekaligus membentuk ekosistem kreatif Tanah Air selama lebih dari tiga dekade
desain grafis. Karyanya mengeksplorasi keterkaitan antara seni, sejarah, dan budaya visual Indonesia. Ia memiliki ketertarikan mendalam terhadap bagaimana elemen visual dapat membentuk identitas budaya, menjaga ingatan kolektif, serta memberi inspirasi bagi perkembangan ekspresi kreatif masa kini.
Dalam dua tahun terakhir, Tanzil semakin mendalami eksplorasi tersebut melalui riset mengenai warisan visual Indonesia dan relevansinya dengan desain kontemporer. Salah satu wujudnya adalah proyek berbasis riset bertajuk Ditanggoeng Tida Loentoer: Atlas of Indonesian Visual Design, yang dipresentasikan di ARTJOG 2026. Proyek ini menghimpun berbagai materi visual dari era 1920-an hingga 1960-an, mulai dari merek dagang, label produk, kemasan, hingga berbagai materi cetak yang merekam kehidupan sehari-hari. Melalui koleksi tersebut, ia memperlihatkan bagaimana bahasa visual yang dekat dengan keseharian turut mencerminkan perkembangan identitas Indonesia.
Sebagai penerima ADGI Lifetime Achievement Award 2024, Tanzil juga berkontribusi dalam membangun ekosistem kreatif Indonesia melalui LeBoYe, Dia.Lo.Gue Artspace, dan Bintaro Design District. Kontribusinya selama ini terletak pada kemampuannya menjembatani desain, seni, dan riset budaya, sekaligus menjadikan desain visual sebagai rekaman hidup yang menjaga ingatan dan perjalanan budaya Indonesia.
Impacted Industries
Architecture & Design
