Farwiza Farhan

Co-founder and chairperson, HAkA

Tatler Asia
Farwiza Farhan, Tatler Front & Female 2026

Aktivis lingkungan tersebut melestarikan ekosistem vital dengan pendekatan konservasi yang inovatif

Berdedikasi untuk melindungi Ekosistem Leuser di Sumatra, pegiat konservasi hutan Farwiza Farhan mendorong pendekatan pelestarian alam yang inklusif dan melibatkan masyarakat. Kawasan ini merupakan salah satu habitat alami penting yang masih menjadi rumah bagi badak, harimau, gajah, dan orangutan yang hidup berdampingan di alam liar. Menolak anggapan bahwa konservasi hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu, Farwiza merangkul berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, ahli ekologi, praktisi hukum, pembuat kebijakan, organisasi nirlaba internasional, hingga sektor swasta, untuk bersama-sama melindungi keanekaragaman hayati yang tak tergantikan di kawasan tersebut.

Melalui kiprahnya bersama Yayasan HAkA, Farwiza terus menunjukkan bahwa upaya melindungi hutan tidak dapat dipisahkan dari perlindungan sumber air, keselamatan, dan mata pencaharian masyarakat setempat. Pada April 2026, ia bersama HAkA menerima Whitley Gold Award atas upaya mereka memperkuat peran masyarakat dalam menjaga daerah tangkapan air di Ekosistem Leuser. Pendekatan ini memanfaatkan pemantauan satelit, survei menggunakan drone, serta keterlibatan aktif masyarakat untuk mendukung upaya konservasi dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. Farwiza juga menerima penghargaan Front & Female Awards tahun ini dalam kategori Social Impact. Berbagai pengakuan tersebut semakin menegaskan kontribusinya dalam menunjukkan bahwa perlindungan ekosistem alam yang penting membutuhkan tanggung jawab bersama serta komitmen kolektif dari berbagai komunitas dan sektor.

Impacted Industries


  • Sustainability

Awards