Co-founder and chairperson, Haka
The environmentalist is preserving a vital ecosystem with a novel approach to conservation
Farwiza Farhan dikenal sebagai salah satu pejuang lingkungan paling berpengaruh di Indonesia. Sebagai Co-founder Forest, Nature and Environment Aceh Foundation (HAkA), ia mendedikasikan dirinya untuk melindungi Ekosistem Leuser—salah satu hutan hujan terakhir di dunia tempat harimau, gajah, badak, dan orangutan masih hidup berdampingan di alam liar.
Pendekatan Farwiza memadukan advokasi hukum, kampanye internasional, dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai penjaga utama hutan. Melalui program konservasi berbasis komunitas, ia juga mendorong keterlibatan perempuan dalam pendidikan lingkungan, advokasi, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Atas dedikasinya, ia dianugerahi Ramon Magsaysay Award serta masuk dalam daftar TIME100 Next.
Melalui kepemimpinannya, Farwiza menunjukkan bahwa perlindungan alam dan pemberdayaan masyarakat—termasuk perempuan—dapat berjalan beriringan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
For her efforts to save Sumatra’s natural treasures
Impacted Industries
Sustainability
Awards
2026: Front & Female Awards (Indonesia)
