Seniman
Eko Nugroho menunjukkan bahwa seni kontemporer dapat memikat dunia sekaligus tetap akrab dengan akar budaya dan komunitas lokal
Eko Nugroho adalah perupa kontemporer asal Yogyakarta yang telah menorehkan namanya di kancah seni internasional. Lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini menyalurkan akar street art dan karya berbasis komunitas ke dalam beragam medium: dari lukisan, drawing, bordir, patung, mural, hingga wayang kontemporer, video, dan instalasi dari sampah plastik daur ulang. Karya-karyanya memadukan tradisi lokal dengan dinamika perkotaan, menghadirkan bahasa visual yang segar dan berani, di mana estetika street art, grafiti, dan komik berpadu dengan pesan-pesan politis yang halus namun tegas. Eko telah menggelar pameran tunggal di Tokyo, Paris, New York, Sydney, dan berbagai kota lain, serta karyanya masuk dalam koleksi lembaga bergengsi seperti Musée d’Art Moderne Paris, Singapore Art Museum, Asia Society Museum New York, Art Gallery of New South Wales, dan Tropenmuseum Amsterdam.
Di luar kanvas, Eko aktif mengembangkan ekosistem seni melalui inisiatif yang memberdayakan komunitas. Ia mendirikan komik independen Dagingtumbuh, merek DGTMB, serta pertunjukan Wayang Bocor yang menghidupkan kembali wayang tradisional dengan sentuhan kontemporer. Sejak 2009, lewat Versus Project dan Eko Nugroho Art Class, ia membuka ruang bagi seniman muda dan anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas mereka, membuktikan bahwa seni bukan sekadar estetika tetapi juga sarana pendidikan dan transformasi sosial. Dalam karya dan kegiatannya, Eko menunjukkan bahwa seni kontemporer dapat memikat dunia sekaligus tetap akrab dengan akar budaya dan komunitas lokal.
Impacted Industries
The Arts