Contemporary Artist
Kebangkitan Christine Ay Tjoe sebagai salah satu seniman kontemporer paling terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara mengubah arah industri seni regional dan bagi seniman perempuan.
Seniman Indonesia Christine Ay Tjoe terus memperluas kiprah seni rupa kontemporer Indonesia di kancah internasional. Lulusan Seni Grafis dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB), ini dikenal melalui praktik artistiknya yang khas, dengan bahasa visual yang ekspresif serta eksplorasi mendalam tentang pengalaman manusia.
Sepanjang kariernya, Christine telah menggelar sejumlah pameran tunggal penting, termasuk di 21st Century Museum of Contemporary Art di Kanazawa dan Ota Fine Arts di Shanghai. Pada 2025, ia juga menggelar pameran tunggal bertajuk Covered and Cover di White Cube, New York. Karya-karyanya kini menjadi bagian dari koleksi sejumlah institusi seni bergengsi dunia, seperti The Metropolitan Museum of Art, M+ Museum, dan Museum MACAN.
Melalui berbagai pameran dan pengakuan dari institusi seni internasional, Christine Ay Tjoe terus memperkenalkan seni rupa kontemporer Indonesia kepada audiens yang lebih luas di berbagai belahan dunia.
Impacted Industries
The Arts
Did You Know?
Pada tahun 2026, lukisannya yang berjudul …to See the White Land terjual seharga HK$16,97 juta di Christie's Hong Kong pada bulan Maret, menetapkan rekor lelang dunia baru untuk sang seniman pada saat itu.
