Butet Manurung

Aktivis dan Edukator

Tatler Asia
Butet Manurung

Butet Manurung adalah sosok edukator dan aktivis yang dikenal karena upayanya menjangkau komunitas adat marjinal di Indonesia

Butet Manurung adalah sosok edukator dan aktivis yang dikenal karena upayanya menjangkau komunitas adat marjinal di Indonesia. Titik balik kariernya bermula pada 1999 ketika ia bergabung dengan LSM konservasi WARSI Jambi, merintis program literasi bagi Orang Rimba, masyarakat nomaden. Pengalaman mendalam di hutan Jambi ini membawanya bersama empat rekan mendirikan SOKOLA Institute, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus menyediakan akses pendidikan di pelosok Indonesia. Melalui SOKOLA, yang kini telah memberikan literasi kepada lebih dari 15.000 orang, Butet membuktikan bahwa pendidikan dapat menjangkau siapa pun. Atas dampak luar biasa ini, SOKOLA Institute dianugerahi UNESCO International Prize for Literacy pada tahun 2024.

Kiprah Butet diakui secara global, melampaui batas aktivisme dan akademisi. Ia telah menerima serangkaian penghargaan prestisius, termasuk dinobatkan sebagai TIME Magazine’s “Hero of Asia” (2004) dan penerima Ramon Magsaysay Award (2014), yang sering disebut ‘Asia Nobel Prize’. Meskipun aktif di lapangan, Butet terus memperkuat kapasitas akademisnya. Saat ini ia menjadi kandidat PhD di Universiteit van Amsterdam. Pengalamannya diabadikan dalam buku Sokola Rimba (2007) yang diadaptasi menjadi film, menegaskan warisannya sebagai sosok yang berhasil menjembatani kearifan lokal dengan sistem pendidikan modern.

Impacted Industries


  • Social Entrepreneurship