Melihat kemeriahan persiapan perayaan Idul Fitri 2023 di seluruh dunia

Idul Fitri menjadi momen istimewa yang ditunggu oleh umat Muslim dan waktu yang tepat untuk bersilaturahmi dengan keluarga, teman, atau rekan seraya memohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan sepanjang tahun. Perayaan Idul Fitri telah berlangsung sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan ditandai dengan dua peristiwa penting, Perang Badar dan Hari Raya masyarakat Jahiliyah. Konon, Perayaan Idul Fitri pertama kali digelar pada tahun ke-2 Hijriah, yakni bertepatan dengan kemenangan kaum Muslim dari Perang Badar.

Bagi umat Muslim, Idul Fitri adalah waktu untuk saling meminta maaf dan berbagi kebahagiaan dengan orang terdekat. Tidak hanya itu, perayaan Idul Fitri juga memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk menguatkan tali persaudaraan dan merayakan keberagaman budaya yang ada di seluruh dunia. Di Indonesia, Idul Fitri biasanya dirayakan dengan mudik atau pulang ke kampung halaman, bermaaf-maafan dengan keluarga dan tetangga, serta melaksanakan sholat Id bersama di masjid. Di negara-negara lain yang juga memiliki masyarakat pemeluk agama Islam, perayaan Idul Fitri tak jauh berbeda. Hanya saja, dikarenakan Idul Fitri bukan menjadi libur nasional, beberapa negara tidak memiliki waktu panjang untuk melakukan perayaan. Meskipun cara perayaannya berbeda-beda di setiap negara, tetapi semangat kegembiraan dan kebersamaan selalu terasa pada saat Idul Fitri tiba. 

Dari Inggris, hingga Thailand, berikut adalah tradisi tahunan menyambut Idul Fitri di berbagai negara.

1. Inggris

Tatler Asia
Above Hiasan Ramadan menerangi West End untuk pertama kalinya. Foto: Hobla London.

Perayaan Idul Fitri di London cukup meriah dengan berbagai acara yang diadakan oleh komunitas Muslim setempat salah satunya diselenggarakan di tengah alun-alun kota London, tepatnya di Trafalgar Square setelah tanggal 1 Syawal. Beberapa masjid di London mengadakan sholat Idul Fitri yang dihadiri oleh ribuan jamaah. Lalu, untuk pertama kalinya, wilayah West End, London, memasang hiasan lampu di jalan Coventry Street antara Piccadilly Circus hingga Leicester Square untuk merayakan bulan suci Ramadan. Hal ini diinisiasi oleh Heart of London, Ramadan Lights, dan The Aziz Foundation. Uniknya, hiasan lampu ini terbuat dari bola lampu LED hemat energi dan bingkai aluminium yang dapat didaur ulang, sehingga merupakan upaya untuk lebih berkelanjutan. Terdapat juga berbagai toko yang menyediakan pakaian khas Idul Fitri dan makanan lezat khas Muslim di sekitar daerah Southall dan Brick Lane.

2. Maroko

Tatler Asia
Above Foto: Morocco World News.

Dikenal sebagai negara di ujung utara Afrika, mayoritas penduduk Maroko memeluk agama Islam. Mereka merayakan Idul Fitri dengan mudik atau pulang ke kampung halaman untuk bertemu sanak saudara. Selama perayaan Idul Fitri, orang-orang Maroko biasanya menyajikan hidangan khas seperti msemen, yaitu sejenis roti pipih yang dimakan dengan saus atau selai, serta kue-kue khas Maroko seperti ka'ab ghzal dan feqqas. Di samping itu, orang-orang Maroko juga memberikan hadiah atau sega kepada anak-anak dan orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan. Selama tiga hari perayaan Idul Fitri di Maroko, orang-orang biasanya berkunjung ke keluarga dan teman-teman untuk saling bermaafan dan bertukar hadiah. Selain itu, beberapa tempat wisata di Maroko juga menyelenggarakan acara khusus dan perayaan Idul Fitri seperti pesta kembang api dan pertunjukan seni tradisional. Waktu konsumsinya pun di siang hari dan ditutup dengan minum teh. Maroko merayakan kemeriahan Idul Fitri dengan intim, hanya antar sanak keluarga saja.

3. India

Tatler Asia
LG-H990
Above Foto: Kulture Kween.
LG-H990

Perayaan Idul Fitri di India berbeda-beda di setiap wilayahnya. Di India, ada tradisi khusus yang disebut dengan Eidi di mana anak-anak diberi uang oleh orang dewasa sebagai hadiah. Untuk  beberapa wilayah India, seperti Delhi dan Lucknow, terdapat tradisi chaand raat atau "malam bulan sabit" yang merujuk pada malam sebelum Idul Fitri. Pada malam itu, umat Muslim mengunjungi pasar malam yang khusus dibuat untuk perayaan Idul Fitri dan membeli pakaian baru, hiasan rumah, dan makanan untuk disajikan pada hari raya. Para perempuan juga menghias tangan mereka dengan mehndi atau henna. 

Makanan khas Idul Fitri di India antara lain sheer kurma, sejenis puding khas India yang terbuat dari susu, gula, dan mie halus yang kemudian diberi hiasan seperti kismis, pistachio, dan almond. Di wilayah lain, seperti Hyderabad, juga ada tradisi Haleem yaitu hidangan khas Idul Fitri yang terdiri dari campuran daging dan gandum yang dimasak dalam waktu yang lama bersama rempah-rempah, sehingga menjadi hidangan yang gurih dan lezat.

4. Turki

Tatler Asia
Above Foto: Getty Images.

Di Turki, pada hari raya Idul Fitri, orang Turki saling mengunjungi keluarga dan teman-teman untuk mengucapkan "Selamat Hari Raya" atau "Bayramınız Mübarek Olsun". Tradisi yang unik di Turki adalah adanya tradisi memberikan uang sebagai hadiah kepada anak-anak yang dikenal sebagai Bayram Harçlığı. Orang dewasa memberikan uang kepada anak-anak sebagai tanda kasih sayang dan sebagai bentuk memberikan semangat pada anak-anak. Selain itu, pada hari raya ini, orang-orang Turki juga menghiasi rumah dan jalan-jalan dengan lampu-lampu yang indah dan bendera-bendera Turki, serta menyiapkan manisan seperti baklava dan Turkish delight. Permintaan kedua manisan ini meningkat tinggi ketika menjelang Idul Fitri.

5. Thailand

Tatler Asia
Above Foto: Jack Taylor/AFP.

Di Thailand, perayaan Idul Fitri dikenal dengan nama Hari Raya Puasa atau Hari Raya Aidilfitri. Meskipun mayoritas penduduk Thailand beragama Buddha, namun terdapat sekitar 4-5% penduduk Thailand yang memeluk agama Islam. Perayaan Idul Fitri di Thailand dimulai dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang diadakan di masjid-masjid besar di seluruh penjuru negara. Setelah Salat Idul Fitri, masyarakat Muslim di Thailand biasanya berkunjung ke rumah kerabat dan sahabat untuk bertemu dan bersilaturahmi. Di beberapa daerah di Thailand, terdapat pula tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Muslim setempat. Misalnya, di wilayah Narathiwat, masyarakat mengadakan festival pakaian tradisional di mana mereka berpakaian tradisional Melayu dan mengadakan parade dengan menggunakan kuda yang dihias. Di beberapa daerah, seperti di Pattani dan Yala, ada tradisi unik yang disebut saba, di mana orang-orang memberikan makanan dan hadiah kepada tetangga dan kerabat sebagai tanda rasa syukur dan persaudaraan.

 

Baca Juga:

5 Destinations in Central Java You Should Take A Look at During Your Eid Al-Fitr Holiday

6 Exotic Visa-Free Destinations

Panduan Barang Trendi untuk Menampilkan Pesonamu Sepanjang Liburan

Topics