Apple membuat beberapa pengumuman besar yang menunjukkan arahnya untuk masa depan sebagai game changer.
Worldwide Developer Conference (WWDC) tahunan Apple telah ditetapkan sebagai acara di mana Apple mengungkap pembaharuan dalam sistem operasinya: iOS, iPadOS, macOS, watchOS, dan tvOS. Namun tahun ini, Apple membuat gebrakan dengan headset realitas yang telah lama ditunggu-tunggu, Apple Vision Pro, serta banyak pembaruan pada perangkat untuk para penggunanya.
Baca juga: 7 most beautiful Apple stores in Asia
Berlokasi di Apple Park, California, konferensi dimulai pada 5 Juni 2023 dan diadakan secara hybrid. Tentu saja pengumuman terbesar adalah debut headset Apple Vision Pro, yang menurut CEO Apple Tim Cook adalah "komputer jenis baru". Dengan teknologi ini, Apple tampaknya akan bermain dalam tren virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), melainkan artificial intelligence (AI) yang kini diinvestasikan oleh hampir semua perusahaan teknologi.
Apple bertaruh besar pada Vision Pro

Above Apple Visi Pro
Menjadi headset VR pertamanya, Apple Vision Pro menggabungkan augmented reality dan virtual reality, dengan layar menghadap ke depan yang menunjukkan mata pemakainya. Didukung oleh dua chip, M2 Ultra dan R1, perangkat ini menggunakan visionOS untuk memungkinkan pengguna melihat aplikasi-aplikasi Apple langsung diproyeksikan di depan mereka begitu mereka memakai headset. Mereka kemudian dapat menavigasi dengan mata mereka, memilih dengan mengetuk, scroll layar dengan menjentikkan mata, atau mendikte dengan suara.
Pengumuman Apple Vision Pro adalah berita besar dari Apple, sebab headset ini adalah produk dari kategori baru pertamanya dalam delapan tahun terakhir. Inovasi terakhir Apple sebelum Apple Vision Pro adalah Apple Watch pada tahun 2014. Sejak dirilis, jam tangan pintar (smartwatch) tersebut telah berkembang dan mendominasi pengiriman global produk smartwatch sebesar 35% pada tahun 2022, menjadikan Apple pemimpin pasar smartwatch. Tapi apakah taruhannya pada virtual dan augmented reality akan terbayar? Terutama karena Meta telah memiliki produk serupa yaitu headset Oculus selama beberapa tahun. Dijadwalkan untuk rilis di AS awal tahun 2024, dan dengan label harga yang cukup besar pada US$3.499, dapatkah Vision Pro menjadi game changer untuk Apple? Only time will tell.
MacBook Air 15 inci pertama Apple

Above Apple MacBook Air 15 inci
Selain headset Vision Pro, Apple juga mengungkapkan MacBook Air terbesarnya. Menawarkan layar Liquid Retina 15,3 inci, sistem suara enam speaker, chip M2, dan masa pakai baterai hingga 18 jam, Apple mengatakan bahwa ini adalah laptop 15 inci tertipis di dunia. MacBook Air terbaru juga dilengkapi pengisian daya MagSafe, dua port thunderbolt untuk menghubungkan aksesori, layar eksternal yang dapat mencapai display 6K, dan jack headphone 3,5mm seperti perlengkapan MacBook Air yang sudah ada. Segera hadir di Indonesia, laptop ini tersedia dalam warna midnight, starlight, silver, dan space grey, dan mulai dari US$ 1.299 atau Rp 19,2 juta.
Baca juga: 3 things to know when buying a new laptop for school
Fitur baru iOS 17

Above Apple iOS 17
Tentu saja, konferensi tidak akan lengkap tanpa pembaruan-pembaruan baru yang akan ada dalam iOS 17 akhir tahun ini, yang mencakup fitur baru untuk menelepon dan mengirim pesan seperti Contact Posters, stiker baru, Live Voicemail, dan banyak lagi. Fitur AirDrop baru yang disebut NameDrop memperbolehkan pengguna untuk membagikan kontak mereka dengan mudah yaitu hanya dengan mendekatkan ponsel mereka, sementara aplikasi journaling baru bernama Journal memungkinkan pengguna mendokumentasikan aktivitas dan pemikiran mereka. Aplikasi Journal akan dihubungkan dengan aplikasi kesehatan (Health) untuk membantu mengidentifikasi emosi yang relevan secara medis. perubahan. Fitur baru StandBy mengubah layar iPhone Anda menjadi tampilan seperti rumah pintar saat dimiringkan secara horizontal sehingga menampilkan informasi penting, seperti waktu dan tanggal. iOS 17 akan dirilis musim gugur ini.
macOS Sonoma baru

Above Apple macOS Sonoma
Apple juga memberikan preview sistem operasi desktop terbarunya, macOS Sonoma yang menampilkan widget desktop interaktif yang dapat disinkronkan dengan iPhone Anda. Pengguna sekarang dapat mencentang pengingat, memutar atau menjeda media, mengakses kontrol rumah, dan melakukan berbagai tugas dari Mac mereka, semuanya langsung dari desktop. Meskipun secara tradisional tidak terkait dengan game, Apple ingin mengubah keadaan dengan memperkenalkan Game Mode. Pada dasarnya Game Mode bertujuan untuk membuat pengalaman bermain di Mac lebih imersif dengan meningkatkan kinerja video game yang menuntut grafis di komputer Mac. Porting toolkit baru akan memudahkan pengembang game untuk mem-porting permainan mereka yang ada di platform lain ke ekosistem macOS, dan Apple juga mengumumkan bahwa Death Stranding: Director's Cut yang populer akan hadir di Mac akhir tahun ini.
Jangan lewatkan: Inside Malaysia’s US$786m Gaming Industry’s Growth, Competition And Friendships
Upgrade ke MacPro dan Mac Studio baru

Above Apple Mac Studio dan Pro
Last but not least, Apple juga memberikan update pada Mac Pro-nya dengan chip M2 Ultra baru yang memberikan workstation ikonik tersebut peningkatan yang diklaim tiga kali lebih cepat daripada pendahulunya yang berbasis Intel. Sementara itu, Mac Studio akan mendapatkan upgrade langsung dari rilisnya tahun lalu berupa chip prosesor M2 Max atau M2 Ultra di dalamnya. Menurut Apple, Mac Studio baru juga tiga kali lebih cepat dari pendahulunya yang merupakan Mac Studio dengan M1 Ultra. Bandwidth video juga telah ditingkatkan, memungkinkan pengguna menghubungkan layar 8K untuk pengalaman menonton terbaik. Segera hadir di Indonesia, Mac Pro dijual mulai dari US$6.999 atau sekitar Rp 104 jutaan, sementara Mac Studio mulai mematok harga sebesar US$1.999 atau sekitar Rp 29,7 jutaan.
Baca juga
4 smartwatches to help you achieve your 2023 fitness goals
6 Women Using Technology To Shape The Future
These AI thought leaders are unlocking the future with cutting-edge technology




