Cover Singapura, yang kini menjadi pusat konser Asia. Foto: Unsplash.

Bagaimana negara kecil dengan 5,4 juta penduduk menjadi pusat konser musisi internasional

Para pecinta musik Asia Tenggara betul-betul dimanjakan pada bulan Juni 2023 lalu. Nama-nama besar dari dunia musik internasional akhirnya menaruh perhatian lebih pada Asia Tenggara, membawakan konser multiple dates di sejumlah kota, terutama Singapura. 

Coldplay menjadi yang pertama untuk mengumumkan turnya di Indonesia dan Malaysia, masing-masing mendapat satu konser pada Bulan November mendatang. Tentunya kehadiran Coldplay di Indonesia untuk pertama kalinya mendapat animo besar dari para penggemar. Namun, beberapa waktu setelah tiket konser Coldplay di Indonesia habis terjual dalam hitungan jam, band asal Inggris itu mengumumkan akan menghampiri Singapura untuk tampil selama enam hari.

Tidak hanya Coldplay, Taylor Swift juga baru-baru ini mengumumkan tur internasionalnya. Satu-satunya negara di Asia Tenggara yang akan ia hampiri adalah Singapura. Sama seperti Coldplay, Taylor juga akan mengadakan pertunjukan sebanyak enam malam dalam rangka tur dunia bertajuk “Eras Tour”. Lebih dari 22 juta penggemar mendaftar untuk mendapatkan kode akses penjualan tiket yang dimulai hari ini, menunjukkan betapa besarnya basis penggemar Taylor di wilayah ini.

Tatler Asia
Above Bagian indoor dari Singapore National Stadium yang kerap dipakai sebagai venue konser internasional/ Foto: Unsplash.

Meskipun ia hanya sebuah negara kecil seluas 782,6 km², Singapura memang kerap disebut sebagai pusat konser di Asia Tenggara karena banyaknya musisi kaliber dunia yang memilih Singapura untuk mengadakan konsernya. Maka, 12 konser Coldplay dan Taylor Swift yang akan diadakan tahun depan menunjukan kekuatannya sebagai concert-hub Asia. 

Dukungan penuh dari pemerintah

Pariwisata menjadi sektor penting bagi Singapura. Ia memang memiliki sumber daya alam terbatas, namun Singapura berhasil membangun image yang baik melalui atraksi-atraksi yang menarik bagi warga dunia. Konser dan acara bertaraf internasional menjadi salah satu diantaranya. 

Pemerintah lokal proaktif dalam mendukung konser internasional, sebab kehadiran para concertgoers juga akan berkontribusi pada devisa. Dukungan pemerintah terlihat jelas saat Menteri Kebudayaan, Masyarakat & Pemuda Singapura, Edwin Tong, merilis sebuah video yang disertai informasi lengkap untuk konser Taylor Swift di Singapura dengan mengatakan “Selain Jepang, Taylor hanya akan hadir di Singapura!” Slogan dari Singapore Tourism Board “Passion Made Possible” juga dicantumkan sebagai partner dalam poster konser, menunjukan dukungan resmi dari pemerintah untuk penampilan Taylor. 

Bayangkan saja betapa banyak warga Asia yang akan terbang ke Singapura untuk menonton Taylor Swift. Besar kemungkinan mereka tidak hanya berada di Singapura untuk satu hari, melainkan akan sekaligus berbelanja, bertamasya, dan menghabiskan uang selama perjalanannya.

Bayangkan saja betapa banyak warga Asia yang akan terbang ke Singapura untuk menonton Taylor Swift. Besar kemungkinan mereka tidak hanya berada di Singapura untuk satu hari, melainkan akan sekaligus berbelanja, bertamasya, dan menghabiskan uang selama perjalanannya. 

Dilansir dari TIME, Can Seng Ooi, profesor pariwisata budaya dan warisan di University of Tasmania yang meneliti strategi pariwisata Singapura mengatakan bahwa “Singapura adalah tujuan wisata, tetapi sebuah acara juga menjadi destinasi.”

Fasilitas Memadai

Negara dengan 5.4 juta penduduk ini dikenal akan aksesibilitas dan fasilitas yang memadai sehingga mampu menjadi tempat yang nyaman untuk diadakan konser. Letak Singapore National Stadium yang berada tepat di sebelah stasiun MRT memberikan kemudahan bagi para penonton yang tidak tinggal di Singapura. Lupakan kemacetan yang seringkali ditemui di Jakarta ketika sebuah konser diadakan, sebab sebagian besar penonton memilih untuk menggunakan transportasi umum untuk mobilisasi. Ini juga menjadi keuntungan bagi tim musisi dan promotor. Mereka dapat dengan mudahnya keluar dari area stadium berkat jalur keluar masuk stadium yang lancar. 

Tatler Asia
Above Fasilitas yang memadai, terutama dalam hal transportasi membuat Singapura bebas dari kemacetan. Foto: Unsplash.

Multiple dates, less cost!

Tur Music of the Spheres (MOTS) dari Coldplay dan Eras Tour Taylor Swift memiliki satu kesamaan, tatanan panggung megah. Eras Tour memiliki 3 panggung terpisah, dan sepanjang tiga jam penampilannya, set design berubah hampir di setiap lagu. Sedangkan untuk MOTS World Tour, Coldplay tampil di atas panggung besar yang telah didesain menggunakan standar sustainability dengan tambahan C stage yang lebih dekat dengan penonton. Membangun dan membawa panggung ke negara-negara Asia bukan sebuah tugas yang mudah dan tentunya akan memakan energi yang besar.

Di sisi lain, sebagai salah satu pusat ekonomi, Singapura memiliki konektivitas yang tinggi dengan dunia internasional. Terhubung dengan 380 kota dunia, Bandara Changi Singapura memiliki penerbangan ke ratusan kota. Besarnya konektivitas Singapura dengan dunia memudahkan mereka yang ingin berkunjung untuk menonton konser. 

Untuk kedua faktor ini, banyak musisi internasional memilih Singapura untuk mengadakan konsernya di Asia Tenggara, sehingga mereka dapat menjangkau penonton lebih banyak dengan biaya yang lebih sedikit dan dalam waktu yang lebih singkat.

Topics