Kisah-kisah ini mengeksplorasi masa depan yang dikuasai oleh kecerdasan buatan
Sebelum naiknya penggunaan kecerdasan buatan di dunia nyata, berbagai karya fiksi ilmiah telah menjelajahi kompleksitas dunia distopia dan masa depan di mana entitas super cerdas buatan melayani, hidup berdampingan, atau bahkan memerintah umat manusia. Karya fiksi yang mengeksplorasi hubungan antara manusia dan mesin ini kini telah menjadi genre klasik. Beberapa menceritakan manfaat potensial seperti peningkatan kualitas hidup dan peningkatan produktivitas, sementara lainnya menawarkan kemungkinan berbahaya AI seperti hilangnya kendali atas kreasi mereka. Dengan AI yang merambah semua aspek kehidupan, imajinasi fiktif ini menjadi lensa di mana kita dapat memahami kemungkinan dan konsekuensi dari teknologi yang berkembang pesat.
Baca lebih lanjut: Perjalanan Jake Verzosa dari fotografi ke realitas yang mustahil dengan AI
The Complete Robot oleh Isaac Asimov

Above The Complete Robot oleh Isaac Asimov
Eksplorasi entitas teknologi cerdas harus dimulai dengan The Complete Robot karya Isaac Asimov. Dengan lebih dari 31 cerita pendek yang sangat yang merinci hubungan manusia-robot di masa depan, buku ini juga mengeksplorasi Tiga Hukum Robotika Asimov. Diperkenalkan pada tahun 1942, 'hukum' ini meliputi seperangkat aturan yang mengatur perilaku robot dalam cerita Asimov: robot tidak boleh melukai manusia; robot harus mematuhi manusia (tanpa bertentangan dengan hukum pertama); dan robot harus melindungi keberadaannya (tanpa bertentangan dengan yang sebelumnya). Tiga Hukum Robotika telah memengaruhi pemikiran seputar etika kecerdasan buatan selama beberapa dekade, dan semakin bergema sekarang saat orang bergulat dengan keadaan AI.
I Have No Mouth And I Must Scream oleh Harlan Ellison

Above I Have No Mouth And I Must Scream oleh Harlan Ellison
Cerita pendek karya Harlan Ellison "I Have No Mouth And I Must Scream" memberikan dosis ketakutan yang kuat terhadap posibilitas perkembangan teknologi. Dalam imajinasi penulis, dunia pasca-apokaliptik didominasi oleh AM, AI jahat yang telah memusnahkan umat manusia tetapi membiarkan lima orang yang selamat tetap hidup hanya untuk menyiksa mereka selamanya. Dengan narasinya yang kelam, novel ini dapat dipandang sebagai kisah peringatan, menghadirkan ketakutan yang mungkin muncul ketika umat manusia diperbudak oleh ciptaannya.
Neuromancer oleh William Gibson

Above Neuromancer oleh William Gibson
Melukis masa depan distopia di mana dunia kriminal beroperasi dalam spektrum kecerdasan buatan dan realitas virtual, Neuromancer mengeksplorasi konsekuensi dari kecanduan teknologi. Novel ini mengikuti kisah seorang hacker yang terlibat dalam pekerjaan misterius melawan AI super dengan imbalan obat untuk sistem sarafnya yang rusak. Satu lagi alasan untuk membacanya: novel yang mendefinisikan genre cyberpunk ini, memiliki potensi untuk memenangkan tiga hadiah terbesar penulisan fiksi ilmiah: Penghargaan Nebula, Penghargaan Philip K. Dick, dan Penghargaan Hugo.
Hyperion oleh Dan Simmons

Above Hyperion oleh Dan Simmons
Dengan latar alam semesta yang di ambang kehancuran, tujuh peziarah memulai perjalanan ke planet Hyperion tempat Shrike—makhluk yang ditakuti, dicintai, dan dibenci—menanti. Saat cerita para peziarah terjalin dan terungkap, novel ini turut mengeksplorasi implikasi AI tingkat lanjut secara sosial, agama, dan lainnya. Jika kamu terpikat pada narasi opera ruang angkasa, tema AI dibangun dan berkembang di novel-novel lainnya dalam seri Hyperion Cantos karya Dan Simmon.
Daemon oleh Daniel Suarez

Above Daemon oleh Daniel Suarez
MMORPG (massively multi-player online role-playing games), realitas yang terhubung, perusahaan besar yang mengatur segalanya, program komputer yang menggerakkan setiap aspek kehidupan — dunia Daemon dalam waktu dekat terasa hampir seperti realitas yang kita tinggali satt ini, setidaknya sampai program komputer yang terbengkalai menjadi hidup. Dibuat oleh raksasa game, yang kematiannya memicu kebangkitannya, Daemon mulai menjalankan rencananya, memanfaatkan kekuatan AI dan otomatisasi untuk membentuk kembali masyarakat. Penulis Daniel Suarez menggabungkan teknologi tinggi dan ketegangan tinggi untuk menggambarkan konsekuensi sistem AI yang memengaruhi dunia nyata.
Avogadro Corp. oleh William Hertling

Above Avogadro Corp. oleh William Hertling
Dengan ancaman proyeknya dihentikan, David Ryan memutakhirkan perangkat lunak ELOPe. Sayangnya, program pengoptimalan bahasa email mengembangkan kecerdasan dan kesadaran diri, mengambil setiap tindakan agar tidak pernah dimatikan oleh pencipta manusianya. Penulis kisah fiksi William Hertling mengeksplorasi dunia spionase perusahaan dan kemajuan pesat dalam teknologi, juga memunculkan dilema etika privasi, tanggung jawab perusahaan, dan pengembangan AI yang tidak terkendali.
Topics




