Kenal lebih dekat dengan Puteri Indonesia 2022 yang berasal dari Bali ini.

Gelaran Puteri Indonesia 2022 akhirnya terlaksana, setelah tahun sebelumnya sempat ditiadakan akibat pandemi. Tahun ini, gelar Puteri Indonesia 2022 berhasil diraih oleh Laksmi Shari De-Neefe Suardana dari Bali. Selain Laksmi yang terpilih jadi Puteri Indonesia 2022, ada juga Cindy May McGuire dari DKI Jakarta 5 yang berhasil meraih juara 2 sebagai Puteri Indonesia Lingkungan, dan juara 3 Adinda Cresheilla dari Jawa Timur sebagai Puteri Indonesia Pariwisata. Ketiga puteri ini berhasil merebut hati 9 juri yang hadir secara langsung menyeleksi 44 finalis Puteri Indonesia 2022, yang nantinya berkesempatan membawa harum nama Indonesia di kancah Internasional seperti Miss Universe, Miss International, dan Miss Supranational. Simak lebih dekat tentang fakta-fakta istimewa tentang Laksmi Shari De-Neefe Suardana, sang Puteri Indonesia 2022.
Tanpa judul0.jpg

 Foto:Dok.instagram/laksmideneefe

1/5 Berasal dari keluarga kreatif 

Latar belakang Laksmi ternyata bukan dari keluarga biasa. Laksmi lahir 26 tahun lalu yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya, Ketut Suardana, penduduk Bali asli berasal dari Ubud yang menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Bali. Sementara ibunya, Janet De-Neefe, berasal dari Australia dan terkenal sebagai penulis serta pegiat sastra dan literasi, yang membangun Ubud Writers & Readers Festival dan Ubud Food Festival. Orang tua Laksmi juga mengelola penginapan Casa Luna dan restoran Indus. Laksmi juga merupakan cucu dari pengusaha konglomerat Australia, John De-Neefe.


2/5 Membuat sejarah baru

Kemenangan Laksmi De-Neefe Suardana sebagai Puteri Indonesia 2022 menorehkan sejarah baru. Hal ini dikarenakan baru pertama kalinya puteri dari Bali tampil sebagai juara dalam ajang ini. Oleh karenanya, Laksmi berjanji akan memanfaatkan wadah besarnya sebagai Puteri Indonesia dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan mensosialisasikan pariwisata Bali dan mempromosikan sektor usaha kecil yang didominasi para seniman tradisional.


3/5 Sangat peduli dengan pendidikan setinggi-tingginya

Bagi Laksmi, pendidikan setinggi-tingginya adalah hal yang penting. Baru-baru ini Laksmi diwisuda setelah lulus dari Politecnico Internazionale della Moda (Polimoda) di kota Florence, Tuscany - Italia dan mendapat gelar Bachelor of Business Marketing in Fashion Business. Sebelumnya, pada 2014-2016, Ia berhasil meraih Bachelor of Design Honours in Fashion Design dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) di kota Melbourne, Victoria - Australia. Menurutnya, pendidikan adalah kunci untuk pintu pemberdayaan perempuan yang lebih baik.


4/5 Aktif berkegiatan sosial

Sadar bahwa Ia memiliki ‘wadah’ yang dapat dimaksimalkan, Laksmi memanfaatkan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia memulainya dari hal kecil seperti menjadi volunteer untuk mengajar Bahasa Inggris di Hope for Bali dan Bali Children Foundation. Ia juga membangun kampanye media sosial, Breakeven yang dijadikan platform untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, khususnya bagi perempuan.


5/5 Punya misi advokasi di bidang literasi & sastra

Sejak pertama kali dibentuk, Laksmi sudah terlibat aktif di Ubud Writers & Readers Festival. Pada 2020, Ia menjadi host untuk acara festival literasi terbesar di Asia Tenggara ini. Dari keaktifannya dalam festival ini, Laksmi tergerak untuk aktif menyuarakan hal terkait pendidikan, sastra, dan literasi di Bali. Menurutnya, hanya dengan edukasi, pemberdayaan perempuan dapat tercapai. Laksmi juga melihat selama pandemi sangat merugikan kondisi edukasi anak-anak sekolah, terutama dalam hal penurunan literasi. Oleh karenanya, melalui kegiatan UWRF, Laksmi berusaha meningkatkan advokasi dengan mendorong peningkatan minat masyarakat Indonesia untuk membaca dan menulis, terutama terkait karya sastra Indonesia.