Paduan suara yang didirikan Giok Hartono ini pernah membuat haru korban kerusuhan ’98

Tugas penting paduan suara adalah membuat berbagai karakter suara para anggotanya bisa berpadu dengan harmonisasi yang indah. Karena itu, memang tidak mudah untuk bisa membangun kelompok paduan suara yang bisa langgeng, kompak, dan dipercaya untuk tampil di berbagai acara di dalam dan luar negeri. Salah satu yang berhasil melakukan itu adalah Paduan Suara Armonia. 

Dalam waktu dekat, kelompok yang dibentuk oleh Giok Hartono dan beberapa rekan itu akan segera tampil bersama orkestra pimpinan Addie MS. Sebelum itu, Armonia telah tampil di berbagai tempat seperti Carnegie Hall, Sydney, Bangkok, Moskow, dan pernah juga tampil di acara United Nations. 

Perjalanan Armonia dimulai ketika Giok dan teman-temannya belajar menyanyi di bawah asuhan pelatih vokal Baruno Wibowo. “Dari hanya bernyanyi-nyanyi saja, saya dan rekan-rekan sepakat untuk mendirikan sebuah paduan suara. Kalau paduan suara, sepertinya lebih bisa menghasilkan,” ujar istri pengusaha Robert Budi Hartono itu. Keinginan Giok itu disambut dengan senang hati oleh Baruno. “Dengan harmoniasasi yang bagus, bukankah kita jadi lebih lebih bisa menikmati karya yang bagus,” ujar Baruno.

 

Baca Lagi: 6 Things You Should Know About Song Hye-kyo’s Latest K-Drama “Now We Are Breaking Up”

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 2 Paduan Suara Armonia. Foto: Dok. Tatler Indonesia
Photo 2 of 2 Paduan Suara Armonia. Foto: Dok. Tatler Indonesia

Sebagaimana layaknya perjalanan sebuah komunitas, Armonia pun mengalami berbagai kesulitan. Bukan hanya dalam harmonisasi suara, namun juga menyatukan karakter, mengingat ada 40 kepala yang memiliki jalan pikiran masing-masing. Sejauh ini, semua kendala bisa terlewati dengan jalan kekeluargaan. 

Menurut Baruno, Armonia bisa menjadi paduan suara yang disiplin karena Giok sebagai pemimpin memberi contoh nyata kedisiplinan. “Walau baru pulang dari luar negeri, kalau sudah waktunya latihan, beliau akan datang ke tempat latihan dari pagi. Jadi kalau anggota mau aneh-aneh, mereka akan jadi tidak enak sendiri,” ujar Baruno. “Karena kita kan nyanyinya bareng. Kalau ada yang bolong-bolong, masa harus diulang demi satu orang?” tambah Giok. 

Above Armonia Choir Indonesia menyanyikan lagu Jangkrik Genggong

Pandemi tentu saja mempengaruhi kesempatan Armonia untuk latihan bersama maupun melakukan pementasan di depan umum. “Beruntung sekali Armonia memiliki pemimpin seperti Ibu Giok yang pantang menyerah. Jujur saja, grup menyanyi lain yang juga saya pegang banyak yang sudah berhenti karena pandemi,” ungkap Baruno. Armonia bahkan berhasil menyelenggarakan konser online pertamanya tahun lalu. 

Konser online mau tidak mau memang menjadi pilihan paling logis di masa pandemi. Terakhir kali Armonia tampil di depan umum secara offline adalah di Moskow. Dari berbagai penampilan mereka di luar  negeri, Giok dan Baruno mengakui kalau pengalaman tampil di Melbourne, Australia, adalah salah satu yang paling berkesan. Saat itu, Armonia masih berusia sangat muda, belum genap 4 tahun, dan sudah berhasil memberikan penampilan yang menggugah penonton. 

“Salah satu lagu yang kami tampilkan adalah Tanah Air, karangan Ibu Sud. Setelah acara selesai, ada keluarga yang mendatangi kami. Mereka adalah korban kerusuhan ‘98 dan telah tinggal di Australia semenjak itu. Mereka mengatakan bahwa lagu Tanah Air yang kami nyanyikan membuat mereka rindu pada tanah air. Kami sungguh terharu mendengarnya,” ujar Baruno. 

 

Baca Lagi: Top 5 Grammy Performances

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 4 Baruno WIbowo dan Giok Hartono. Foto: Dok. Pribadi
Photo 2 of 4 Paduan Suara Armonia saat performance di Kudus. Foto: Dok. Pribadi
Photo 3 of 4 Paduan Suara Armonia saat performance di Kudus. Foto: Dok. Pribadi
Photo 4 of 4 Paduan Suara Armonia saat performance di Kudus. Foto: Dok. Pribadi

Secara keseluruhan, Armonia selalu memberikan persiapan serius yang sesuai dengan tujuan. Misalnya, apabila mereka berpentas untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke mancanegara, mereka akan akan menggunakan koreografi dan pakaian daerah, sesuai dengan lagu daerah yang ditampilkan. 

Hal tersebut menjadi salah satu tantangan bagi Armonia yang selalu mencoba memberikan penampilan terbaik yang sinkron dengan perubahan zaman. “Kalau dulu, paduan suara banyak yang bernyanyi sambil berdiri. Namun sekarang sudah ditambah koreografi, dan itu tidak mudah, karena memecah konsentrasi sekali,” ungkap Baruno. 

Karena itu, memang dibutuhkan komitmen tinggi dalam berlatih paduan suara ini. Menurut Baruno, paling tidak keinginan dan bakat bernyanyi seseorang itu sudah harus ada. “Karena bila tidak maka orang itu akan tidak happy, dan selanjutnya malah bisa mengganggu orang lain,” ujarnya.

 

Baca Lagi: Tatlergram: Agnez Mo Best Style

Tatler Asia
Above Baruno Wibowo dan ketua harian Shu Hwa Halim. Foto: Dok. Pribadi
Tatler Asia
Above Pengurus Paduan Suara Armonia 2022. Foto Dok: Tatler Indonesia

Untuk perjalanan di tahun depan, Armonia belum memiliki rencana untuk menambah anggota. Diakui oleh Baruno dan Giok, mengurus 40 orang pun sudah membutuhkan waktu dan energi tersendiri. “Banyak anggota yang sudah tidak muda lagi dari segi usia. Sekarang ini banyak anggota yang segenerasi dengan anak saya. Jujur saja, sudah banyak anggota seumuran saya yang sudah ‘pergi’ atau sakit. Nah, itu kami gantikan dengan generasi baru,” ungkap Giok. 

Paduan Suara Armonia didirikan oleh Giok Hartono dan dipimpin oleh Baruno Wibowo bersama dengan sang ketua harian, Shu Hwa Halim. Dengan berbagai tantangan dalam mengatur 40 orang dalam sebuah paduan suara, Giok memastikan ada satu hal yang jelas bisa Armonia atasi, yaitu kecanggungan setiap akan naik panggung. “Kami sangat percaya diri,” ujar Giok tertawa renyah. 

 

Baca Lagi: Daftar Para Pemenang Cannes Film Festival 2022

Topics