Cannes Film Festival selalu menghadirkan berbagai film terbaik, termasuk ke tujuh film ini

Ajang festival film bergengsi, Cannes Film Festival 2022, kembali dihadirkan untuk yang ke-75 kalinya. Berlangsung dari 17-20 Mei, para penonton terlihat memenuhi tempat duduk acara tersebut setelah dua tahun mengalami pembatasan jarak karena pandemi Covid-19 di Prancis.

Tahun ini, sejumlah besar film Asia turut ditayangkan secara perdana di festival film tersebut. Mulai dari “Broker” karya Hirokazu Koreeda hingga “Joyland” buatan Saim Sadiq, berikut adalah beberapa film Asia terbaik yang menghiasi panggung festival tersebut

 

“Broker” by Hirokazu Koreeda


Sutradara kelahiran Jepang Hirokazu Koreeda, peraih penghargaan Palme d'Or yang menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan di Cannes Film Festival, hadir kembali untuk film barunya yang berjudul “Broker”. Berbicara mengenai plotnya, sang sutradara terinspirasi dari sebuah peristiwa nyata dimana ditemukannya sebuah bayi dalam kotak di Korea Selatan. Dalam berita tersebut dikatakan bahwa Pendeta Lee Jong-rak dan istrinya menyelamatkan bayi-bayi yang ditinggalkan di "kotak drop".

Film ini menceritakan kisah Sang-hyun (diperankan oleh Song Kang-ho) dan Dong-soo (diperankan oleh Gang Dong-won) yang membantu menemukan orang tua baru untuk bayi yang ditinggalkan di dalam kotak tersebut. Pasangan itu kemudian terlibat dengan seorang ibu muda So-young (diperankan oleh IU), yang meninggalkan bayinya di dalam kotak tersebut tetapi memutuskan untuk mengambil bayi itu kembali.

 

“Decision to Leave” by Park Chan-wook

“Decision to Leave” merupakan film pertama buatan dari sutradara terkenal Korea Selatan, Park Chan-wook. Film terbaru ini diluncurkan enam tahun setelah film terdahulunya yang berjudul “The Handmaiden” dirilis pada tahun 2016. Film ini akan bersaing dengan berbagai film kenamaan lainnya untuk mendapatkan penghargaan Palme d'Or.

Film ini bercerita mengenai seorang detektif (diperankan oleh Park Hae-il) yang jatuh cinta pada seorang janda misterius (diperankan oleh Tang Wei). Ternyata, dia adalah tersangka utama dalam penyelidikan pembunuhan terbarunya.

 

Joyland by Saim Sadiq

WhatsApp Image 2022-05-23 at 4.56.03 PM.jpeg Foto: Dok. Tatler Asia

“Joyland” adalah film Pakistan pertama yang secara diputar dalam penyeleksian kategori resmi di ajang Cannes Film Festival 2022. Film ini merupakan tanda debut dari penulis dan sutradara asal Pakistan Saim Sadiq. Sebelumnya, film pendeknya yang berjudul “Darling” telah membuatnya berhasil membawa pulang penghargaan “Orizzonti Best Short Film” di Venice Film Festival 2019.

“Joyland” menceritakan kisah keluarga patriarkal yang mendambakan bayi laki-laki untuk melanjutkan garis keluarga. Tanpa diketahui orang tuanya, bayi laki-laki yang telah bertumbuh besar tersebut secara diam-diam bergabung dengan teater dansa erotis dan jatuh cinta pada seorang trans.

 

Plan 75 by Chie Hayawaka

“Plan 75” merupakan sebuah karya film buatan Chie Hayakawa yang akan tayang untuk pertama kalinya dalam kategori Un Certain Regard di ajang festival film ini. Sang sutradara terkenal karena film pendeknya “Identify This Girl” dan “Photography of Zero”. Dia juga menyutradarai “Ten Years Japan”, dimana film ini terinspirasi dari film omnibus dari Hong Kong.

Berlatarkan di negara Jepang, Plan 75 mengisahkan sebuah cerita pada warga lanjut usia yang didorong untuk melakukan euthanasia secara sukarela sebagai bentuk solusi dari banyaknya lansia di masyarakat. Film ini mengisahkan cerita menarik dari tiga orang: seorang wanita tua yang memilih untuk bertahan hidup dengan cara menghilang, seorang salesman Plan 75 dan seorang pekerja muda Filipina yang menghadapi pilihan hidup dan mati. 

 

Retour à Séoul by Davy Chou

WhatsApp Image 2022-05-23 at 4.56.16 PM.jpegFoto: Dok. Tatler Asia

Retour Davy Chou Séoul (Return to Seoul) kembali bersaing dalam kategori Un Certain Regard. Film ini berpusat pada Freddie, 25 tahun (Park Ji-min) yang kembali ke Korea Selatan untuk pertama kalinya sejak diadopsi dan dibesarkan di Prancis. Dia mulai mencari orang tua kandungnya di negara yang terasa begitu asing.

 

Hunt by Lee Jung-jae

Bintang utama serial “Squid Game”, Lee Jung-jae, memulai debutnya sebagai sutradara melalui filmnya yang berjudul “Hunt”. Film aksi tersebut ditayangkan dalam kategori Midnight Screening.

Berlatar tahun 1980-an, film ini mengisahkan puncak kediktatoran militer di Korea Selatan. Ketua KCIA Foreign Unit Park Pyong-ho (diperankan oleh Lee) dan kepala Unit Domestik Kim Jung-do (diperankan oleh Jung Woo-sung) bekerja sama untuk mengungkap mata-mata Korea Utara Donglim, yang bersembunyi di dalam agensi mereka.

 

All That Breathes by Shaunak Sen

WhatsApp Image 2022-05-23 at 4.56.55 PM.jpegFoto: Dok. Tatler Asia

All That Breathes karya Shaunak Sen terpilih untuk ditayangkan dalam bagian Special Screening di ajang festival film terpopuler ini.

Film dokumenter berdurasi 90 menit ini berfokus pada isu-isu lingkungan. Film ini menceritakan sepasang dua saudara India, Saud dan Nadeem, yang menyelamatkan dan merawat burung yang terluka. Mereka menjalankan klinik burung di Delhi dan telah membuat pekerjaan hidup mereka untuk merawat makhluk yang terluka.