Before, Now and The (Nana), referensi film Indonesia terbaru yang mengangkat isu perempuan.

before-now-then.jpgFoto: Dok. Four Colours Films

Film berjudul “Before, Now and Then” atau "Nana" (judul Bahasa Indonesia) adalah sebuah film drama Indonesia dirilis tahun 2022, yang diproduseri oleh Jais Darga dan disutradarai oleh Kamila Andini. Film ini dibintangi oleh Happy Salma sebagai Nana, seorang wanita yang mengalami masa-masa kekerasan di pedesaan Indonesia di era tahun 1940-an hingga 1960-an. Film ini ditayangkan perdana serta turut berkompetisi dengan film internasional lainnya di Festival Film Internasional Berlin ke-72 pada Februari 2022.

Berikut adalah fakta-fakta menarik dari film ini, sebelum kamu menontonnya nanti.
 
1/5     Disutradarai oleh sutradara perempuan

Setelah meraih kesuksesan dangan film berjudul “Yuni”, Kamila Andini kembali berkarya di kompetisi film internasional Berlinale 2022 dengan film terbarunya  “Before, Now and Then” atau “Nana” judul dalam Bahasa Indonesia.

2/5     Terinspirasi dari novel "Jais Darga Namaku" karya Ahda Imran
 

Film ini diadaptasi dari bab pertama sebuah novel “Jais Darga Namaku” karya Ahda Imran, menceritakan kisah nyata Raden Nana Sunani. Raden Nana Sunani yang hidup di Jawa Barat tahun 1960-an yang juga merupakan mendiang ibunda Jais Darga sendiri. Di film ini, Jais Darga bertindak sebagai Executive Producer dan turut hadir pada kompetisi film di Berlin.

 
3/5    Film yang berkompetisi di Festival Film Internasional Berlin ke-72
 

Nana adalah film periodik drama yang berlatarkan di Indonesia era `50-an, pasca kemerdekaan. Film  ini mengangkat kisah seorang perempuan bernama Nana dan keluarganya.

4.     Dibintangi oleh aktris dan aktor ternama Indonesia

Film ini dibintangi oleh Happy Salma, Laura Basuki, dan Ibnu Jamil. Selain memainkan peran utama sebagai "Nana", Happy Salma juga berperan sebagai co-producer dalam film ini. Berkat perannya, Laura Basuki juga dianugerahi Silver Bear sebagai aktris Pendukung Terbaik untuk penampilannya sebagai Ino.
 
5/5    Film Indonesia berbahasa Sunda

"Before, Now and Then" (Nana) bercerita tentang seorang perempuan Indonesia yang hidup di daerah Jawa Barat di era 1960-an, oleh karena itu Bahasa yang digunakan adalah Bahasa daerah setempat yakni Bahasa Sunda di jaman itu.