Melihat prediksi tren properti 2023 di Asia sebagai panduan untuk investasi
Tahun ini bisa dibilang sebagai angin segar untuk bisnis dan investasi properti di Asia. Dengan mulai dibukanya pembatasan bepergian akibat pandemi (seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia), memberi peluang untuk meningkatkan tren baru seperti penyewaan dan penjualan hunian mewah bagi warga asing. Meski begitu, beberapa tren dari tahun sebelumnya, seperti hunian yang luas dan privat, serta digitalisasi properti, diperkirakan masih menjadi favorit untuk tahun. Jika kamu berencana untuk memulai investasi di bidang ini, simak ulasan perkiraan tren properti 2023 di Asia, berdasarkan pengamatan dari Realstar Premier Group, Knight Frank’s Asia-Pacific Residential Review, dan Minor International.
Fokus pada hunian yang ‘aman’

Above investasi properti dilatabelakangi pertimbangan memiliki hunian yang 'aman'. Foto: Mori Building Co./Toranomon Hills.
Fakta bahwa seorang individu (dengan kategori ultra high net worth) mengambil keputusan untuk berinvestasi properti, dilatarbelakangi pertimbangan memiliki hunian yang ‘aman’ serta sebagai strategi ‘memperpanjang kekayaan’. ‘Aman’ yang dimaksud adalah cukup berharga untuk dijadikan sebagai sebuah investasi. Pada 2022, di Asia menunjukkan pertumbuhan investasi properti yang cukup besar dari investor Asia seperti di Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, China, dan Hong Kong. Selain itu, minat yang kuat terhadap properti hunian di kota-kota utama seperti London dan New York, serta di Jepang dan Australia, menunjukkan adanya keinginan untuk dapat berinvestasi di luar Asia. Dengan meningkatnya perjalanan internasional, mayoritas menilai ini sebagai hal yang positif dan optimis untuk mempertahankan harga properti mewah & ultra mewah, bahkan mampu meningkatkan harga secara signifikan.
Mulai meningkatnya pembeli dari luar negeri & di luar Asia

Above Tahun ini menjadi saat yang tepat bagi warga asing untuk memiliki properti di Asia. Foto: tatlerasia.com/GuocoLand.
Tahun 2023 diprediksi sebagai tahun kemudahan bagi warga asing untuk memiliki properti Asia. Di Singapura, khususnya, sudah mulai terbuka dengan adanya penyewaan properti untuk investor asing. Terlebih lagi, Singapura baru saja meluncurkan One Pass, yang menyasar warga asing dengan penghasilan minimal $30.000 per bulan untuk dapat memperoleh izin kerja lima tahun dan memungkinkan tanggungan mereka mencari pekerjaan. Hal ini dianggap sebagai angin segar bagi pasar penyewaan properti. Bahkan beberapa pemilik properti seperti penthouse dan apartemen mewah telah mendaftarkannya di pasar untuk disewakan. Dengan begitu mereka mendapat keuntungan berlipat. Pada 2022, angka penyewaan rumah melonjak 24 persen dari Januari-September 2022. Lonjakan serupa juga terjadi pada penyewaan apartemen mewah yang memiliki empat-lima kamar tidur, serta penthouse seluas lebih dari 5.500 meter persegi, dengan harga sewa hingga $60.000 per bulan. Berbanding terbalik dengan harga rumah yang cenderung stabil, dikarenakan situasi yang memperkenankan kerja hybrid, sehingga masyarakat lebih menyukai waktu di dalam rumah dan kemungkinan kecil untuk menyewakan atau menjual rumah dalam waktu dekat.
Tingginya pencarian terhadap lahan rumah yang besar

Above Rumah yang lebih besar dan personal sedang naik daun di Singapura. Foto: Joshua de Souza.
Salah satu tren hunian dan properti yang berkembang pesat di Singapura, yaitu kebutuhan akan rumah yang lebih besar dan hal yang lebih personal. Pergeseran ini mulai terlihat pada tahun lalu, dengan meningkatnya investasi besar-besaran pada Good Class Bungalows. Konsumen mencari lahan besar, di mana mereka dapat membangun keluarga hingga beberapa generasi di dalamnya. Bagi kalangan atas, ini termasuk salah satu aset mewah mereka yang berharga. Daerah Sentosa Cove juga cukup diminati, dikarenakan beberapa konsumen tertarik mencari lahan di sekitar tepi laut atau jalur air dengan fasilitas pelabuhan, agar dapat menyimpan kapal pesiar atau yacht pribadi. Ditambah lagi kawasan ini terbuka bagi investor luar negeri untuk memiliki vila atas persetujuan pemerintah.
Meningkatnya permintaan hunian dengan ‘fasilitas kesehatan’

Above Dewasa ini, konsumen lebih memperhatikan sisi strategis dari sebuah properti. Foto: anantaradesaru-residence.com
Belajar dari pandemi yang secara tiba-tiba mengubah hidup banyak orang, kondisi ini juga ternyata berpengaruh terhadap pasar properti dan real estate mewah. Konsumen kini cenderung memperhatikan ketersediaan ‘fasilitas kesehatan’ di dekat mereka. Hunian juga dibuat dengan sirkulasi udara yang besar, seperti bungalow dan banyak ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Beberapa properti bermerek ikut mengadopsi jenis hunian ini dalam pasar mereka. Untuk hunian pribadi, tren eksklusivitas tetap menjadi prioritas utama, seperti halaman belakang yang luas, dapur & ruang makan besar, serta adanya home theater. Selain itu, dengan meningkatnya tren self care hingga mindfulness, sejalan pula dengan meningkatnya permintaan hunian yang dilengkapi spa, sauna, hingga kolam renang air dingin, termasuk ruang meditasi/yoga serta gym pribadi. Tren berkelanjutan dengan bangunan ramah lingkungan tetap dipertimbangkan pada tahun ini.
Lebih banyak akses digital

Above Calom pembeli properti dapat memanfaatkan teknologi seperti AR & VR. Foto: Mars House/Krista Kim.
Meski kini pembatasan berkegiatan sudah mulai longgar, nampaknya tren digital tetap tinggal untuk beberapa tahun ke depan. Apalagi selama pandemi, konsumen dimanjakan dengan kemudahan teknologi untuk mengakses calon properti yang mereka incar, misalnya dengan penggunaan AR & VR seperti yang dilakukan Luucid, perusahaan properti asal Singapura. Dengan teknologi ini, konsumen mendapatkan gambaran serta menentukan properti yang diinginkan, lengkap dengan warna hingga furnitur, tanpa harus datang ke lokasi. Selain tren teknologi ini, membeli properti dalam bentuk NFT di Metaverse juga diprediksi masih akan bertahan. Hanya saja, diperlukan kewaspadaan lebih tinggi dikarenakan investasi properti pada Metaverse masih sangat berisiko. Ditambah lagi, beberapa negara belum memiliki regulasi jelas terkait ini.
Topics



