Ubah kamar mandimu menjadi salah satu tempat yang paling apik di rumah

Foto: Dok. Tatler Asia
Mulai dari gaya mewah, kesan nostalgia, suasana hangat, dan customizability—menjadi beberapa tema utama untuk desain kamar mandi saat ini. Tidak hanya menjadi area fungsional, kamar mandi telah berkembang menjadi zona pelarian yang menggoda indra untuk membuat ritual kebersihan harianmu menjadi pengalaman yang benar-benar memanjakan dan nyaman. Detail mewah, elemen retro, fitur yang dipersonalisasi, dan tata letak inventif menyatu dengan indah–membuat kamar mandi terlihat seperti beberapa ruang dengan desain paling kreatif yang pernah kamu lihat. Berikut beberapa rekomendasi desain kamar mandi untuk kamu.
1/7 Style: Retro Revival

Foto: Dok. Tatler Asia
Dalam beberapa waktu terakhir, sebagian besar desain kamar mandi menggunakan palet warna netral. Menurut Eve Mercier, pendiri Insight School of Interior Design yang berbasis di Hong Kong, orang-orang jauh lebih berani di tahun Fifties and Sixties dalam hal pemilihan warna untuk desain kamar mandi mereka, misalnya dengan menggunakan warna hijau almond, merah jambu raspberry, dan kuning.
“Cara mudah untuk menambahkan nuansa retro ke kamar mandi kamu adalah dengan menggunakan clawfoot cast-iron bathtub. Cast iron dikenal juga dapat menjaga air tetap hangat lebih lama daripada contemporary acrylic bathtubs,” Kata Mercier. “Cara mudah lainnya untuk menghadirkan sentuhan retro yang apik ke kamar mandi kamu adalah dengan menempatkan cermin antik di atas wastafel atau menggunakan chains dan high cisterns dalam warna dan sentuhan akhir yang fun colours.” Tambahnya.
Kamar mandi bertema retro dapat membangkitkan rasa nostalgia. Dengan menggunakan wastafel berbentuk organik dari koleksi Le Muse Toto dan bak mandi Toulouse 1800 oleh Victoria + Albert atau koleksi The New Classic Laufen–kamu dapat mewujudkan kamar mandi retro impianmu.
Deepu Mahboobani, wakil presiden perusahaan Wimberly Interiors menyarankan untuk menggunakan berbagai perabotan dan perlengkapan kamar mandi yang warna-warni agar dapat mewujudkan tampilan retro sesungguhnya. “Bermainlah dengan perpaduan eklektik pola dan bentuk geometris di lantai atau dinding, meja rias dibuat warna-warni, bagian dinding menggunakan fitur yang semarak di belakang bak mandi, serta karpet bermotif di lantai,” Tambahnya.
2/7 Detail: Colourful Customisations

Foto: Dok. Tatler Asia

Foto: Dok. Tatler Asia
Menurut Nikki Hunt, pendiri Design Intervention yang berbasis di Singapura, semakin banyak pemilik rumah yang ingin memadupadankan elemen dan warna di kamar mandi mereka untuk menciptakan ruang yang mencerminkan individualitas mereka. Hunt pun menambahkan, “Siapa bilang kamar mandi harus serba putih, atau bahkan berwarna netral? Terkadang, apa yang kita butuhkan adalah ruang yang bisa memberi kita dorongan energi. Warna memiliki kekuatan untuk mengangkat dan menginspirasi, serta dapat memberi kita semangat yang sangat dibutuhkan.”
Penggunaan hiasan dinding merek Italia, tersedia di Hafary. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat lempengan keramik yang dapat disesuaikan dan dapat menampilkan karya seni yang dicetak secara digital. “Lantai yang disesuaikan dapat digunakan untuk menciptakan gaya yang sangat personal. Dengan demikian, pemilik rumah atau desainer dapat menata kamar mandi dengan mudah, sesuai dengan aksesori atau furnitur pilihan mereka,” Kata direktur Hafary, Frank Goh.
Pilihan warna-warni lainnya ada di Villeroy & Boch's. Koleksi wastafel terlihat dipasang di permukaan dengan permukaan luar menampilkan berbagai warna menarik yang dibuat oleh desainer interior Jerman-Denmark Gesa Hansen.
3/7 Material: Wooden Warmth

Foto: Dok. Tatler Asia
Penggunaan ornamen kayu pada sebuah rumah selalu membawa kehangatan. Tidak hanya itu, ornamen kayu juga memberi kesahajaan karena menjadi perpaduan apik dengan lantai dan bagian marmer di dalam rumah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika semakin banyak pemilik rumah menggunakan kayu sebagai sentuhan akhir pada desain kamar mandi mereka.
Menurut Mahboobani, orang cenderung menggunakan finishing dengan faux kayu karena lebih tahan lama dan lebih mudah dirawat. “Kayu veener bisa digunakan di meja rias tetapi hindari menggunakan kayu yang tidak diolah di atas meja atau di area yang didominasi 'zona basah',” Kata Mahboobani.
Mercier bukan penggemar faux kayu. Ia lebih suka menggunakan kayu asli untuk kamar mandi tetapi dia tahu bahwa memerlukan perencanaan yang matang untuk melakukannya dan mewujudkannya. “Ornamen kayu akan rumit jika berada di kamar mandi karena percikan air dan kelembapan dapat merusaknya. Tetapi ada cara cerdas untuk menggabungkan kayu asli di kamar mandi, yaitu dengan meletakkannya jauh dari zona air, seperti di sekitar layar kayu atau kisi-kisi jendela,” Kata Mercier.
Robert Cheng, pendiri Brewin Design Office, setuju dengan hal itu. “Kami senang menggunakan lantai kayu untuk kamar mandi. Mereka lebih fungsional daripada material lain yang digunakan kebanyakan orang. Lantai dari kayu terasa lebih lembut di kaki,” Kata Cheng. “Langit-langit kayu di kamar mandi juga membantu membuat ruangan terasa lebih nyaman dan menyalurkan perasaan teduh seperti berada di kapal pesiar.”
4/7 Form: Work of Art

Foto: Dok. Tatler Asia
Daniel Arsham telah bekerja sama dengan merek kamar mandi Amerika Kohler dan The Art Lab Studio untuk membuat Rock.01. Kamar mandi itu menggunakan wastafel bercetak 3D yang tersedia dalam edisi terbatas, yaitu hanya 99 buah. Kohler debut koleksinya di Design Miami pada bulan Desember, dengan menampilkan pemanfaatan dari teknologi pencetakan tanah liat untuk menciptakan bentuk 3D terbaru. Dinding wastafel dicetak dengan cermat, yaitu lapis demi lapis dengan proses keseluruhan memakan waktu lebih dari tujuh jam.
“Rock.01 memadukan masa depan teknologi pencetakan 3D dengan metode paling dasar dari kuningan yang dicetak dengan tangan. Ini benar-benar hal baru dan saya merasa itu sangat puitis,” Kata Arsham. The asymmetric vitreous china basin dipasangkan dengan "batu" kuningan yang dituangkan dengan tangan dan sentuhan akhir yang dipatenkan. Desain itu menggambarkan sejarah perusahaan manufaktur dalam membuat bak mandi besi di akhir abad ke-19. Seniman memilih a cast brass base with a similar patina–dengan karya perunggu lainnya.
5/7 Layout: Open Plans

Foto: Dok. Tatler Asia

Foto: Dok. Tatler Asia
Desain kamar mandi semi terbuka ini dapat memperbesar ruang secara visual dan menumbuhkan rasa keintiman sensual di kamar tidur. Dengan memasang panel kaca atau pintu masuk tanpa pembatas, kamu dapat membuat koneksi mulus tanpa batas antara dua area.
“Ketika kamar mandi secara visual terhubung ke kamar tidur, ruangan akan terlihat jauh lebih besar dan lebih cerah,” Kata Cheng. “Secara fungsional, desain ini membantu mengurangi luas area basah, misalnya dengan proyek Nassim Park. Vanity adalah bagian dari area kering di sebelah lemari pakaian.”
Menurut Mahboobani, salah satu manfaat dari tata letak ini adalah kamu dapat mengarahkan cahaya alami dari jendela kamar tidur untuk mencerahkan kamar mandi. “Memiliki kamar mandi yang sangat transparan juga menghadirkan kesempatan untuk memamerkan perlengkapan dan furnitur kamar mandi minimalis. Untuk menjaga privasi, kamu dapat menerapkan pencahayaan dan bentuk layar yang cerdas.”
Mercier menyarankan untuk tetap menggunakan bahan dan nada warna yang serupa untuk meningkatkan kontinuitas visual. “Misalnya, kamu dapat menggunakan batu kapur berwarna madu untuk lantai dan dinding kamar mandi yang akan cocok dengan the light oak untuk lantai kamar tidur kamu. Pastikan ada jendela atau kipas angin yang baik di kamar mandi kamu, atau kamar tidur kamu akan segera mendapat uap dari kamar mandi,” Kata Mercier.
Memiliki perabotan lembut di kamar mandi juga dapat menambahkan sentuhan nyaman pada ruangan serta mengaburkan garis antara area kamar tidur dan zona mandi kamu. “Jika kamu memiliki ruang serta kursi yang bagus dan nyaman, maka ruanganmu bisa terasa sangat memanjakan. Kamu bahkan dapat mempertimbangkan untuk menambahkan tirai kain ke kamar mandi,” Kata Hunt. “Ada banyak kain outdoor-grade yang sangat kuat. Kamu dapat melapisi kain standard indoor fabric dengan tirai shower untuk menciptakan lapisan pelindung.”
6/7 Style: Art Deco Influences

Foto: Dok. Tatler Asia

Foto: Dok. Tatler Asia
Kamar mandi yang glamor dapat membantu kamu menciptakan kemewahan hotel bintang lima yang kamu cintai di rumah. Untuk membawa semangat Roaring Twenties ke kamar mandi kamu, pertimbangkan perlengkapan yang dipengaruhi oleh art deco-influenced fittings dari Gessi’s Venti20 line, atau koleksi dari Lefroy Brooks yang terinspirasi oleh estetika Twenties.
“Fokus untuk membuat pernyataan menggunakan pola geometris yang berani, material mewah, dan detail metalik yang berkilau. Maka gunakan maksimal tiga elemen art deco tetapi tetap buat ornamen lainnya dengan sederhana,” Saran Mahboobani. “Misalnya finishing lantai keseluruhan, lantai dinding atau wallpaper dapat memiliki pola art deco yang dilengkapi dengan perlengkapan lampu dan perangkat keras dekoratif yang lebih modern.”
Kerang adalah motif kunci dari era tersebut. Kamu dapat membawa detail ini ke kamar mandi dengan kait dinding Concha berbentuk cangkang dari merek Denmark AYTM, yang tersedia dalam beberapa lapisan logam di P5 Studio.
“Finishing metalik akan menambah kesan glamor yang mengingatkan kembali pada the roaring twenties, yang merupakan era jubilation dan excess,” Kata Hunt. “Itulah mengapa gaya ini sangat cocok untuk kamar mandi. Ini memungkinkan kamu untuk merasa istimewa dan dimanjakan saat kamu mandi atau berdandan.”
7/7 Colour Palette: Monochromatic

Foto: Dok. Tatler Asia

Foto: Dok. Tatler Asia
Menurut Maria Fernandez, manajer pemasaran Cosentino Asia, pandemi telah mendorong pemilik rumah untuk menciptakan ruang yang dirancang khusus untuk memberikan relaksasi yang sangat dibutuhkan setelah seharian bekerja. “Terkadang, sebagian kecil dari kebanyakan jadi menggunakan permukaan monokromatik sebagai cara yang bagus untuk menciptakan efek yang menarik di kamar mandi,” Kata Maria.
Saat mendesain kamar mandi monokromatik, Fernandez menyarankan untuk menggunakan skema latar belakang putih bersih untuk membuka ruang, kemudian menambahkan aksen hitam di panel, lemari, meja rias, atau wastafel. “Menggunakan warna hitam secara berlebihan dapat dengan mudah mengecilkan ruangan, jadi saya menghindari penggunaan warna hitam sebagai warna utama di kamar mandi apartemen yang ukurannya lebih kecil daripada umumnya,” Katanya.
Saat memilih ornamen untuk kamar mandi monokromatik, Goh menyarankan untuk menggunakan permukaan bertekstur atau nuansa berbeda dengan warna yang sama untuk menciptakan keseimbangan dan ketertarikan visual. “Putih atau warna netral lainnya juga dapat digunakan untuk melengkapi rona primer,” Tambahnya.




