Beberapa bangunan yang harus kamu kunjungi sebelum menghadiri Piala Dunia
Semua orang rasanya ingin ke Qatar, ketika acara sepak bola yang paling ditunggu-tunggu di dunia, dimulai di Qatar. Ini merupakan Piala Dunia pertama yang diadakan di Arab. Ada beberapa hal menarik yang dapat kamu catat, misalnya tentang delapan stadion baru yang dibangun untuk menampung 64 pertandingan yang akan dimainkan di turnamen tersebut. Lebih dari sekadar lapangan sepak bola, stadion ini membanggakan diri dengan branding starchitect.
Konsep itu tidak seperti gedung pencakar langit lainnya yang dibangun futuristik dan dengan struktur yang luar biasa. Bangunan itu dirancang oleh arsitek terkenal dunia, seperti I.M. Pei, Jean Nouvel, dan OMA. Nama mereka sering bermunculan di sekitar Doha dalam dekade terakhir. Mulai dari perpustakaan dengan desain yang menakjubkan hingga museum yang megah, ini rekomendasi beberapa tempat dengan arsitektur megah di Qatar, yang wajib kamu kunjungi.
1. Qatar National Library

Above Foto: Dok. Unsplash
Bangunan ini dibangun dengan sudut yang unik dan bentuk yang tidak terduga. Perpustakaan Nasional Qatar ini terletak di Education City, yaitu sebuah kampus seluas 12 km² yang menampung beberapa lembaga pendidikan dan kegiatan penelitian.
Dirancang oleh perusahaan terkenal Belanda, OMA, interior bangunan ini sama spektakulernya dengan eksteriornya. Fasilitas yang luas menjadi rumah bagi lebih dari satu juta buku di dalamnya. Bangunan ini menggunakan teknologi inovatif, seperti penyortiran buku otomatis dan sistem "people mover" untuk memastikan koleksi dapat diakses oleh semua orang.
Pada intinya, perpustakaan warisan yang terkubur enam meter di bawah permukaan tanah ini, menyimpan dokumen-dokumen yang berasal dari abad ketujuh Masehi dan dibangun agar terlihat seperti situs penggalian.
2. Ceremonial Court

Above Foto: Dok. iStock
Landmark lain di Education City adalah The Ceremonial Court, yaitu sebuah fasilitas terbuka yang digunakan untuk acara-acara khusus. Dirancang oleh arsitek Jepang, Arata Isozaki yang memenangkan Pritzker Prize pada tahun 2019. Setelah bangunan ini selesai dibangun, bangunan ini menampilkan pola dengan kisi-kisi yang ditemukan di mana-mana. Kisi-kisi itu berasal dari seluruh negeri yang tergabung dalam pergola yang mengapit alun-alun.
3. National Museum of Qatar

Above Foto: Dok. iStock
Dibangun dengan struktur yang halus dan dibuat hampir fana, Museum Nasional Qatar yang berwibawa ini, dirancang oleh arsitek pemenang Pritzker Prize, yaitu Jean Nouvel. Bentuk liris bangunan ini terinspirasi oleh formasi kristal mawar gurun.
Bentuk itu menampilkan cakram yang saling terkait, yang terbuat dari rangka baja yang dilapisi beton bertulang kaca dan membentang seluas 430.500 kaki persegi. Bayangan dari bangunan ini diciptakan oleh elemen yang menjorok sehingga memungkinkan pengunjung untuk berjalan-jalan di luar sambil melindungi interior dari cahaya dan panas.
4. Al Janoub Stadium

Above Foto: Dok. iStock
Bangunan ini dahulu dikenal sebagai Stadion Al Wakrah. Desain futuristik dari Stadion Al Janoub ini dirancang oleh mendiang arsitek Dame Zaha Hadid. Bangunan ini terinspirasi oleh layar perahu dhow tradisional Qatar, dengan bentuknya yang mengepul dan membumbung tinggi ke atas kaki langit.
Al Wakrah adalah sebuah kota di selatan Doha, yang merupakan warisan maritim kota pesisir tersebut. Bangunan ini menawarkan kapasitas 40.000 dengan atapnya yang dapat dibuka dan sistem pendingin yang inovatif. Sistem pendingin itu untuk memastikan bahwa acara dapat diadakan sepanjang tahun, bahkan selama musim panas.
5. Doha Tower

Above Foto: Dok. Unsplash
Menara Doha adalah proyek pertama Jean Nouvel di Qatar. Bangunan ini mendahului Museum Nasional Qatar dalam waktu tujuh tahun. Desain Menara Doha mengekspresikan budaya lokal yang menghubungkan desain Islam modern dengan kuno. Bangunan ini terletak di jalan corniche pusat kota yang menghadap ke teluk.
Danau Doha dapat dilihat melalui lingkar kubah yang menutupi gedung pencakar langit bundar ini. Menara Doha ini merupakan prestasi teknik dengan 46 lantai di atas tanah, tiga lantai di bawah tanah, dan total luas lantai sekitar 110.000 m². Bangunan ini tidak memiliki inti pusat dan menyisakan lebih banyak ruang internal yang tersedia untuk penghuninya.
6. Museum of Islamic Art

Above Foto: Dok. iStock
Museum ini dirancang oleh mendiang I.M. Pei. Museum of Islamic Art adalah bangunan besar yang terakhir dirancang oleh arsitek pemenang Pritzker Prize. Bangunan ini selesai dibangun pada tahun 2008, hanya beberapa bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-92.
Dirinci dengan tepat dan menggunakan bahan dengan kualitas terbaik, formasi volume sudut bangunan seluas 376.740 kaki persegi ini, sengaja menyembunyikan kubah pusat di dalam menara sehingga memberi kesan benteng besar yang dipisahkan dari tanah oleh parit yang kecil.
Bentuknya yang minimalis digarisbawahi oleh balok-balok kapur Perancis yang berwarna krem. Balok-balok itu memantulkan sinar matahari yang menyilaukan, kontras dengan bayangan gelap yang terus-menerus bergeser sepanjang hari.
7. Lusail Stadium

Above Foto: Dok. Unsplash
Stadion besar berkapasitas 80.000 ini dirancang oleh Foster + Partners. Bangunan ini adalah bangunan inti dari Piala Dunia. Desain melingkarnya mencerminkan mangkuk buatan tangan yang ditemukan di Arab dan negara muslim lainnya. Interaksi cahaya mencerminkan lentera Fanar di wilayah tersebut.
Setelah turnamen, sebagian besar kursi akan dipindahkan dan disumbangkan ke negara-negara berkembang. Sementara, eksterior emas dirancang untuk mengambil patina dari waktu ke waktu, yang perlahan memudar untuk mereplikasi penampilan kerajinan logam tua.




