700 restoran, para legenda street food paling dihormati di Bangkok, dan distrik baru yang tetap hidup hingga tengah malam—semuanya berada dalam satu bangunan
Bangkok telah lama diakui sebagai salah satu kota kuliner terbaik di dunia, namun kekayaan gastronominya selama ini tersebar di seluruh penjuru metropolitan yang luas. Persebaran itulah yang menjelaskan mengapa sebuah destinasi tunggal yang mampu merangkum seluruh spektrum kuliner kota—mulai dari street food legendaris hingga restoran flagship kelas dunia—selama ini terbilang langka. Siam Paragon, dengan lebih dari 700 pilihan kuliner yang kini bernaung di dalamnya, telah mengubah hal tersebut.
Masuki area Gourmet Eats, dan Anda akan menemukan Thipsamai, sang legenda pad thai sejak 1939, yang tetap mempertahankan sajian khasnya: mie yang dibungkus lapisan telur tipis dan disajikan bersama dua ekor udang sungai besar di setiap porsinya. Hanya beberapa langkah dari sana berdiri Here Hai, restoran spesialis capit kepiting bergaya cool neighbourhood eatery asal Ekkamai, dengan hidangan andalan berupa daging capit kepiting yang ditumis lada hitam dan diberi taburan daun bawang.

Above Para ikon kuliner jalanan Bangkok—termasuk Thipsamai dan Here Hai—kini memiliki tempat permanen dan nyaman di dalam destinasi kelas dunia.
Ini bukan reinterpretasi. Ini adalah standar autentik yang kini dapat dinikmati dalam suasana yang tetap menjaga kualitas hidangan sekaligus kenyamanan pengunjung. Bagi pengunjung yang ingin memahami karakter kuliner Bangkok secara praktis, ini adalah sumber yang tak ternilai. Bagi warga lokal, ini adalah pengakuan bahwa street food terbaik layak memiliki rumah permanen yang nyaman.
Dua nama tersebut saja sudah cukup menjadi alasan untuk berkunjung, namun Siam Paragon melangkah jauh lebih jauh. Kampang Isan Artisan menghadirkan cita rasa panggangan khas timur laut Thailand, dengan salted crab, pickled fish, serta grilled pork neck yang dimarinasi semalaman dengan kecap ikan dan gula aren. Louisvanich Eatery menawarkan interpretasi refined dari hidangan klasik Thai-Chinese, termasuk crab fat rice yang ditutup dengan omelet emas tipis menyerupai renda. Sri Trat membawa cita rasa provinsi timur Thailand yang dikenal dengan profil rasa kuat berbasis rempah—mulai dari kari kuning asam dengan ikan kakap hingga tumisan daun wild betel dengan crispy pork belly.

Above Hingga tengah malam, Nextopia menghadirkan bar koktail yang mewah, wiski Jepang, dan pertunjukan musik live di akhir pekan—beralih dengan mulus dari suasana makan malam ke suasana larut malam.
Ketika Bangkok berdenyut hingga tengah malam
Malam di Siam Paragon layak mendapat sorotan tersendiri, khususnya di lantai 5A melalui Nextopia, zona terbaru yang memperpanjang operasional hingga tengah malam dengan fokus utama pada sophisticated drinking culture.
Untuk urusan minuman, detail adalah segalanya. Di Hendrick's Gin Bar, house pour hadir dengan Hendrick’s yang di-infuse mentimun dan mawar, disajikan bersama Fever-Tree tonic dan tiga pita mentimun beku dalam balloon glass. Di Piché Wine Bar, pilihan ideal adalah 2022 Viña Ardanza Rioja Reserva atau 2023 Terlaner Pinot Grigio. Crafture by Hobs menawarkan dua belas craft beer taps bergilir, dengan Mango Sticky Rice Sour dari brewery lokal Bangkok sebagai sorotan saat ini. Bubble Bar by Vessel menyajikan Tommy’s Margarita dengan Patrón Silver, agave nectar, air jeruk nipis segar, dan salted rim—tanpa triple sec, sebagaimana seharusnya. Di Hopsy Story, whisky Jepang disajikan per half-glass, dan Nikka from the Barrel menjadi pilihan cerdas. Blue Moon memilih pendekatan klasik: Negroni yang diaduk, bukan dikocok, di atas satu bongkah es besar. Sementara Fallabella menghadirkan opsi cocktail bergaya Meksiko dengan karakter agave-forward dan energi yang lebih vibran.

Above Sebuah bangunan tunggal tempat toko-toko unggulan global, restoran regional Thailand kelas atas, jajanan kaki lima ternama, dan kawasan hiburan malam hari semuanya berdampingan—kota metropolitan kuliner Bangkok.
Dari Tokyo hingga Naples, dalam satu gedung
Untuk melengkapi pengalaman di lantai 4 dan 5, Anda dapat memulai dengan tonkatsu dari Ginza Bairin, dengan premium loin cut yang dibalut panko dan digoreng dua kali hingga menghasilkan crust yang renyah sempurna saat digigit. Lanjutkan ke L’Antica Pizzeria Da Michele untuk menikmati Margherita DOC: buffalo mozzarella, tomat San Marzano, basil segar, dan pemanggangan 60 detik dalam oven kayu bersuhu 485°C. Suhu tersebut penting. Itu adalah suhu yang sama yang digunakan di lokasi asli mereka di Naples sejak 1870. Program hiburan yang berlangsung khusus setiap Jumat dan Sabtu menambahkan dimensi baru, dengan live band di lantai empat setiap dua jam sekali, menciptakan transisi mulus dari dinner menuju late-night drinks.
Rumah baru untuk nama-nama global
Siam Paragon kini juga menjadi rumah pertama dan satu-satunya di Thailand bagi sejumlah jenama internasional. Gordon Ramsay Street Burger menghadirkan Hell’s Kitchen burger: dua beef patties, caramelised onions, roasted garlic aioli, dan sharp cheddar. Soba House Konjiki Hototogisu menyajikan shio ramen dengan kaldu yang di-infuse truffle dan sous-vide pork loin chashu. Robata Kitaro Sushi membawa teknik tradisional robata-style grilled fish yang menonjolkan cita rasa alami seafood segar. Tahun ini, Conte de Tulear dari Apgujeong akan hadir dengan potato cream croquette dan kimchi carbonara andalannya. Tak ketinggalan Keep in Touch, yang akan debut di Thailand lewat dry-aged duck breast dan cumin-spiced lamb skewers.

Above Jangan lewatkan house-pour khusus di Hendrick's Gin Bar
Evolusi luxury mall menjadi metropolis kuliner
Siam Paragon telah berevolusi jauh melampaui model luxury mall konvensional. Kini ia berfungsi sebagai metropolis kuliner: rumah bagi flagship global, kuliner regional Thailand yang dikemas lebih elegan, street food paling ikonis di Bangkok, serta zona malam khusus yang buka hingga tengah malam. Bagi para penikmat kuliner Bangkok—baik lokal maupun pengunjung—pertanyaannya kini bukan lagi ‘di mana kita harus makan,’ melainkan: ‘harus mulai dari mana.’
Topics




