Berpindah ke lantai 20, Canella di Hotel Tentrem membawa bukan hanya pemandangan baru, tetapi juga cara baru menikmati hidangan Italia dengan sentuhan yang lebih personal dan matang
Ada sesuatu yang menarik dari sebuah nama. "Canella", yang diambil dari kata Italia untuk kayu manis, tidak hanya terdengar lembut tetapi juga menyimpan makna yang hangat dan bersahaja. Filosofi inilah yang tampaknya terus dijaga, bahkan ketika restoran ini mulai melangkah ke babak baru. Terletak di lantai 20 Hotel Tentrem Jakarta, Canella memperhalus identitasnya menjadi pengalaman yang terasa lebih utuh, tenang, dan dewasa. Di ruang baru, apa saja yang berbeda?
Baca juga selanjutnya: 5 alasan menginap di Hotel Tentrem Jakarta, oase budaya Jawa di Alam Sutera
Perpindahan ini menghadirkan perubahan yang terasa sejak langkah pertama. Ruang yang lebih tinggi memberi jeda dari hiruk-pikuk kota, menciptakan suasana yang mengundang untuk duduk lebih lama. Pemandangan menjadi bagian dari pengalaman, tetapi tidak mendominasi. Canella memahami bahwa makan malam yang baik haruslah didukung ruang yang mencipta percakapan dan merawat kehadiran.
Kini buka setiap hari dari pukul 12 siang hingga 10 malam, Canella menyesuaikan ritme dengan gaya hidup urban yang dinamis. Siang hari terasa santai tanpa kehilangan rasa istimewa, sementara malam hari berubah menjadi lebih intim tanpa harus terasa formal. Fleksibilitas ini menjadi salah satu pembaruan yang paling terasa, terutama bagi mereka yang mencari tempat yang bisa mengikuti suasana hati, bukan sebaliknya.

Above Di Canella, setiap sudut dirancang untuk menyesuaikan suasana, tempat di mana hidangan Italia klasik dapat dinikmati dengan lebih santai maupun intim
Di bawah arahan Executive Chef Ivan Leonard, pendekatan terhadap masakan Italia tidak berubah secara radikal, tetapi justru disempurnakan. Menu yang dihadirkan tetap berakar pada teknik klasik, dengan perhatian yang lebih tajam pada detail. Hasilnya adalah hidangan yang terasa familiar, tetapi tidak pernah membosankan.
Pizza dari oven kayu masih menjadi andalan, dengan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. Pasta buatan homemade menawarkan keseimbangan rasa yang sederhana tapi menggugah selera. Sementara itu, pilihan seperti Salmon Crudo dan Duck Prosciutto Pizza memberi sentuhan lebih berani tanpa kehilangan karakter Italia yang otentik. Di tiap seleksi menu Canella, masing-masing elemen bekerja dengan harmonis.
Dengan kapasitas hingga 184 tamu, restoran ini mampu mengakomodasi makan siang santai, makan malam romantis, hingga perayaan yang lebih besar. Tata ruangnya justru dirancang untuk tetap terasa akrab, sehingga bisa dikata cukup besar untuk merayakan, tetapi tetap cukup hangat untuk berbagi cerita.
Canella memilih untuk memperdalam apa yang sudah dimilikinya: rasa, suasana, dan perhatian terhadap detail. Di tengah banyaknya restoran yang berlomba menghadirkan konsep yang mencolok, pendekatan ini terasa segar dengan caranya sendiri.




