Dari hidangan Chef British-Filipino di Manila, resto chef eksentrik ternama pertama di Kuala Lumpur, restoran mediteranian di Bangkok hingga santap istimewa di gua kuno di Bali, pengalaman bersantap di Asia Tenggara menghadirkan sisi unik dan unpredictable.

Cover SEA Resto.jpg

Foto: Dok. Handout

Dengan dibukanya akses travel ke sejumlah Negara seperti Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Malaysia bagi para traveller yang sudah full vaksin, inilah saat yang tepat untuk mencari sejumlah tempat bersantap baru untuk memanjakan lidah. Siapkan paspor kamu untuk menjelajahi 12 destinasi kuliner yang menghadirkan citarasa terbaik dari para chef unggulan berikut.

1/12 Gordon Ramsay Bar & Grill, Kuala Lumpur

Gordon Ramsay Bar.jpeg

Foto: Dok. Gordon Ramsay Bar & Grill

Gordon Ramsay Bar & Grill, Kuala Lumpur merupakan outlet pertama yang dihadirkan di luar Inggris. Bertempat di Sunway City Kuala Lumpur, restoran ini menghadirkan budaya Inggris yang kental melalui foto sederet ikon asal Britania Raya seperti Sir Mick Jagger dan Sean Connery yang terpajang di dinding sebagai bagian dari interior mewah dari kayu walnut, kuningan dan dedaunan emas yang menghiasi ceiling. 

Meski tidak dimasak langsung oleh Gordon Ramsay, menu yang dihidangkan di Gordon Ramsay Bar & Grill, Kuala Lumpur terinspirasi dari Savoy Grill milik sang fiery chef dan menampilkan banyak menu signature Ramsay, terutama Beef Wellington ikoniknya. Hidangan ini disajikan secara tableside seperti menu ikonik Dover sole with Grenobloise Sauce yang terdiri dari brown butter, cappers dan lemon. Untuk menikmati hidangan tersebut, lakukan reservasi terlebih dahulu dari enam minggu sebelumnya.

2/12 The Cave by Chef Ryan Clift, Bali

The Cave, Bali.jpeg

Foto: Dok. The Cave

Selain Gordon, Ryan Clift menjadi chef asal Inggris yang sukses di Asia Tenggara. Dengan rekam jejak cemerlang di establishment miliknya – The Tippling Club, Singapura, restoran milik Ryan Clift berikut ini menjanjikan pengalaman bersantap terbaik. Sebuah gua lawas yang ditemukan saat proses pembangunan sebuah villa di bawah tebing Uluwatu ditransformasi menjadi restoran berkapasitas 22 orang di mana seven-course menu dari Clift dirotasi per kuartalnya.

The Cave menghidangkan menu seperti Chawanmushi yang dilengkapi dengan charred corn, yuzu kosho, daun ketumbar dan Ikura. Hidangan unik lain yang wajib dicoba adalah aged Peking Duck dilengkapi crunchy cromesquis yang dibubuhi saus green peppercorn. Di samping menikmati makanan, tamu juga dapat menyaksikan display pada dinding yang berganti di setiap jeda hidangan.

3/12 Yantra, Singapura

Yantra, Singapura.jpg

 Foto: Dok. Yantra

Citarasa penuh sejarah dan budaya dihadirkan dengan indah melalui kurasi dari ahli sejarah kuliner India -Pritha Sen. Pritha mengambil resep terbaik dari sejarah kuliner India yang kaya dan variatif dari resep turun-temurun sebuah keluarga dan kerajaan. 

Executive Chef – Pinaki Ray berhasil menerjemahkan segala kekayaan tersebut ke dalam lima buah dining spaces. hIdangan dengan resep turun-temurun seperti Rajasthani murg ka sula – ayam panggang yang dihidangkan saat royal hunts hingga hidangan Kerajaan Nabawi, Uttar Pradesh yaitu vegetarian Badal Jaam berupa terong panggang dengan sun-dried tomatoes bersaus yoghurt kental. Restoran ini juga dilengkapi dengan Polo Room private dining area dan bar yang terinspirasi Taman Nasional terbesar di India.

4/12 Miss Thu, Saigon

Miss Thu, Saigon.jpg

Foto: Dok. Miss Thu

Miss Thu merupakan salah satu restoran yang mengambil tema dari sosok karakter fiktif. Miss thu yang digambarkan sebagai perempuan ‘stylish plus daring’ ini menginspirasi dekor dan ragam hidangan di venue yang menjembatani sisi tradisional dan modern. Uniknya, meski sang Head Chef – Arnaud Daleau berasal dari Prancis, Ia telah lama bekerja di Saigon dan menerjemahkan pengalaman 15 tahunnya melalui teknik kuliner khas Negara tersebut. 

Restoran ini menampilkan under ceilings yang terinspirasi dari canon quai thao – topi tradisional Vietnam serta hidangan fusion Prancis dan Vietnam. Tamu dapat mencoba menu berupa foie gras yang dibumbui beragam rempah khas Vietnam atau beef tenderloin yang disajikan dengan chimichurri khas Vietnam bercita rasa fusion atau hidangan klasik favorit seperti wagyu pho dan bun thit nuong berupa sajian bihun dengan Iberico pork dan spring roll.

5/12 Guilty, Bangkok

Guilty, Bangkok.jpg

Foto: Dok. Guilty

Anantara Siam Bangkok yang berlokasi di distrik Ratchadamri yang swanky merupakan rumah dari kuliner yang terinspirasi dari Peru racikan Chef Carlos Rodriguez. Pernah bekerja di sejumlah restoran termasuk Gaggan, Ia konstan menyajikan menu dengan sentuhan Amerika Tengan dan Selatan dengan tetap menjadikan hidangan Peru sebagai sorotan utamanya.

Multiple seafood ceviche dengan leche de tigre – bumbu rendaman berbasis citrus beraroma tajam yang berarti ‘tiger’s milk’ ini menghasilkan rasa yang unik. Hidangan Peru unik lainnya yang dihadirkan adalah adalah causa – salad kentang dengan alpukat dan gurita, barbacoa beef tortilla tacos dengan Brazilian wagyu atau nasi bergaya Cartagena dengan rockfish. Hidangan penutup seperti “Break It Up!” – supersized Ferrero Rocher berisi Jamaican almond fudge, salted caramel, passion fruit dan coconut rum yang ‘dibuka’ dengan palu wajib untuk kamu coba.

6/12 Fiamma, Singapura

Fiamma, Singapura.jpg

Foto: Dok. Fiamma

Restoran terbaru di Singapura dining scene, Fiamma yang berlokasi di The Capella di Pulau Sentosa, merupakan milik Maestro Chef asal Argentina, Mauro Colagreco. Mauro memperlihatkan akar budaya Italianya di establishment yang berarti ‘api’ ini dengan menghadirkan hidangan yang terinspirasi dari kenangan masa kecil dari sang nenek. Kisah ini menonjolkan aksen ‘less is more’ dengan mengutamakan cita rasa bahan utama seperti carpaccio di pomodoro e pesca di mana irisan tomat heirloom dan peach ditaburi Sicilian pistachio.

Keunggulan ini tidak mengejutkan mengingat track record Mauro, yang juga merupakan owner dari Mirazur di Menton, mengantongi tiga Michelin Stars dan restonya masuk ke dalam World's 50 Best, mampu menyajikan menu seafood terbaik. Udang Gambero Rosso merah berukuran besar yang dibumbui dengan rempah dan kumquat vinaigrette dan linguine alle vongole menghadirkan standar baru bagi hidangan Italia.

7/12 Caspar, Jakarta

Caspar, Jakarta.jpg

Foto: Dok. Caspar

Chef Rafael Martinez yang pernah bekerja dengan nama besar di dunia kuliner Spanyol seperti Carme Ruscalleda, membawa hidangan tanah kelahirannya di Ibu Kota Indonesia melalui Caspar yang berlokasi di The Orient Hotel. Berasal dari kota teluk – Valencia, yang juga dikenal sebagai tempat lahirnya paella, kamu wajib mencoba paella buatan Martinez yang disajikan dengan daging ayam dan bebek. Hal ini wajib dilakukan mengingat orang Valencia mampu menciptakan ‘soccarat’ – nasi yang hangus di bagian bawah wajan paella yang terbaik.

Jangan lupa mencicipi hidangan klasik khas Iberica lainnya seperti Bacalao Vizcaina – perpaduan ikan cod dan kerang yang disalut saus lezat dengan red pepper bercita rasa manis. Dengan dekor yang didesain oleh Bill bensley, Caspar memiliki high ceiling dan dinding yang dihiasi teak drawers dan lemari serta area outdoor yang dihiasi ragam tumbuhan tropikal yang Instagramable.

8/12 Nan Bei, Bangkok

Nan Bei, Bangkok.jpg

Foto: Dok. Handout

Meski bukan tergolong restoran terbaru, Nan Bei yang berlokasi di The Rosewood Bangkok sempat ditutup sejak pandemi COVID-19. Setelah Kembali dibuka, resto ini tetap menjadi tempat terbaik dalam menghadirkan hidangan khas Tiongkok. Interior yang kental dengan Art Deco yang memberi kesan elegan nan simple juga tercermin melalui hidangan racikan dari Executive Chinese Chef – Matthew Geng. Lahir di Beijing, sang chef menghadirkan kepiawaian memasaknya di Nan Bei yang berarti selatan dan utara dalam Bahasa Mandarin. 

Mulai dari hidangan bercita rasa tajam dari Hunan, dim sum dan bebek peking terbaik, Matthew menghadirkan kuliner Tiongkok yang beragam dengan penyajian penuh gaya. Menu signature lobster mapo tofu dengan daging giling Kurobata merupakan hidangan yang wajib kamu coba di sini.

9/12 Ocean Club, Phu Quoc, Vietnam

Ocean Club, Vietnam.jpg

Foto: Dok. Ocean Club

Tidak banyak restoran yang dapat menghadirkan kesan elegan dan dramatis seperti Ocean Club di Regent Phu Quoc. Dengan pemandangan menakjubkan berupa kolam renang yang luas dan deretan pohon palem di belakangnya, restoran ini sudah memberi kesan terbaik, bahkan sebelum kamu mencicipi hidangan racikan Chef Daniel Huynh.

Lahir dan besar di Vietnam, Daniel terinspirasi kuliner khas Negeri kelahirannya dan juga hidangan internasional. Tercermin dari nama restorannya, hidangan seafood menjadi bintang utama yang diolah dan dihidangkan dengan sempurna oleh tim asuhannya. Cumi Phu Quoc bakar yang disajikan dengan saus muoi ot xanh – saus hijau berbahan cabai dan limau mengingatkan tamu dengan saus verde salsa. Menu lain yang wajib dicoba adalah Alaskan king crab bakar dengan Sriracha lemon butter, truffle mayonnaise, pomegranate gel dan micro herbs.

10/12 Nelayan, Bali

Nelayan, Bali.jpeg

Foto: Dok. Nelayan

Nelayan di Jimbaran Puri, Bali menyajikan pengalaman bersantap khas Indonesia terbaik bagi para tamu. Selain cita rasa, setiap menu menghadirkan craftsmanship lokal berupa keramik, kain dan linen dari perajin asal Bali. Hidangan Indonesia terbaik tersebut didukung dengan view Pantai Jimbaran yang indah – terutama saat sunset.

Menu Ikan Bakar yang berupa ikan kakap merah bakar yang disajikan dengan sambal khas Bali, berbagai pelengkap dan urap sayur wajib untuk dicoba. Jangan lupa untuk mencicipi Bebek Betutu – kaki bebek yang dimarinasi dengan 16 macam bumbu yang dimasak dengan daun pisang.

11/12 Ember, Manilla

Ember, Manilla.jpg

Foto: Dok. Ember

Ketika seorang chef pernah bekerja di restoran Le Manoir aux Quat’Saisons yang mendapat dua penghargaan Michelin Star dan restoran ternama Noma di Copenhagen, dapat dipastikan pengalaman bersantap terbaik yang akan dihadirkan kepada setiap tamunya.

Hal itu yang tercermin dari Josh Boutwood – Chef Filipino-British yang mendirikan resto terbarunya, Ember di kawasan mall terpopuler di Manila. Seluruh menu yang dihidangkan menampilkan simplicity dengan cita rasa terbaik. Sesuai dengan namanya, Ember menghadirkan ragam steak terbaik seperti tuna dengan alpukat dan puffed, butter poached squid with ink and kale dan hidangan penutup Swedish chocolate cake.

12/12 Beach House Layan, Phuket

Beach House Layan, Phuket.jpeg

Foto: Dok. Beach House Layan

Beach house tiga tingkat yang terletak di Pantai Layan, Phuket ini terdiri dari poolside restaurant, fine dining dan rooftop bar. Tamu dapat bersantai di Breeze yang terletak di pinggir kolam menyajikan sashimi dan sushi, ceviche serta poke bowl sebelum menikmati menu klasik Italia saat bersantap malam. 

Menu fine dining di restoran fine dining, Dee Plee racikan Chef Supakarn Lienpanich menyajikan hidangan royal Thailand terbaik. Pilihan menu berupa salad beraroma, tumisan dan kari dan hidangan populer khas Thailand Selatan – massaman with beef cheeks yang dilengkapi kacang dan asam jawa.  Selain itu, hidangan lokal favorit lainnya – Moo Hong Phuket berupa slow-braised pork belly dengan saus kecap berbumbu manis wajib untuk dicoba.