Setelah sempat absen selama beberapa tahun, evian resmi kembali hadir di Indonesia. Momen ini bertepatan dengan perayaan 200 tahun perjalanan air mineral ikonis dari Prancis ini, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar pertama yang menyambut tonggak bersejarah tersebut.
Dua abad adalah usia yang jarang dimiliki sebuah brand. Terlebih ketika brand tersebut tetap relevan, terus hadir di meja makan, restoran berbintang, hingga menjadi bagian dari gaya hidup lintas generasi. Pada 2026, evian merayakan ulang tahunnya yang ke-200. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menyambut perayaan tersebut, sekaligus menandai kembalinya air mineral alami asal Prancis ini setelah beberapa tahun tidak beredar di Indonesia.
Kembalinya evian bukan sekadar menghadirkan kembali sebuah produk. Momen ini juga membawa kisah panjang yang telah dimulai sejak 1826 di kaki Pegunungan Alpen Prancis. Setiap tetes airnya berasal dari satu mata air yang sama dan melewati proses filtrasi alami selama sekitar 15 tahun melalui lapisan batuan glasial. Proses tersebut membentuk komposisi mineral alaminya tanpa melalui pengolahan kimia maupun penambahan mineral.
Tonggak dua abad ini dirayakan secara global melalui kampanye Live Young, filosofi yang selama bertahun-tahun menjadi identitas evian. Bagi brand ini, "live young" bukan semata soal usia, melainkan tentang bagaimana seseorang menjalani kesehariannya. Kebiasaan sederhana seperti menjaga hidrasi, memilih makanan dengan lebih sadar, hingga menikmati momen-momen kecil menjadi bagian dari cara hidup yang ingin dihadirkan.
Semangat tersebut tercermin dalam kampanye terbaru yang menampilkan keluarga ambassador evian, mulai dari petenis Carlos Alcaraz, Emma Raducanu, Frances Tiafoe, hingga pegolf Céline Boutier. Berlatar lanskap bersalju Pegunungan Alpen, kampanye ini kembali mengingatkan bahwa sumber kehidupan evian tetap berasal dari tempat yang sama selama dua abad terakhir.
Di balik sumber mata air itu, terdapat kawasan ekosistem seluas sekitar 125 kilometer persegi yang telah dijaga dan dilestarikan selama lebih dari tiga dekade. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas air yang sama selama 200 tahun.
"Dua abad telah berlalu, tetapi semangat untuk tetap hidup muda dan terus melangkah ke depan tidak pernah berubah. Kami juga bangga dapat kembali hadir di Indonesia, sebuah negara yang sejak lama menghargai kualitas," ujar Global Director evian, Dawid Borowiec.

Above Chef Louis Pacquelin membawa filosofi French Fun Dining ke Jakarta
Kembalinya evian ke Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak akhir 2025 melalui rangkaian evian Chef Series. Salah satu momennya adalah jamuan makan malam privat di Pullman Jakarta bersama chef Louis Pacquelin. Lulusan dapur Alain Ducasse tersebut dikenal lewat pendekatan French Fun Dining yang menghadirkan hidangan Prancis dalam suasana yang lebih santai dan mudah dinikmati.
Bagi Pacquelin, pengalaman mengunjungi langsung sumber mata air evian di Pegunungan Alpen menjadi titik balik yang memperdalam apresiasinya terhadap brand tersebut. Melihat sendiri perjalanan alami air selama 15 tahun membuat setiap sajian yang dipadukan dengan evian memiliki makna yang berbeda. Pengalaman itulah yang kemudian ia hadirkan kepada para tamu di Jakarta.
Mulai Juli 2026, konsumen Indonesia dapat menemukan rangkaian evian Still dalam ukuran 330 ml, 500 ml, 750 ml, dan 1,5 liter melalui distributor resmi Sukanda di berbagai jaringan ritel seperti GrandLucky, Foodhall, dan Pepito. Sementara itu, koleksi evian Glass, termasuk varian Still dan Sparkling, tersedia di sejumlah hotel dan restoran, di antaranya Pullman Jakarta, St. Regis Jakarta, Arena Group, dan Artisan Group.
Setelah 200 tahun, evian tetap mempertahankan asal-usul yang sama, sumber mata air yang sama, serta filosofi yang tidak banyak berubah. Kembalinya ke Indonesia menjadi penanda bahwa sebagian tradisi memang layak dipertahankan, terutama ketika kualitas dan konsistensi berhasil dijaga selama dua abad.
Topics




